MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )

MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )
Rumah pohon


__ADS_3

Mentari dan juga Nathan telah sampai di tempat yang Nathan janjikan tadi saat menelepon. Mereka berdua langsung turun dari mobil.


"Nat, tempat apa ini?" mentari bertanya sembari mengedarkan pandangan.


"Ikutlah denganku." Nathan menarik tangan Mentari.


Sesampainya di sebuah pohon, Nathan menunjuk ke atas pohon tersebut.


"Lihatlah, ini rumah pohon. Tidak ada yang pernah aku ajak kemari selain dirimu" Nathan menatap wajah cantik milik Mentari.


"Benarkah? Aku merasa sangat spesial, Nat" Mentari tersenyum bahagia hingga menampakkan lesung pipi nya.


"Kamu memang spesial, Tari. Ayo kita naik ke atas, aku yakin kamu akan menyukainya"


Nathan naik terlebih dahulu ke atas rumah pohon itu, lalu kemudian disusul oleh Mentari.


"Wah, bagus sekali Nat. Kamu sangat kreatif bisa membuat seperti ini" Tari tersenyum bahagia sembari melihat ke bawah.


"Apa kamu menyukainya?"


"Tentu, aku sangat suka."


"Syukurlah," Nathan menatap lekat wajah Mentari. "Tari," ucap Nathan dengan suara beratnya.


"Hm?" Mentari menoleh dan hidungnya menabrak hidung Nathan. Mata mereka saling bersitubruk. ''Nat, ada apa?".


Cup!


Satu kecupan Nathan berikan dibibir seksi milik Tari. Tari terkejut dan hanya melongo. Nathan yang melihat reaksi Mentari langsung menyergap kembali bibir itu, bahkan Nathan memberikan lumayan di sana. Beberapa saat kemudian, tautan bibir mereka terlepas, Tari sama sekali tidak membalas ciuman Nathan.


"Maaf." ucap Nathan tulus.


"Nat, aku harap kamu mengerti batasan kita. Kita belum menikah, jangan melakukan hal lebih." ujar Tari lembut.


"Aku tidak akan menyentuhmu sebelum kita resmi menjadi suami-istri, Tari" Nathan memeluk tubuh Mentari dari samping dan mereka melihat ke atas awan.


__ADS_1




3Bulan kemudian.


Pernikahan Tari dan Nathan telah disepakati. Saat ini kediaman Mentari telah ramai sebab para tamu yang datang ingin menyaksikan proses ijab kabul Tari dan Nathan.


Di kamar, Mentari terlihat sangat cantik dengan memakai gaun pernikahan berwarna putih cerah.


"Kamu sangat cantik anakku," ucap Mama Tari sembari memegang dagu Mentari.


Mentari hanya tersenyum sembari menatap dirinya dari pantulan cermin.


"Ini, kamu pakailah penutup wajah ini. Kamu tau bahwa inilah tradisi di keluarga kita bukan?" Mama Rike memberikan penutup wajah seperti cadar kepada Tari.


"Tari tau Ma,'' sahut Mentari menerima niqob dari sang Mama.


"Mama keluar dulu ya? Nanti Mama akan kembali lagi menjemputmu jika keluarga Nathan sudah sampai,"


Tari mengangguk, hari ini hatinya sangat bahagia sekali sebab akan resmi menjadi Istri dari Nathan, seorang pria yang Tari cintai.


"Halo, kakak sepupu.." ucap Mahi penuh penekanan.


Mentari terkejut ketika mendapati Mahi yang berada di kamarnya dan pintu kamar juga sudah tertutup.


"M—Mahi," lirih Tari ketika Mahira sudah ada di dekatnya.


"Apa kau sudah selesai?" Mahi menatap Tari dari pantulan cermin.


Mentari bangkit dari duduknya dan menatap Mahira. "Mau apa kamu ke kamar ku?"


Mahi tertawa. "Kenapa Mentari, apa kamu takut?"


Mentari berusaha menetralkan detak jantungnya. "Keluar!" seru Tari sembari menunjuk pintu kamar.


"Kamu mengusirku?" Mahi menatap Tari tajam. "Jika aku bilang aku tidak ingin pergi dan aku ingin menggantikan mu menikah dengan Nathan, bagaimana?"

__ADS_1


Mentari menggeleng. "Apa maksudmu! Kamu gak berhak menikah dengan Nat."


"Haha.. Kalau aku memaksa, tidak ada yang namanya tidak berhak!" Mahi mencengkeram dagu Tari dengan kuat.


"Lepas-kan aku, Ma-hi.." ucap Tari terbata.


Mahi mendorong tubuh Tari hingga terbentur ujung ranjang.


Plak!


Satu tamparan Mahi layangkan di pipi Tari. "Aku lah yang akan menikah dengan kak Nathan, dan kamu hanya bisa mengkhayal di siang hari!"


Mentari menggeleng. "Kamu keterlaluan Mahi, tapi aku rasa kamu hanya bermimpi! Hari ini adalah hari pernikahan ku dengan Nathan, dan kau—" ucapan Tari terpotong ketika Mahi memukulnya menggunakan tongkat golf.


"Tidak ada yang tidak bisa Mahi dapatkan," ucap Mahi jahat.


Setelah itu Mahi langsung mengganti bajunya dengan menggunakan baju pengantin Tari, tak lupa Mahi juga memakai niqob yang Rike berikan kepada Tari.





**TBC


HALO SELAMAT SIANG..


MOM AL DATANG LAGI DENGAN MELANJUTKAN CERITA NAME (NATHAN MENTARI) YANG PASTINYA AKAN SEMAKIN SERU.


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘




MAMPIR KE KARYA TEMEN OTHOR YUK**

__ADS_1



__ADS_2