MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )

MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )
Perubahan sikap Nathan


__ADS_3

Tanpa permisi Tari langsung masuk ke dalam kamar Nathan dan berlari saat melihat keadaan Nathan .


"Nat !!" seru nya saat sudah hampir sampai di dekat Nathan .


Tari melihat cermin yang pecah , kemudian matanya beralih pada tangan Nathan yang berdarah dan ada beberapa kaca yang menancap di tangannya .


''Nat , tangan anda berdarah !" ujar Tari sedih sambil memegang pergelangan tangan Nathan .


Tanpa menunggu persetujuan dari Nathan , ia menarik tangan Nathan supaya duduk di tempat tidur .


"Tunggu , aku akan mencari kotak P3K dulu !" Tari berjalan ke bagian lemari dan laci untuk mencari kotak P3K .


Setelah mendapatkan kotak itu , ia langsung kembali duduk di samping Nathan .


ia membuka kotak itu dan mengambil alkohol , betadine serta kapas untuk membersihkan darah di tangan Nathan .


"Hentikan !!" seru Nathan dingin .


Tangan Tari yang ingin mengelap darah di tangan Nathan pun mengambang di udara .


ia menatap Nathan yang juga menatap nya tajam .


"Pergi dari kamar gue , gue bisa sendiri !" bentak Nathan tidak ingin di bantu .


"Tapi Nat..." perkataan Tari terpotong karena Nathan menyelanya .


"Gie bilang pergi ! lo budeg apa tuli sih ??" ujar Nathan marah dan menatap tari tajam .


Tari yang di tatap seperti itu pun langsung berdiri dari duduk nya dan menjauhi ranjang Nathan .


Nathan mulai mengelap darah yang berada di tangannya sambil meringis menahan perih .

__ADS_1


'kenapa kamu berubah Nat ? kamu gak seru dan gak ceria lagi . Hanya karena satu wanita , kamu jadi berubah dan trauma pada wanita lain . Apa yang harus ku lakukan ? Nathan sudah sangat baik pada ku , dia sudah pernah menolong ku . Saat ini aku harus bergantian menolong nya saat terluka , tapi bagaimana? dekat dengan ku saja dia sudah marah-marah ' Batin Tari bingung dengan apa yang harus ia lakukan .


Tari terus saja menatap Nathan yang bersusah payah mengikat tangannya dengan perban .


ia mencoba mendekat ke arah ranjang .


"Berhenti di situ !" seru Nathan mengangkat sebelah tangan agar Tari tidak melanjutkan langkah nya .


"Sudah gue bilang pergi dan jangan kasihan-i gue , kenapa lo gak ngerti dengan apa yang gue ucapkan ??" tanya Nathan tanpa menoleh ke arah Tari .


"Nat , saya mohon jangan seperti ini . Hanya karena satu wanita anda berubah dan menjadi dingin begini !" ujar Tari menjelaskan .


"Heh !" Nathan menyinggung kan senyum miring.


"Lo bilang apa ? karena wanita ?" Nathan berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah Mentari .


"Tau apa lo , hm ? apa lo pikir gue gini karena wanita penghianat itu ? lo gak ngerti gue Tari , lo itu cuma asisten pribadi dan gak usah ikut campur urusan pribadi gue . Ngerti ?" Nathan menundukkan kepalanya menatap tajam manik mata Mentari ,saat ini Tari terpojok dinding .


Mentari hanya menelan Saliva nya susah , ia tidak menyangka jika Nathan bisa jadi seperti ini . ia menatap takut pada mata Nathan yang menurut nya seram .


"Ingat satu hal , jika masuk ke dalam kamar seseorang , ketuk pintu dahulu . Bersikap lah sopan !" ujar Nathan pelan masih sambil menatap Mentari .


Mentari hanya mengangguk kan kepala patuh .


Nathan berdiri tegak dan membiarkan mentari pergi dari kamar nya .


Setelah melihat Tari pergi .


"Akh , sial !!" jerit Nathan kesal sambil menjambak rambutnya sendiri .


"Gue gak bisa gini terus , gue harus bangkit tanpa bayang-bayangan Zerra atau pun wanita lain . Gue gak akan mencintai siapa pun lagi" ujar Nathan pada dirinya sendiri sambil berjalan ke ranjang. .

__ADS_1


ia membalutkan perban ke tangannya yang terluka .


Pukul 11.45 WIB.


Nathan sudah berada di parkiran bersama Mentari , mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil pergi dari hotel menuju rumah Nathan .


"Gue udah membelikan lo apartemen , dan lo bisa tinggal di sana !" ujar Nathan membuka suara setelah kesunyian menyelimuti mereka berdua .


Tari menoleh pada Nathan yang fokus menyetir .


"Iya !" sahut Tari tanpa membantah .


ia tidak ingin membuat Nathan menjadi semakin tidak suka padanya , maka dari itu ia menuruti saja perkataan Nathan .


20 Menit kemudian , mereka berdua sudah sampai di apartemen yang Nathan beli .


"Ini kunci nya , kamar lo ada di lantai 15 nomor 110 . Jangan pernah datang ke rumah gue , kalau belum gue suruh !" ujar Nathan menoleh sebentar ke arah Mentari .


Mentari menganggukkan kepala saja , kemudian ia membuka pintu mobil dan keluar dari mobil itu .


Setelah mentari turun , tanpa menunggu apa pun lagi Nathan langsung menjalankan mobil nya pergi dari pelataran apartemen tersebut .


Tari hanya menghela nafas berat , lalu ia berjalan masuk ke dalam apartemen .



**Sabar !!, semangat membantu bang Nat yang lagi patah hati 🤧🤧


HAPPY READING GUYS ❤


SEE YOU NEXT PART TOMORROW 💃🏻💃🏻

__ADS_1


SELAMAT MALAM DAN JANGAN LUPA JIKA TIDUR BACA DOA . TINGGAL KAN JUGA JEJAK DI KARYA RECEH OTHOR SATU INI 👍❤


LOVE YOU ALL 😘😘**


__ADS_2