MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )

MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )
LAHIRAN


__ADS_3

Tak terasa , sudah 1 bulan Tari tinggal di rumah Hendra dan Wina . terkadang tari tidak tahan dengan perlakuan wina yang semena-mena terhadap nya ..


" Tari !! Perut ibu tari.." Wina berteriak dari arah kamar ..


" Aw , perut ku sakit sekali , seperti nya aku akan melahirkan . Astaga , mana lagi tuh anak angkat , lama banget ke sini nya " Ujar Wina menarik dan membuang nafas ..


" Tari !! " Wina berteriak kembali sambil berjalan menuju ruang tamu ..


" Iya bu , Sebentar " Sahut tari dari arah belakang rumah .


ia segera berlari menemui sang ibu angkat yang kala itu sudah bercucuran keringat ..


" Ibu kenapa ? " Tanya tari setelah sudah berada di dekat Wina.


" Kamu ini ya , dari tadi di panggil juga gak jawab-jawab . Perut ibu sakit , seperti nya mau melahirkan . Cepat kamu panggil tetangga supaya ngantar ibu ke puskesmas dulu . Setelah itu kamu telpon ayah kamu '' Weni terus saja memberi perintah pada Tari .


" Iya bu , sebentar . Tari panggil tetangga kita dulu '' Tanpa menunggu jawaban dari Weni , tari langsung bergegas keluar memanggil tetangga yang tak jauh dari rumah mereka .


Hanya 2 Menit saja tari sudah sampai di rumah tetangga nya itu ..


ia menarik nafas dahulu dan membuang nya pelan , karena ia tadi berlari ..


Tok tok tok .


" Assalamu'alaikum pak anto " Teriak tari dari luar rumah sambil mengetuk pintu .


Tak lama kemudian , seorang pria yang tak jauh beda umurnya dari sang ayah yaitu Hendra membuka pintu ..


" Eh.. Ada nak tari , ada apa ya nak ? kok seperti nya khawatir begitu " Ucap pak Anto


" Ini pak , ibu saya mau melahirkan, jadi saya mau minta tolong sama bapak buat mengantar ibu saya ke puskesmas " Jawab tari langsung


" Oh , ya sudah . kamu pulang saja , bapak ambil jaket sama kunci motor dulu " Ujar Pak anto .


Kemudian tari pergi dari rumah pak anto dan berlari menuju rumah nya ..


" Mana orang yang mau ngantar ibu tari ? " Weni langsung bertanya pada tari yang saat itu tengah berada di teras rumah dengan nafas yang tersengal-sengal akibat lari .


" Itu bu , pak anto lagi jalan kemari " Ujar Tari ..


Lalu tak lama , pak anto sampai di rumah Weni , Weni pun langsung naik ke motor pak anto dan mereka langsung ke puskesmas..


" Oh ya , Ayah ! " Ucap Tari sendiri sambil berjalan ke arah telpon rumah ..


Tut tut tut .

__ADS_1


Panggilan tersambung .


" Halo yah , Ayah bisa cepat pulang ? Ibu di bawa ke puskesmas karena mau lahiran . Ayah langsung ke sana aja " Ujar tari langsung menjelaskan pada hendra


Setelah hendra mengatakan oke , tari langsung mematikan teleponnya ..


ia bergegas menyusul sang ibu ke puskesmas menaiki sepeda ..


Jarak antara rumah dan puskesmas -+15 menit ..


Karena masih berada di area desa yang saat ini tari tinggali ..


🕊


🕊


🕊


Di puskesmas , Tepatnya di sebuah kamar rawat . Tampak seorang wanita yang sudah terbaring di ranjang pasien , dengan seorang bayi mungil di sebelahnya dan Pria dewasa yang duduk di kursi samping ranjang pasien ..


Sedangkan seorang gadis remaja berusia 13 tahun berdiri di dekat pintu ..


" Lucu sekali anak kita mas " Ujar Wanita itu yang tak lain adalah weni ..


" Iya sayang , dia cantik banget . Mirip kamu " Sahut Hendra sambil memandang wajah mungil sang buah hati nya . Kemudian ia baru sadar dengan Tari , ia melihat ke arah pintu dimana tari berdiri ..


" Kamu lihat kan ? Adik kamu cantik sekali " Ujar Hendra saat tari sudah berada di dekat nya .


Tari tersenyum kemudian mengulurkan tangan untuk membelai pipi sang adik , Namun belum juga menyentuh pipi adik angkat nya , ada suara yang menghentikan aktivitas nya itu .


" Jangan Sentuh adik mu dulu , mungkin saja tangan kamu tidak higenis " Ujar weni dengan nada biasa saja .


Hendra hanya menggeleng kan kepala melihat Sikap istrinya itu .


" Tari , nanti kalau kita udah pulang aja kamu pegang-pegang adik nya ya ? Sekarang kamu pulang ke rumah aja dulu . Ayah sama ibu kemungkinan pulang nya Sore " Ucap Hendra lembut pada Mentari .


" Ya sudah , yah , bu , Tari pamit pulang dulu " Setelah berpamitan , tari langsung keluar dari ruangan tersebut . Kemudian ia bersandar di tiang dekat pintu kamar rawat sang ibu angkat nya. .


" Kuat kan hamba ya allah . Jangan jadikan hamba wanita yang lemah " Tari menyemangati dirinya sendiri ..


ia menegakkan badannya , kemudian menghapus air mata yang terjatuh di pipi nya , lalu langsung berjalan keluar dari puskesmas itu ..


Hari sudah sore , dan waktu menunjukkan pukul 16.15 WIB ..


Tari sudah siap menyambut kepulangan sang adik ke rumah itu , ia sudah membersihkan kamar , memasak nasi dan memasak sayur untuk ibu menyusui dan juga untuk sang ayah .

__ADS_1


" Sebentar lagi Mereka pulang " Ujar tari bahagia ..


10 menit kemudian , terdengar suara deru mobil di halaman Rumah Hendra ..


Temari langsung bergegas keluar rumah , dan berapa bahagia nya dia saat melihat siapa yang datang ..


" Ayah , ibu , adik bayi " Ucap tari pelan , sambil tersenyum senang.


ia berlari kecil ke arah Keluarga angkat nya .


" Ayah !! akhirnya dede bayi pulang ke rumah " Ucap tari sambil memeluk tubuh Hendra yang kala itu menggendong bayi nya ...


" Iya sayang , Ayo kita masuk " Sahut hendra bahagia melihat wajah berbinar mentari .


Hendra langsung meletakkan bayi nya di ranjang kamar nya ..


" Kalau mau minta apa-apa , panggil mas ya , atau gak panggil Mentari ! " Ucap Hendra memandang wajah sang istri yang terlihat lelah .


Wina hanya menganggukkan kepala lemas ..


" Kalau kamu ngantuk tidur aja , Mas keluar dulu " Ucap Hendra , kemudian keluar dari kamar nya ..


Ia berjalan menemui tari yang kala itu sedang duduk di kursi meja makan .


" Halo putri kesayangan ayah . Kamu lagi mikirin apa sih nak ? kok ngelamun terus ? bukannya kamu senang ya , kalau adik kamu udah pulang ke rumah ? " Hendra bertanya heran pada Mentari


Mentari menatap sang ayah ..


" Ayah , apa nanti ayah tidak akan menyayangi ku lagi seperti ini ? " Bukannya menjawab , tari malah memberi pertanyaan konyol pada Hendra ..


" Tentu saja ayah akan selalu menyayangi mu nak . Meskipun kamu hanya anak angkat , tapi ayah berjanji tidak akan membeda-bedakan kamu dan adik mu kelak . Ayah akan bersikap adil " Ucap Hendra memberi penjelasan pada tari .


Tari tersenyum senang mendengar perkataan sang ayah .



**Mentari Kecil 😘


Happy Reading Guys ❤


See you Next part 💃🏻


Jangan lupa berikan dukungan..


LIKE , VOTE , KOMEN DAN HADIAHNYA 🔥🔥

__ADS_1


jangan lupa tap tanda ❤ nya 🙏🏻😊**


__ADS_2