MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )

MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )
Akibat mabuk


__ADS_3

Mentari terus mencoba menelepon nomor Nathan .


Tut tut tut !!


tersambung .


"Halo ! Nat kamu di mana ? Kenapa belum pulang ? jangan membuat saya khawatir !" ujar Tari memberikan begitu banyak pertanyaan saat telepon sudah di jawab .


📲"Halo nona , ini saya pemilik club BTA (disamarkan) . Saya mengantar kan tuan Nathan kembali ke hotel !" jawab suara di sebrang sana .


"Ada apa ? ada apa dengan Nathan ? dan , di mana kalian sekarang ?" ujar Tari berjalan ke arah lift .


📲"Tuan Nathan mabuk berat nona , entah sudah berapa gelas wine yang ia habis kan . Dan sekarang kami berada di parkiran hotel tempat tuan Nathan menginap" jawab pemilik club tersebut .


"Tunggu di sana , saya akan ke parkiran !" seru Tari langsung mematikan ponselnya dan masuk ke dalam lift menuju parkiran .


Ting


Pintu lift terbuka , Mentari dengan cepat berjalan ke luar hotel .


Sesampainya di parkiran , Tari melihat mobil Nathan . ia langsung berlari menghampiri mobil tersebut .


"Nathan !!" panggil Tari setelah dekat pada mobil Nathan .


"Hu..hu.." Nafas Tari ngos-ngosan .


"Astaga !'' ucap nya saat melihat Nathan lemas di papah oleh seseorang .


"Nona , saya hanya bisa mengantar tuan Nathan sampai sini saja . Karena saya harus menutup club lagi!" ujar pria itu sambil menyerahkan tubuh Nathan pada Tari .


"Terimakasih tuan !" ujar Mentari pada pemilik club .


Pemilik club hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala , kemudian berlalu pergi dari tempat itu .


"Ayo Nat , kita masuk !" ujar Tari pada Nathan yang merancau tidak jelas .


Mereka berdua masuk ke dalam hotel , mentari memencet tombol lift , setelah lift terbuka mereka berdua langsung masuk ke dalam lift .


"Sayang ku , kamu sangat cantik , aku ingin mencium mu , datang lah padaku !!" Rancau Nathan dengan suara lirih , tubuh sempoyongan dan terkekeh sendiri .


"Ya ampun Nat , kenapa separah ini hanya karena cinta !" ujar Tari yang keberatan memapah tubuh Nathan .


ting


Lift terbuka , dan mereka berdua keluar .


Tari merogoh saku celana Nathan mencari kartu pintu kamar .


Setelah menemukan kartu itu , Mentari langsung menggesekkan kartu tersebut ke pintu , dan terbuka lah pintu kamar Nathan .


Mereka berdua masuk ke dalam kamar , Tari menutup kembali pintu itu .


ia jalan ke arah tempat tidur dan meletakkan tubuh Nathan di sana .


"Aku mencintaimu , kenapa kau tega meninggalkan ku !!" seru Nathan merancau lagi .

__ADS_1


Mentari hanya menggelengkan kepala saja .


ia melepaskan sepatu dan kaos kaki Nathan , kemudian menyelimuti tubuh Nathan hingga pinggang .


ia sudah seperti istri yang perhatian dengan suaminya.


Mentari membalikkan badan ingin pergi dari kamar itu , namun tangannya di cekal oleh Nathan .


"Jangan pergi , temani aku Zerra . Tidur lah di samping ku !" gumam Nathan pelan sambil mata tetap terpejam .


"Nat , lepaskan tangan ku , aku harus kembali ke kamar ku !" seru tari mencoba melepaskan cekalan tangan Nathan .


Dan satu kali tarikan saja .


"Auh !!" teriak Tari kaget karena Nathan menarik tangannya lumayan kencang dan berhasil membuat nya terjatuh di atas tubuh Nathan .


Tari menatap wajah tampan Nathan dari dekat .


'Ternyata Nathan sangat tampan ya' Batin Tari mengakui ketampanan Nathan .


"Jangan menatap ku seperti itu terus Ze , aku tau pasti kamu sedang mengagumi ku !" seru Nathan dengan mata sayu sambil tersenyum.


Mentari sadar dari lamunannya dan ia langsung bangkit dari atas tubuh Nat .


"Zerra terus yang kamu ingat Nat , dasar bucin . Udah di sakiti juga , masih aja ingat-ingat tuh cewek !" ujar Tari kesal sambil ingin pergi dari ranjang Nathan .


Akan tetapi , dengan cepat Nathan kembali menarik tangan nya lagi .


"Tidur la di samping ku Zerra" ujar Nathan menggeser tubuh nya , supaya Tari bisa tidur di sebelahnya .


Tak lama kemudian , terdengar dengkuran halus dari mulut Nat .


Mentari bernafas lega , ia mencoba melepaskan tangan nya yang berada di dalam pelukan Nathan .


"Aduh , susah sekali !" ujar Tari kepayahan melepaskan dekapan Nat pada tangannya .


Tari pasrah dengan keadaan sekarang , ia hanya mampu memejamkan mata dan menunggu waktu pagi yang terasa sangat lama .


Tak lama ia pun tertidur .


💟


💟


💟


Pukul 07.30 WIB .


Nathan membuka mata nya yang terpejam karena silau dengan sinar matahari yang sedikit masuk dari celah tirai jendela .


"Akh ..!" Nathan memegangi kepalanya yang masih terasa pusing .


Dan saat ingin menggeliatkan tubuh , ia merasa bahwa seperti ada yang memeluk tubuh nya .


Mata Nathan terbuka sempurna , ia melongo saat tahu apa yang menimpa perut nya .

__ADS_1


"Asisten kurang ajar..!!!" geram Nat tertahan .


"Hey , bangun !!" Nathan menggoyangkan tubuh Mentari .


"Eugh !!" Tari menggeliatkan tubuh nya .


"Sudah puas memeluk gue ??" tanya Nathan langsung menunduk melihat wajah Tari


"Eh , ma-maaf . Akibat mabuk tadi malam , anda menyuruh saya untuk tidur di sini !" ujar Tari memberitahu sambil melepaskan tangannya dari tubuh Nathan .


"Gue gak mengingatnya ! Bangun dan cepat keluar dari kamar gue !" ujar Nathan kesal .


Entah kenapa setelah di khianati sang mantan kekasih , ia menjadi dingin terhadap wanita .


Mentari segera bangun dan menuju kamarnya .


Di dalam kamar Tari ..


"Ya ampun , sesudah sadar kenapa dia menjadi sangat berubah" ujar Tari takut melihat wajah berbeda Nathan .


ia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri .


Terlihat Nathan sudah selesai membersihkan dirinya .


ia memakai pakaian santai nya dan berjalan ke arah cermin .


ia menatap cermin itu dengan tatapan kosong .


"Gue gak nyangka lo ternyata sangat sangat materialistis Zerra . Apa kurang nya gue ? gue bisa memberikan segalanya untuk lo , tapi ini balasan lo ke gue " Gumam Nathan pelan mengepalkan erat tanggannya yang berada di atas meja rias .


"Gue gak akan maaf lo sampai kapan pun , gue benci lo Zerra gue benci !!!" Teriak Nathan memukul cermin hingga tangannya berdarah.


Mentari yang memang sengaja ingin mengajak Nathan sarapan pun langsung kaget saat mendengar suara pecahan kaca dari dalam kamar Nathan saat ia berada di depan pintu untuk memanggil Nathan .


Tanpa permisi , Tari langsung membuka pintu kamar Nathan dan mauk ke dalam .


ia berlari ke arah meja rias dan melihat Nathan yang tertunduk berpegangan pada meja itu sambil tertunduk .


"Nat !!!" jerit Tari sambil berlari ke arah Nathan .


Nathan pun yang merasa terpanggil langsung menoleh ke arah asal suara dengan tatapan yang tidak bisa di artikan .


KIRA-KIRA NATHAN MARAH GAK YA TARI MASUK TANPA IZIN ?


ADA YANG BISA NEBAK ???



**Tuh bibir mungil banget euy 😌😌


HAPPY READING CINTA 💟


SEE YOU NEXT PART 💃🏻💃🏻


jangan LUPA BERIKAN DUKUNGAN GAES 🔥🔥

__ADS_1


LOVE YOU ALL 🤗🤗**


__ADS_2