
Saat ini Mentari tengah berada di sebuah rumah yang jauh lebih bagus dan besar dibandingkan rumah ayah Hendra .
"Besar sekali rumah nya," Tari mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan dalam rumah.
"Nak, ayo Mama tunjukkan kamar kamu" Rike mengajak Tari menaiki anak tangga untuk ke kamar .
Sesampainya di depan pintu kamar .
Ceklek
Pintu terbuka dan mereka berdua masuk ke dalam kamar tersebut .
"Nah, ini kamar kamu ya sayang . Masih tetap sama seperti yang dulu, kamu ingat kan ?" Rike menatap wajah sang putri yang sangat ia rindukan
Mentari menatap Rike sekilas kemudian berjalan menuju ranjang .
"Tari ingat Ma, dulu Tari bermain boneka di atas ranjang ini bersama Mama," ujar Tari mengingat semuanya sambil mengelus kasur pelan
Rike tersenyum bahagia karena sang putri akhirnya ingat semua hal tentang kehidupan nya
"Mama senang akhirnya kamu mengingat semua nya nak . Mama berharap sekali semoga kamu gak pergi lagi dari Mama, Mama gak bisa hidup tanpa kamu nak . Kamu lah harta yang paling berharga dalam hidup Papa dan Mama !" Rike berbicara lembut sambil menyelipkan anak rambut Tari ke telinga .
Tari menggenggam tangan sang Mama . "Mama tenang aja, Tari janji gak akan pergi lagi dari Mama. Tari udah gede Ma, Tari tau apa yang harus Tari lakukan" Mentari tersenyum tulus ke arah Rike dan Rike pun membalas nya
"Ya udah, Mama turun dulu ya . Kamu istirahat aja, nanti kalau waktu nya makan siang, Mama panggil kamu." Rike mengelus pucuk kepala Tari
Tari hanya menganggukkan kepala saja menjawab ucapan Rike
Rike berjalan menuju pintu keluar kemudian membuka nya dan keluar dari kamar Tari .
Setelah melihat Rike keluar, Tari langsung merebahkan tubuhnya di kasur .
"Hah ..." Tari menghembuskan nafas . "Alhamdulillah aku akhirnya menemukan keluarga kandung ku . Tapi aku harus hati-hati dengan paman Ramdan , tante Dila dan juga Mahi , kelihatannya mereka akan melakukan hal buruk lagi para orang tua ku," Mentari berbicara sendiri , dan tak lama kemudian ia memejamkan matanya hingga tertidur pulas .
__ADS_1
Hari sudah menjelang siang dan waktunya makan siang, akan tetapi Mentari belum juga bangun dan masih terjaga dalam tidur nya .
Ceklek
Pintu kamar Tari terbuka dan memunculkan seorang wanita paruh baya tersenyum ke arah ranjang .
Wanita itu berjalan ke tempat dimana Mentari tidur .
"Sayang,,!" wanita paruh baya yang tak lain adalah Rike mengelus lembut rambut Mentari dan duduk di pinggir tempat tidur
"Eh, Mama . Maaf Tari lama bangunnya, sampai harus di bangunin gini,!" ujar Tari tidak enak hati dan ia pun reflek terduduk dari baring nya .
Rike mengembangkan senyum "Gak papa sayang, Mama gak masalah kok kalo harus bangunin kamu," Rike mencium pucuk kepala Mentari . ia benar-benar sangat bahagia tidak menyangka bisa bertemu dengan putri nya yang selama ini cari dan rindukan.
Mentari hanya tersenyum tipis , "Ya udah, Mama turun aja duluan . Nanti Tari nyusul,"
__ADS_1
"Cepat ya nak,.kita mau makan siang bersama, yang lain udah nunggu di meja makan" Rike berdiri dari duduk nya .
Tari hanya mengangguk kan kepala saja .
Rike berjalan keluar kamar Mentari, sedangkan Tari, ia mulai bergegas ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya .
Setelah selesai membasuh wajah, Tari langsung keluar kamar dan berjalan menuruni tangga menuju meja makan .

**Ada yang kangen dengan neng MENTARI gak sih guys ??? π
HAPPY READING SAYONK NYA MOM ,β€
SEE YOU NEXT PART ππΌππΌ
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN ππ»π€**
......
Oya guys , mampir juga yuk ke karya teman Mommy yang berjudul **IBU GURU AKU PADAMU** , Author **LICHALIKA** . Berikut cuplikan cerita nya π
__ADS_1
