MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )

MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )
Acara N&M


__ADS_3

Hari bahagia yang Nathan dan Mentari tunggu pun telah tiba .


Di sebuah kamar , terlihat seorang wanita cantik sedang menatap dirinya di depan cermin .


"Untung saja aku masih setia menyimpan kalung ini ." ujar Wanita itu sendiri, sambil memegangi sebuah liontin kalung berbentuk love yang berada di lehernya .


Tok tok tok


"Sayang ,udah selesai belum ?" Wina mengetuk pintu kamar Tari .


Ya, ia datang ke acara pertunangan sang putri angkat, karena Nathan mengabarinya dan juga Hendra untuk bersedia datang kekediaman Abhimana .


Ceklek !


pintu kamar terbuka , terlihat Mentari sudah selesai bersiap . Dengan menggunakan gaun yang simpel dan sederhana , Tari terlihat sangat menawan .


Wina tersenyum ke arah Tari.


"Maafin ibu ya nak, sikap ibu selama ini terlalu kasar ke kamu." ucap Wina sedih


Tari menggenggam tangan Wina.


"Tidak bu, Tari sadar kalau ibu sebenernya orang baik . Cuma Tari aja yang gak bisa mengambil hati dan perhatian ibu." Tari menatap Wina lembut.


Wina menghapus air mata nya yang menetes begitu saja . Setelah Tari pergi dari rumah nya, ia baru sadar bahwa Tari memang anak yang sangat baik .


"Makasih atas pengertian kamu nak." Wina memeluk tubuh Tari , dan Tari pun membalas nya.


Setelah pelukan itu terlepas , mereka berdua langsung turun ke lantai bawah .


•••


Wina dan Tari sudah sampai di lantai bawah, Wina langsung mengajak Tari duduk di samping Nathan .


"Ibu tinggal dulu ya.!" seru Wina pamit saat Tari sudah duduk .


Mentari hanya menganggukkan kepala dan tersenyum saja menjawab ucapan wina .


ia mengedarkan pandangan , melihat sekeliling ruangan yang menjadi tempat acara pertunangan nya itu .


"Kenapa .?" tanya Nathan heran saat melihat Tari terus saja melihat sekeliling ruangan


Mentari menoleh menatap wajah fresh dan tampan Nathan .


"Gak papa , cuma heran aja . Padahal kita cuma bertunangan , tapi kenapa tamu nya banyak banget ." sahut Tari tidak mengerti


"Aku mengundang beberapa karyawan di pabrik , dan juga Mama mengundang sebagian temannya." ujar Nathan memberitahu Tari


Tari pun hanya ber'o' saja sambil menganggukkan kepala .


"Aku jadi tidak sabar ingin cepat-cepat menikahi mu !" Nathan tersenyum menggoda ke arah Tari


"Nat, ini tempat rame . Jangan menggoda ku seperti itu.!" Tari berbicara pelan sambil mencubit gemas pinggang Nathan .

__ADS_1


"Aw ! Turun sedikit lagi dong sayang cubitannya" Nathan berbicara manja sambil mencolek dagu Tari


"Nat ! ih !! apaan sih kamu."Tari geli sendiri melihat tingkah manja Nathan.


Mereka berdua pun kembali mengobrol ringan .


"Sayang !" Delima datang menghampiri Nathan dan Mentari


"Iya Ma ?" sahut Tari langsung berdiri dari duduk nya saat melihat Delima sudah berada di dekat mereka .


"Ada yang mau ketemu kalian berdua , dia itu keluarga dari temen Mama." ujar Delima memberitahu


Mentari menoleh ke arah Nathan , dan Nathan pun berdiri dari duduk nya , kemudian menganggukkan kepala .


Mereka bertiga pun berjalan menemui tamu tersebut .


"Jeng , ini anak dan calon menantu saya.!" Delima berbicara saat sudah sampai di mana tamu itu berdiri menunggu kedatangan mereka .


Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik menatap penuh arti pada Tari .


'kenapa wajah nya ?" Batin wanita itu bertanya .


'Tidak mungkin !!" Wanita itu masih saja menatap lekat mata Tari dan turun ke arah liontin yang Tari pakai ..


"Mentari !!" gumam Wanita itu pelan namun masih terdengar oleh mereka yang berada di dekat nya .


Dila yang mendengar itu pun langsung mendekati kakak ipar nya .


"Iya kak , dia itu Mentari . Mentari Ramadhani , yang awal nya asisten pribadi Nathan dan sekarang menjadi calon nyonya Nathan." ujar Dila dengan nada tidak suka dengan masih menyunggingkan senyum tipis .


"Kamu ?" ucap nya Rike pelan saat sudah berada di hadapan Tari dan memegang pipi Mentari.


Mentari hanya mengerutkan dahi heran .


ia menatap orang-orang yang berada di belakang tubuh Rike , dan saat matanya menangkap seorang pria yang seperti sangat ia kenal, ia pun langsung memejamkan mata nya dan memegangi kepala yang terasa pusing .


"Sayang , kamu kenapa ?" Nathan terlihat khawatir .


Rike menjauhkan tangan dari pipi Mentari .


"Mi , ada apa ?" tanya Chandra sang suami mendekat ke Rike .


"Nat ! kepala ku pusing . Aku seperti mengingat sesuatu." ujar Tari lirih pada Nathan yang menatap nya khawatir.


"Sesuatu ? katakan sayang." Nathan mencoba memberi semangat pada Tari


Mentari menatap kembali seorang pria yang ia lihat, sehingga membuat kepalanya pusing.


"Anda ? anda yang membawa saya dulu kan?" Tari mengingat siapa orang itu ..


Semua mata yang berada di dekat mereka pun langsung menatap pria yang saat itu menampakkan ekspresi wajah tegang dan terkejut .


"Apa maksud kamu ?" tanya pria itu bingung

__ADS_1


"Saya mengingat siapa anda!" Tari berbicara yakin .


Dila yang merasa keadaan sudah sangat tidak stabil langsung mendekat ke arah sang suami .


"Mas , siapa memang nya dia ?" ujar Dila yang berada di samping Ramdan berbisik pelan di telinga sang suami ..


"Aku juga tidak tahu , mana mungkin dia Putri Chandra yang aku buang dulu"Ramdan pun berbisik pada Dila.


"Sudah lah dian saja , kita lihat siapa gadis itu sebenarnya!" Ramdan pun pasrah


Hendra yang melihat sang putri seperti itu pun langsung berjalan mendekat .


"Nak , apa yang kamu ingat ?" tanya Hendra setelah berada di dekat Tari


Rike yang melihat Hendra memanggil Tari dengan sebutan NAK pun langsung mengajukan pertanyaan .


"Maaf pak , apa dia putri anda ?" tanya Rike langsung


"Iya , dia putri saya . Meskipun bukan kandung , tetapi saya sudah menganggap nya seperti anak saya sendiri !" ucap Hendra tegas memandang Rike


"Bukan kandung ?" Rike mengulangi kata-kata Hendra .


"Ya , 10 tahun yang lalu saya menemukan Mentari di bawah sebuah pohon sedang menangis sendirian" Hendra mengerti akan kebingungan Rike .


"Apa liontin itu,,,?" Rike tidak meneruskan ucapannya.


"Ya , liontin adalah milik saya dari dulu saya kecil" ucap Tari mengerti maksud pertanyaan Rike.


Rike berjalan maju semakin mengikis jarak dengan Tari .


"Apa kamu pernah membuka mainan kalung ini ?" Rike yang berdiri tepat di hadapan Tari memegang mainan kalung berbentuk love itu.


Tari menggelengkan kepala.


"Setelah saya bersekolah , saya tidak memakai kalung ini lagi karena takut hilang . Bahkan saya tidak tahu kalau mainan kalung ini bisa di buka. !" jelas Tari heran


"Bisa kamu buka kalung nya ?" Rike seperti mempunyai feeling yang kuat


Tari langsung melepaskan kalung yang menempel di lehernya, setelah kalung lepas, ia memberikan nya pada Rike .


Rike membuka mainan kalung love itu dengan hati dag dig dug .


Dan saat terbuka , Rike menutup mulutnya , cairan bening dari kelopak mata nya pun turun membasahi pipinya .


"K-kamu,, Kamu putri ku Mentari yang hilang !" ujar Rike lirih sambil menghapus air mata nya .


Mentari dan Hendra terkejut dengan ucapan Rike barusan , begitu juga dengan Ramdan yang sudah terlihat ketar ketir harus beralasan apa ..



**Penampilan Tari saat acara pertunangan😍


HAPPY READING CINTA 🤗

__ADS_1


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN


SEE YOU TOMORROW BYE-BYE 💃🏼💃🏼**


__ADS_2