
Belum juga Zerra selesai bicara , tiba-tiba suara bariton dari belakang menghentikan ucapan nya .
"Ada apa ini ?" tanya pria yang berjalan mendekat ke arah Nathan dan Zerra .
"Ridwan ?!" seru Zerra bingung .
"Ada apa sayang ? kenapa kamu menangis , hm ?" tanya pria itu lembut sambil mengusap pelan air mata yang masih tersisa di pipi Zerra dengan ibu jari nya .
Lalu pria itu menoleh ke arah Nathan.
Nathan terlihat menyunggingkan kan senyum remeh .
"Jadi ini suami kamu ?" tanya Nathan dengan wajah santai
Zerra hanya diam saja .
Pria yang bernama Ridwan yaitu suami Zerra pun langsung menatap tajam Nathan.
"Oh , jadi anda mantan kekasih istri saya ? pria yang tidak jelas dan hanya menggantung hubungan saja !" ujar Suami Zerra sambil tersenyum sinis
Nathan menatap pria itu dengan wajah merah padam menahan emosi yang bergejolak .
"Ze , hanya demi warisan kamu menikahi pria seperti ini ?" Nathan menunjuk Ridwan .
"Sangat jauh dengan ku!" seru nya sombong sambil tersenyum miring .
"Meskipun saya jauh dari anda , tapi saya tetap menang , tuan ..!" Ucap Ridwan tidak mau kalah .
"Dasar penikmat harta warisan !" ujar Nathan kesal .
"Nathan cukup !!!'' Bentak Zerra kesal .
"Sudah Nat cukup , jangan pernah mengatakan hal itu lagi . Kamu juga salah , dan jangan menyalahkan ku saja !" ucap Zerra tidak terima karena di sebut penikmat harta terus menerus.
Meskipun memang nyatanya ia menikah karena tidak ingin kehilangan hak nya .
Nathan hanya diam saja dan tersenyum sinis menatap manik mata Ridwan yang juga menatap nya tajam .
"Pria bodoh yang mau menikah dengan wanita hanya demi harta warisan nya tidak hilang !" Ujar Nathan semakin tidak terkendali .
Bugh
satu bogeman berhasil di layangkan ke pipi Nathan.
"Tutup mulut kotor mu itu tuan Nathan !" Bentak Ridwan kesal
"Anda pasti menyesal bukan ? percuma saja menyesal karena itu semua tidak ada guna nya . Zerra sekarang hanya milikku !!" ujar Ridwan menggertak kan gigi nya .
"Cuih , menjijikan !" seru Nathan meludah .
"Dulu aku sangat mencintai mu , tetapi sekarang aku sangat membenci mu !!" ucap Nathan dengan mata memerah menahan ledakan emosi dan kekesalan nya sembari menunjuk wajah Zerra , lalu ia pergi berlalu dari hadapan Ridwan dan Zerra .
Nathan berjalan cepat ke arah mobil tanpa menghiraukan mentari yang ia lewati .
Mentari berlari kecil menyusul Nathan masuk ke dalam mobil nya .
Mobil mereka pergi dari pekarangan rumah mewah milik orang tua Zerra .
__ADS_1
Di dalam mobil .
"Nat , hati-hati nyetir nya . Aku belum mau mati !" Ujar Tari ketakutan karena Nathan mengendarai mobil nya dengan kencang . ia berpegangan pada
Nathan tidak menggubris perkataan Tari , ia tetap melakukan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata .
15 Menit kemudian , sampai la mereka berdua di parkiran sebuah club .
Nathan dengan cepat turun dari mobil dan di susul oleh mentari .
"Nat tunggu !!" panggil Tari .
Nathan pun menoleh dan menghentikan langkah nya , dengan cepat Tari berlari kecil ke arah Nathan .
"Nat , mau apa kamu masuk ke sana ?" tanya Tari heran sambil menunjuk ke arah sebuah club dan menatap Nathan .
"Aku ingin menenangkan pikiran , pergi la kembali ke hotel . Jangan mengikuti ku !" ujar Nathan memandang ke depan tanpa melirik tari yang menatap nya terus .
"Tapi Nat .." perkataan Tari terputus karena Nathan dengan cepat memotong nya.
"Tidak ada tapi-tapi , pergi dan jangan mengganggu ku !!" Bentak Nathan pada Tari .
Dan bentakan Nathan berhasil membuat mentari terlonjak kaget , kemudian mundur dan pergi meninggalkan Nathan yang juga masuk ke dalam sebuah club .
Mentari menaiki taksi menuju ke hotel tempat dirinya dan Nathan menginap .
sesampainya di hotel .
"Hah !" Mentari menghembuskan nafas pelan
"Aku gak nyangka kalo Nathan bisa patah hati dan mencintai seseorang sampai seperti itu !" ujar Tari mengingat betapa lemah nya Nathan yang saat itu sedang patah hati hanya karena seorang wanita .
15 menit Tari sudah selesai membersihkan diri , lalu ia berganti pakaian dan menuju ke ranjang nya .
"Hoam '' Tari menguap
"Habis mandi ngantuk banget , tidur dulu deh . setelah itu baru makan !'' ujar Tari memeluk guling sambil menutup mata , tak lama kemudian ia tertidur pulas .
💟
💟
💟
Di sebuah klub .
Terlihat seorang pemuda tampan sedang meminum wine yang entah sudah gelas ke berapa .
"Zerra , kenapa lo tega menghancurkan hidup gue , kenapa ??" ujar pria itu yang tak lain adalah Nathan .
"Gue bisa ngasih apa pun yang lo mau , cuma lo gak sabar menunggu gue sebentar saja !"seru pria itu lagi merancau tidak jelas sambil menengguk wine yang berada di gelas nya .
Tiba-tiba seorang wanita seksi mendekat ke arah Nathan .
"Hay ganteng !" sapa wanita itu sambil duduk di kursi samping Nathan .
Dengan mata sayu , Nathan hanya menoleh sekejap saja kemudian menengguk minumannya lagi .
__ADS_1
wanita di samping Nathan seperti ulat bulu yang terus saja ingin memepet pada nya .
"Hei , jaga jarak mu !" bentak Nathan dan itu sontak membuat wanita yang mungkin adalah salah satu penghibur di klub itu menjauh dari Nat .
"Ma-maaf tuan , saya hanya ingin menghibur anda saja !" ujar wanita itu tidak tau malu
"Heh !" Nathan hanya menyunggingkan senyum miring
"****** seperti mu tidak akan ku sentuh !" bentak Nathan tertahan sambil menatap tajam wanita di samping nya yang terus saja mencoba menggoda dirinya .
"Pergi !!" Bentak Nathan keras .
Untung saja musik di dalam klub itu sangat kuat , jadi mereka yang ada di sana tidak mendengar bentak-kan Nathan .
Setelah wanita penghibur itu pergi , Nathan kembali menengguk wine nya .
~~
Jam sudah menunjukkan pukul 01.00 wib .
Mentari yang berada di kamar hotel pun tidak bisa tidur dengan nyenyak .
ia terus saja melihat jam dinding .
"Nathan sudah pulang belum ya ?" Ujar Tari berbicara sendiri .
"Lebih baik aku lihat ke kamar nya" Tari bergegas menuju kamar Nathan .
Tok tok tok .
Mentari mengetuk pintu kamar Nathan .
"Nathan !" panggil Tari dari luar sambil terus mengetuk pintu , namun nihil . Tidak ada jawaban dari dalam .
"Apa dia belum pulang ?" ujar tari bergumam
"lebih baik aku telepon saja dia !" Tari mengambil ponsel nya yang berada di saku baju piyama nya .
Tut tut tut
panggilan terhubung namun tidak di jawab.
"Astaga Nat , bikin orang khawatir aja . Gini rupa nya orang putus cinta , jadi takut deh sama yang nama nya jatuh cinta !" gerutu Tari kesal .
Mentari mencoba menelpon nomor Nathan kembali .
Tut tut ..
Dan akhirnya setelah panggilan yang entah sudah ke berapa kali baru lah tersambung.
**yang lagi khawatir 🙈🙈
HAPPY READING 💟
SEE YOU NEXT NANTI MALAM GUYS 💃🏻💃🏻
__ADS_1
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN 🙏🏻🙏🏻**