MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )

MENTARI ( Pengorbanan Anak Angkat )
Promo Novel Terbaru


__ADS_3

Hai semuanya..


Selamat malam ..


Bertemu lagi dengan Mom AL yang kece badai, imut, dan tidak sombong ini.. 😊😊


Mom bawain kalian rekomendasi novel terbaru karya dari Mommy sendiri. Cerita ini di jamin menguras emosi dan penuh dengan ketegangan..


*Bukan kesetrum ya 🙈


Berikut judul novel yang wajib banget kalian baca ..



Jangan lupa untuk selalu meninggalkan dukungan dan jejaknya. Mommy tidak akan jadi apa-apa tanpa dukungan kalian.. Kalian semua terbaik, LOVE YOU SEKEBON 🍉🍉..


**CUPLIKAN PERJALANAN CINTA ALMAIDA.


Terdengar suara hentakan heels masuk ke dalam rumah mewah namun terlihat sepi. Seseorang yang memakai heels itu pun terus menaiki anak tangga menuju kamar miliknya.


Namun, saat berada di depan pintu kamarnya, seseorang itu terpaku kala mendengar suara ******* yang bersahutan dari dalam kamar.


Tangannya gemetaran sambil memegang handel pintu, hatinya terasa terbakar kala mendengar dua orang berbeda jenis kelamin itu menyebutkan nama mereka masing-masing.


Hati wanita itu terbakar saat mendengarkan suara familiar dari dalam kamar. Dengan cepat dia membuka pintu dan matanya terbelalak kala melihat kejadian yang terjadi di kamarnya.


"MAS ROMI!!!!" teriak wanita itu penuh emosi.


Pria yang bernama Romi langsung menoleh ke arah pintu, begitupun dengan wanita yang berada dalam kuasanya.


"A..Alma," gumam Romi gugup.

__ADS_1


Romi langsung menghentikan aktivitasnya dan dia langsing memakai pakaiannya kembali. Sedangkan wanita yang bersama Romi, hanya terduduk di ranjang dengan balutan selimut yang menutupi tubuh polosnya.


Mata Almaida sudah berembun, dia berjalan mendekat ke arah ranjang.


"TEGA KAMU MAS!!!" pekik Alma dengan air mata yang menetes deras di pipinya.


"Alma,, Alma aku bisa menjelaskan semuanya.. Ini tidak-" belum selesai bicara, Alma dengan cepat menampar pipi suaminya.


Plak


Romi memegang pipinya yang terasa panas.


"Jadi begini kelakuan kamu disaat aku bekerja? HAH!" Alma terisak


Romi menggelengkan kepala, "Tidak Alma.. Dia, dia yang menggoda ku terlebih dahulu," Romi menunjuk wanita yang masih sibuk memakai pakaiannya kembali.


Mata wanita itu terbelalak saat mendengar ucapan Romi.


Alma menoleh ke arah wanita yang sudah berdiri berada di samping ranjang. Alma berjalan menghampiri wanita itu dengan tatapan mematikan.


"Berani sekali kau!!"


Plak plak


Alma melayangkan dua kali tamparan keras di pipi wanita yang bekerja sebagai Art di rumahnya.


"Salah apa aku denganmu? Mengapa kau tega menusukku dari belakang? Dasar pembantu kurang ajar, tidak tahu balas budi, tidak tahu malu!!!" Alma berteriak sambil menjambak rambut pembantunya itu.


"Aduh... Ampun Bu, maafkan saya.. Saya khilaf.. Pak Romi duluan yang mengajak saya melakukan hal itu, jangan salahkan saya," ujar pembantu Alma sambil meringis kesakitan merasakan jambak kan Alma pada rambutnya.


Alma mendorong pembantu nya hingga pembantu itu terbentur dinding.

__ADS_1


"Jika di negara ini tidak ada hukum bagi seorang pembunuh, maka aku sudah membunuhmu Alisa!!" bentak Alma pada pembantunya yang bernama Alisa.


Alisa hanya terkejut mendengar ucapan Alma, dia tidak bisa melawan Alma, dan lagi Romi hanya diam saja menyaksikan dirinya di siksa seperti ini. Bukannya menolong atau melerai, Romi hanya berdiri saja melihat kejadian antara istri dan asisten rumah tangganya itu.


Alma menoleh ke arah meja kecil yang berada di samping ranjang. Dengan cepat, Alma mengambil pisau buah yang terletak di atas meja.


Srett


"Argh....." pekik Alisa terkejut.


Alma memberikan sebuah goresan di pipi Alisa.


"Ini adalah balasan untuk wanita perusak rumah tangga orang seperti dirimu!" maki Alma tepat di hadapan Alisa.


Alisa memegangi wajahnya yang berdarah akibat goresan pisau yang Alma berikan.


"Alma.. Sudah sayang, jangan lakukan apa pun lagi. Kamu bisa terkena masalah jika melakukan kekerasan kepadanya," Romi memegang pundak Alma dari belakang.


Alma menoleh ke arah Romi sekilas, lalu dia mengibaskan kasar tangan Romi, dan membalikkan badan menghadap ke arah Romi.


"Aku akan membuat perhitungan denganmu nanti, Mas!" Alma menekan setiap katanya, dan dia membanting pisau di atas lantai hingga terdengar bunyi dentingan saat pisau itu terjatuh.


Alma berjalan menuju pintu kamar, dan keluar dari kamarnya sendiri.


...


terimakasih 😊


Jangan lupa mampir dan berikan komentar terbaik nya 🤗🤗


Assalamualaikum..🙏🏻🙏🏻**

__ADS_1


__ADS_2