
Terlihat Mentari tengah berjalan menuju taman samping rumah.
Brugh!
"Aww..!!" Mentari tersungkur di tanah, karena terkejut dengan seseorang yang mendorongnya dari belakang.
Seseorang itu berjalan perlahan mendekati Mentari yang masih terduduk di tanah.
"Dengerin gue! Lo jangan sok-sok'an jadi Tuan Putri di rumah ini!" Mahi berjongkok di hadapan Mentari
"Apa maksud kamu? aku sama sekali tidak berpikiran seperti itu!" Mentari terlihat marah, karena baru pertama ia tinggal di rumahnya sendiri, sudah ada yang membuat onar.
"Hei!" Mahi menarik kasar rambut belakang Mentari, hingga kepala Tari mendongak ke atas. Untung saja rumah sedang sepi, karena tidak ada satu pun orang di rumah tersebut. Semua pada pergi melakukan aktivitas masing-masing.
"Pertama kali gue jumpa sama lo, gue itu udah benci banget! dan lagi, lo udah merebut kak Nathan dari gue. Cih, murahan!!" Mahi berdecih kasar.
Tari yang tidak terima jika dirinya dikatakan murahan, langsung mendorong tubuh Mahira kasar, hingga Mahi terjatuh di tanah.
"Aww!!" Mahi mengelus siku tangannya yang sakit akibat terbentur tanah
Mentari berdiri dari duduknya dengan mengibas-ibaskan kedua tangannya. Perlahan, Tari berjongkok di hadapan Mahira.
"Sekarang gantian dengarkan aku, Mahira! aku bukanlah Mentari yang dulu, jika kamu sakiti hanya menangis dan mengalah saja. Aku sudah dewasa, dan aku tau mana yang harus aku lakukan atau pun tidak!" Tari menatap tajam mata Mahi.
__ADS_1
Mahi terkejut dengan sikap Tari saat ini, ia tidak menyangka bahwa Tari akan melawan seperti ini.
"Dengar, Mahi! sudah cukup kamu dan kedua orang tua mu memberikan penderitaan untuk kedua orang tua ku.! aku tidak akan membiarkan kalian semua melakukan hal yang sama lagi. Ingat baik-baik!!" Tari menunjuk wajah Mahi, dan ia langsung berdiri kemudian melangkahkan kaki nya pergi meninggalkan Mahi yang kesal sendiri.
"Argh... Sial!!!" teriak Mahi kesal, sembari tangannya memukul tanah.
"Lihat saja, Tari! Aku akan merebut Nathan dari mu dan aku akan membuat kamu menderita.!!" Mahi akan mulai mengatur rencana untuk membalaskan dendam pada Mentari.
Di dalam kamar.
Mentari terduduk sendiri, dan ia memandangi bingkai foto yang terdapat dirinya juga Nathan di dalam sana.
"Nath... Aku merindukan mu,," ucap Tari lirih.
Getaran ponsel yang berada di atas meja lampu, mampu membuat atensi mata Mentari teralihkan. Tari mengambil ponselnya, dan ia melihat nama siapa yang tertera di layar ponselnya. Tak lama kemudian, Tari langsung menjawab panggilan video dari penelepon itu.
"Halo.." sapa Tari riang, dengan senyum manis nya.
📲"Hai, sayang!!!" balas seorang pemuda tampan di sebrang sana, yang wajah tampan nya memenuhi layar ponsel milik Tari.
"Nat.. Apa kamu tidak ada jadwal manggung? kenapa sepertinya kamu masih di rumah?" tanya Tari kepada Nathan, sang tunangan.
📲"Iya, aku masih di rumah. Hari ini aku sengaja libur, karena ingin mengajak kamu berjalan-jalan ke suatu tempat.." Nathan berbicara dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajah tampannya.
__ADS_1
"Suatu tempat? aku jadi penasaran.." Tari berbicara lembut.
📲"Ya sudah, bersiaplah. 15 menit lagi, aku akan menjemputmu.." Nathan mengedipkan sebelah matanya.
Tari hanya terkekeh pelan melihat kegenitan Nathan.
"Baiklah, aku akan segera bersiap. See you,," Tari melambaikan sebelah tangannya ke arah ponsel
📲"See you too," Nathan membalas lambaian tangan Tari, dan setelah itu ponsel pun langsung terputus.
"Huft, ternyata Nat juga kangen dengan ku. Baru satu hari tidak jumpa, dia sudah ingin mengajak ku bertemu, dengan dalih jalan-jalan." Tari mengoceh sendiri dengan menggelengkan kepala dan tersenyum malu. Ia bangkit dari duduknya, untuk bergegas ke kamar mandi dan bersiap.
**Ada yang kangen dengan Neng lesung pipi?? 🙈🙈
...
HAI GUYS..
SELAMAT MEMBACA 🤗🤗
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGAN UNTUK NENG MENTARI DAN ABANG NATHAN 😘😘**
__ADS_1