
Saat Mentari dan Rayyan sedang saling melempar senyum . Tiba-tiba datang seseorang mengagetkan mereka berdua .
" Apa-apaan ini !???" Bentak Orang itu pada mereka .
Sontak Tari dan Ray menoleh ke asal suara .
" Pak Samsul ? " Mentari kaget melihat siapa yang datang menghampiri nya .
" Heh kamu anak muda !! Jangan pernah sentuh milik saya !! " Bentak pria itu pada Ray .
" Maaf ya bapak .. Yang bapak maksud milik bapak itu siapa ya ? " Tanya Ray heran .
" Dasar bocah songong .. Mentari , dia adalah calon istri saya ! " Ujar Samsul sombong .
Ray yang mendengar itu pun hanya tertawa geli ..
Sedangkan Tari , dia hanya diam saja .
" Mimpi apa gimana sih bapak ini ? " Ujar Ray dengan senyum mengejek .
Lalu pandangan Ray beralih pada Tari .
" Tari , Coba kamu jelaskan pada ku apa maksud dari ucapan si pria tua ini ? " Ujar Ray Mencari kebenaran .
Tari hanya diam saja sambil menunduk . .
" Aku permisi ! " Ujar Tari singkat tanpa menjawab pertanyaan Ray .
ia berjalan masuk ke dalam pasar dan menuju ke tempat dimana ia bekerja ,,
Mentari terus saja berjalan tanpa menoleh ke sana kemari .
Sedangkan di luar pasar .
" Jangan mimpi kamu bisa mendapatkan Mentari , Dasar anak ingusan . Dia sebentar lagi akan menikah dengan saya " Ujar Samsul sombong sambil berjalan pergi meninggalkan Ray yang mematung di sana .
" Istri ? Apa maksud si tua itu ? Nanti aku akan ke rumah tari , dan meminta penjelasan dari nya " Ucap Ray Nekat .
Kemudian ia pergi ke motor nya , menunggu sang Mama .
🌹🌹
Mentari sudah sampai di toko tempat ia bekerja .
Seperti biasa , toko lumayan Ramai .. Saat ini mentari tidak seperti biasanya .
ia terlalu banyak melamun ..
" Tari !! " Panggil buk Ros sambil menepuk pelan pundak mentari .
" Eh , iya ? Ada apa buk ? " Tanya Tari Reflek .
Buk Ros sang pemilik Toko menggelengkan kepalanya .
" Kamu kenapa ? kok melamun ? " Tanya Buk Ros pada Tari .
" Tidak apa-apa buk . Saya hanya kurang enak badan saja " Ujar Tari tersenyum .
" Jika kamu tidak enak badan , seharusnya tidak perlu masuk kerja . Kamu bisa minta Izin pada saya , Saya tidak mau hanya karena kelalaian kamu melayani pembeli bisa membuat saya Rugi .. " Ujar Buk Ros memberikan Tari peringatan .
Tari hanya menganggukkan kepalanya saja ..
Buk Ros pergi meninggalkan Tari kebelakang . Sebentar lagi waktu nya makan siang .
__ADS_1
Mentari mencoba melupakan semua masalah nya , ia melayani pembeli dengan sepertu biasa .
Waktu makan siang pun Tiba .
Saat ini Mentari sedang Makan siang di warung yang dekat dengan Toko nya .
" Aku sama sekali tidak berselera ." Mentari berbicara Sendiri .
Mentari hanya me bolak-balikkan makanan nya saja .
" Makanan itu harus nya dimakan , jangan di begituin " Ujar Seseorang duduk begitu saja di samping Mentari .
Kening Tari berkerut kala melihat seseorang pria di samping nya .
" Maaf Pak , Saya tidak enak badan . Jadi tidak terlalu berselera " Ujar Mentari Sopan .
" Kalau kamu tidak enak badan , harus tetap di paksa makan . Jika tidak , nanti bisa makin parah " Ujar Pria itu Dewasa .
Mentari hanya menyunggingkan senyum saja hingga Menampakkan Lesung pipi nya .
" Boleh saya tau siapa nama kamu ? " Tanya pria itu Berwibawa.
" Saya Mentari pak , Panggil saja Tari " Sahut Tari .
" Saya NANDA ABHIMANA " ujar Pria itu mengulurkan tangan .
Mentari membalas uluran tangan Pria itu .
Lalu Tari melihat jam tangan yang melingkar di tangannya .
" Saya permisi pak , Waktu makan siang saya sudah selesai " Mentari langsung beranjak dari tempat duduk nya meninggalkan Pria yang bernama Nanda itu .
" Aku semakin penasaran " Ujar Pria itu sendiri sambil tersenyum .
🕊
🕊
🕊
" Assalamualaikum " Mentari masuk ke dalam Rumah dengan mengucapkan Salam .
Keadaan Rumah sangat sepi .
ia langsung masuk ke dalam kamar nya setelah mengingat sesuatu .
Mentari menuju lemari baju nya ..
" Syukurlah , masih ada " Ujar Mentari tersenyum senang .
Brak !!
ia membanting sesuatu yang berbentuk bulat itu ke lantai kamar nya .
Mentari langsung mengumpulkan sesuatu yang keluar dari benda itu .
" 5 Juta !! " Gumam Tari pelan ..
Ya , Tari memecahkan celengannya ..
selama ia dulu sekolah , ia jarang jajan dan selalu menabung kan sisa uang nya .
Dan saat ini terkumpul lah 5 Juta ..
__ADS_1
Berarti mentari harus mengumpulkan 15 juta lagi dalam waktu 5 Hari ..
Mentari bersandar di ujung Ranjang tempat tidur nya .
" Aku harus mencari uang ke mana lagi ? Aku sejujurnya gak mau menikah dengan lelaki tua itu !! " Ucap mentari Lirih sambil meneteskan air mata .
Setelah Lelah menangis , mentari beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri .
Karena sebentar lagi menjelang malam .
Tanpa tari sadari , sepasang mata mengintip nya dari celah pintu kamar mentari .
" Akan aku pastikan kamu menikah dengan si tua bangka itu ." Ujar seseorang di balik pintu kamar Mentari sambil tersenyum licik .
20 Menit sudah mentari di dalam kamar mandi , ia segera keluar dan berganti pakaian .
" Aku yakin semua pasti ada jalannya " Gumam mentari pelan sambil menatap dirinya di cermin.
Tok Tok Tok !!
Pintu kamar Mentari di ketuk seseorang .
" Masuk !! " Seru Tari dari dalam kamar .
Ceklek !
Pintu kamar pun terbuka .
" Ayah ? " Gumam mentari pelan .
Hendra masuk ke dalam kamar Tari dengan membawa amplop coklat .
" Nak , ayah cuma mau ngasih ini ke kamu . Tolong simpan baik-baik , Sisa nya .. Ayah akan cari lagi nanti " Ujar Hendra memberi kan Amplop cokelat itu ke tari .
" Apa ini Yah ? " Tanya tari penasaran sambil membuka sedikit ujung amplop itu .
Seketika bola mata Tari membulat saat melihat apa yang ada di dalam amplop itu .
" Ayah , Ini ?? " Tari tidak meneruskan ucapannya .
" Iya Nak , itu uang buat tambahan bayar hutang ibu kamu . Ingat ! Kamu harus menyimpannya baik-baik , Di dalam situ " Hendra menunjuk amplop cokelat tersebut .
'' Ada uang sekitar 10 Juta . Ayah tadi meminjam pada teman ayah " Ujar Hendra mengelus lembut pucuk kepala mentari .
Mentari langsung bangkit dari duduk nya dan mendekap tubuh hendra .
" Ayah , Terimakasih atas segalanya. . Hiks , Hiks .. Tari belum bisa membalas semua jasa ayah selama ini " Ujar Tari Terisak dalam pelukan Hendra.
" Sudah lah nak , jangan seperti ini . Ayah menganggap mu sudah seperti anak kandung ayah sendiri " Ucap Hendra mengelus Punggung tari lembut kemudian mencium pucuk kepala Mentari .
Seseorang yang berada di luar kamar , melihat interaksi Hendra dan Tari menggepalkan tangannya ..
" Tidak akan aku biarkan impian kalian jadi kenyataan !! " Geram Orang itu Jahat .
Sabar Mentari 😭😭
**Abang Nathan 🙈🙈
Happy Reading Guys ❤
__ADS_1
See You next part 💃🏻
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN DAN KOMENTAR KALIAN 🔥🔥**