
Mobil yang Nathan kendarai sudah sampai di pelataran rumah nya .
Nathan membuka pintu mobil dan segera turun dari mobil nya , ia berjalan masuk ke dalam rumah .
"Nat !!'' panggil Delima yang saat itu sedang berada di ruang tamu membaca majalah .
Nathan menghentikan langkah nya kemudian menoleh kan kepala ke arah delima .
"Kamu sendiri ? mana Mentari ?" tanya Delima celingukan ke arah pintu rumah .
"Dia gak ikut pulang Ma , Nat sudah membeli kan gadis itu apartemen supaya dia tidak tinggal satu rumah dengan kita !" ujar Nathan terus terang .
Delima mengerutkan alis heran .
"Apartemen ? bukannya kamu yang menyuruh dan mengajak Tari tinggal di rumah kita ? padahal Mama seneng banget loh ada temannya di rumah . Sekarang sunyi dong gak ada Mentari lagi !" seru Delima sedih.
"Udah la Ma , gak usah sedih banget gitu !" ucap Nathan biasa saja .
"Nathan naik ke atas dulu , mau ke kamar !" Nathan langsung berjalan menaiki tangga menuju kamar nya .
Delima hanya menatap punggung belakang putra nya .
Di dalam kamar .
"Hufft !!'' Nathan menghembus kan nafas kasar sambil membaringkan tubuh nya di kasur .
"Lupain masa lalu , tetap semangat melihat ke depan" Ujar nya lagi sambil memejamkan mata .
Dan tak lama ia tertidur .
💟
💟
💟
Di apartemen .
"Luas banget dalam nya !" Tari berkeliling melihat seisi ruangan apartemen yang Nathan beli .
__ADS_1
"Pasti harganya mahal banget , orang kaya emang enak ya . Beli apa-apa gak mikir dulu !" lanjut ucapan Tari sambil ia memasuki kamar apartemen itu .
Ruang tamu apartemen
Ceklek
Tari membuka pintu kamar .
"Wah , kamar nya juga bagus . Selera Nathan emang simpel tapi mewah !" Tari terus saja berbicara sendiri , mengagumi apartemen yang saat ini akan menjadi tempat tinggal nya .
Kamar apartemen
ia membaringkan tubuh ke kasur empuk di dalam kamar itu .
"Hoam !" Tari menguap
~~
Pukul 19.00 WIB .
Drttt drttt ..
ponsel Mentari berbunyi , ia yang baru saja selesai mandi mendekat ke arah meja rias , tempat dimana ponselnya berada .
Saat Tari melihat nama yang tertera di layar ponselnya , ia tersenyum senang .
Tari menggeser tombol hijau dan melakukan video call .
"Halo ayah !" seru Tari senang
📲"Halo nak , bagaimana kabar mu ?" tanya Hendra pada putri angkatnya .
"Tari baik yah , ayah baik-baik aja kan ? dan ibu juga Intan sehat kan yah ?" tanya Tari balik ke Hendra
__ADS_1
📲"Semua sehat kok nak !" sahut Hendra kemudian ia terdiam.
"Nak , kamu ada dimana ?" tanya Hendra yang merasa bahwa Tari berada di tempat asing.
"Di kamar !" jawab Tari gampang .
📲"Tapi , sepertinya itu bukan kamar kamu yang biasanya ? apa kamar nya di ubah ?" tanya Hendra penasaran
Mentari baru ingat bahwa saat ini ia berada di kamar apartemen , bukan kamar rumah Nathan .
"Tari di apartemen yah !" ujar Tari sambil nyengir kuda .
📲"Apartemen ?" Hendra terkejut .
"Kenapa kamu bisa ada di apartemen ? apa ada masalah?" tebak Hendra asal
"Tidak yah , tidak ada masalah apa pun . Nathan membelikan Tari apartemen karena Tari memintanya . Tari gak enak kalau harus tinggal di rumah Nathan terus" ujar Tari tenang sambil tersenyum menutupi kebohongan nya .
Terlihat Hendra menganggukkan kepalanya .
📲" Ya sudah , yang penting kamu di sana baik-baik saja . Ayah tutup dulu sambungannya ya , jaga diri kamu !" ujar Hendra memberikan perhatian kasih sayang anak terhadap Tari .
Tari menganggukkan kepala .
"Iya ayah , ayah juga jaga kesehatan ya . Tari gak mau liat ayah sakit , karena Tari gak berada di dekat ayah !" ucap Tari lirih merindukan kebersamaan bersama ayah angkat nya yang sudah seperti orang tua kandung bagi nya .
Panggilan video pun di tutup .
Mentari menundukkan kepala dan menghapus air mata nya ..
ia tidak tahu kapan akan bertemu keluarga kandung nya dan juga sangat merindukan kasih sayang dari ayah nya .
**Ayah Hendra 🤗
HAPPY READING CINTA MOM 💟
SEE YOU NEXT PART GAES 💃🏻💃🏻
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak , Satu like dari kalian sudah menjadi penyemangat untuk Author 🤗🤗**