
Wanita itu sudah berada di dekat meja Nathan .
"Hai Nathan !" sapa wanita itu ramah sambil tersenyum sangat manis ke arah Nathan .
Nathan hanya memasang wajah datar , sedangkan Tari , ia membalas senyuman wanita itu .
'Cih , sok manis . Padahal gue gak senyum sama dia' batin wanita itu tidak suka melihat Tari .
Tanpa sengaja wanita itu melihat genggaman tangan Nathan pada tangan Tari yang masih berada di atas meja .
ia semakin mengepalkan tangannya kesal .
"Se mesra ini ya asisten dengan atasannya !" ujar Wanita itu duduk di kursi samping Nathan dengan meletakkan tasnya lumayan kencang di meja.
Mentari hanya tersentak kaget dan langsung melepaskan genggaman tangan Nathan.
"Apa lo gak tau kalo gue dan Tari itu..." ucapan Nathan terpotong karena terlihat Tari menggelengkan kepala.
Nathan sebenarnya sangat kesal dengan wanita di samping nya , tapi dia harus menuruti permintaan Mentari .
"Maaf Mahi , kami tidak bermaksud pamer kemesraan di tempat umum!" ucap Tari lembut
"Hem" wanita yang tak lain adalah Mahira iskandar , atau sering di sapa Mahi itu tersenyum miring .
Tak lama kemudian ..
``ini pesanannya Mas , Mbak , silahkan di nikmati`` ujar waiters wanita itu meletakkan pesanan Nathan di atas meja , kemudian ia berlalu pergi dari meja tersebut .
Terlihat Mahi tersenyum licik .
Mentari megambil gelas berisi es rumput laut di meja nya , saat ia ingin menyeruput ..
"Aw !!'' pekik Tari tertahan karena tiba-tiba entah sengaja atau tidak , Mahi menyenggol tangan Tari yang saat itu sedang memegang gelas , sehingga minuman yang berada di gelas tersebut tumpah di baju Tari.
"Ya ampun Tari , maaf-maaf ! Aku tidak sengaja" Mahi mengibaskan tangannya pada baju Tari yang terkena tumpahan minuman itu .
"Tidak Mahi , tidak masalah !" Tari tersenyum tipis ke arah Mahira .
"Nat , aku ke toilet dulu!" ujar Tari pada Nathan yang ekspresi wajah nya tidak terbaca , ia lalu berdiri dari duduk dan berjalan ke arah toilet .
__ADS_1
Terlihat Nathan menatap tidak suka pada Mahi .
"Em , Nathan . Kenapa memandang ku seperti itu ? kamu menakuti ku !" ujar Mahi manja dengan suara yang ia buat selembut mungkin .
"Pergi dari meja ini dan jangan pernah coba-coba mendekati ku , MAHIRA ISKANDAR !" ujar Nathan serius dengan menatap Mahi tajam .
"B-baik , a-aku akan pergi . Maaf kalau sudah menganggu acara makan siang kalian" setelah berbicara begitu , Mahi langsung berdiri dari kursi nya , dan berlalu pergi meninggalkan meja Nathan.
Nathan menghembuskan nafas kesal sambil menyandarkan tubuhnya di kursi yang ia duduki .
10 Menit kemudian , Tari sudah selesai membersihkan bekas tumpahan es miliknya tadi . Ia langsung keluar dari toilet tersebut , namun belum juga melangkah pergi dari toilet , rambut Tari di tarik seseorang .
"Aw , lepasin . Sakit !!" ringis Tari memegangi rambutnya yang terasa sakit .
Terlihat seorang wanita tersenyum sinis ke arah Tari dan menatap Mentari tajam .
"Gak usah sok cantik dasar ****** murahan , lo sengaja kan merayu Nathan ? lo udh bosen ya hidup miskin makanya lo deketin Nathan .?" ujar wanita itu di hadapan Tari.
"Apa maksud kamu ? aku sama sekali tidak menggoda siapa pun !" Tari merintis kesakitan karena wanita itu semakin menarik rambut nya dengan kuat .
"Munafik lo ! Cih !!" wanita itu berdecih dan melepaskan kasar rambut Tari yang ia jambak .
"Hiks..apa aku sekotor itu ? apa aku terlihat seperti wanita murahan ? kenapa dia begitu membenci ku ?" Tari bermonolog sendiri sambil menyandarkan tubuh ke dinding .
Tap
Tap
Tap
terdengar suara hentakkan sepatu berlari ke arah Tari .
"Sayang !! kamu kenapa ?" tanya Nathan panik saat melihat rambut Mentari yang acak-acakan , dan juga ada sisa air mata di pipi sang kekasih . Seperti nya Mentari milik nya sedang bersedih ..
Mentari dengan cepat menegakkan tubuh nya dan menghapus sisa air mata yang berada di pipinya .
"Nat !!" panggil Tari gugup
"Hey , kamu kenapa sayang ? kok nangis ? apa ada yang menjahili mu ? atau berbicara kasar pada mu ?" Nathan asal tebak dan mengedarkan pandangan ke sekitar toilet .
__ADS_1
"Tidak Nat , tadi aku terpeleset dan kepala ku terbentur dinding !" sahut Tari berbohong , ia tidak ingin membuat Nathan membenci Mahi .
Nathan pun mengulurkan tangan menyentuh rambut Tari ..
"Apa masih sakit ? pantas saja kamu lama balik ke meja kita" ujar Nathan sambil mengelus lembut rambut Mentari .
"Sudah tidak !" Tari tersenyum menatap Nathan
"Nat , aku ingin pulang saja" setelah mengatakan itu , Tari berjalan mendahului Nathan .
Nathan hanya menatap heran punggung belakang Tari yang sudah jauh dari nya ., kenapa tiba-tiba sang pujaan hati memilih untuk pulang . Nathan pun berjalan menyusul Mentari .
•••
Di dalam mobil , Nathan terus saja melirik ke arah Tari yang hanya diam saja .
Mentari yang sadar bahwa ia sedang di lirik pun langsung menegur Nathan .
"Nat , jangan melirik ku terus . Kamu fokus aja nyetir nya , aku gak akan kemana-mana !" ujar Tari lembut menatap wajah Nathan
"Aku heran aja , dari tadi kamu hanya diam selama kita keluar dari Mall . Jika ada masalah , ceritakan pada ku Tari ! jangan kamu pendam sendiri !!" Nathan mengelus lembut pucuk kepala Tari dengan sebelah tangannya
"Aku baik-baik saja" Tari tersenyum manis ke arah Nathan yang terlihat khawatir ..
ia tidak bermaksud untuk membuat sang tunangan seperti itu .
Nathan hanya mengedikkan bahu nya .
Selama perjalanan , mereka berdua pun hanya diam saja dengan pikiran masing-masing ..
MAHIRA ISKANDAR . plis jangan jadi perebut 🤧🤧
**HOLLA ..
HAY SEMUA , APA KABAR ??
HAPPY READING GUYS , JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN . SATU LIKE SAJA SUDAH SANGAT BERKESAN BAGI OTHOR 🤗🤗
__ADS_1
SEMANGAT BERPUASA 😍**