
Mahi telah bersiap menggantikan Mentari untuk menikah dengan Nathan, dia sudah bertekad mengambil langkah ini dan dia juga sudah memikirkan semuanya.
"Semoga saja rencana ku berjalan dengan lancar." ucap Mahi pelan.
"Mentari!" seru Rike masuk ke dalam kamar dan Mahi langsung memakai niqob nya. "Apa kamu sudah selesai nak?"
Mahi mengangguk.
"Nathan dan keluarganya sudah berada di bawah, ayo kita keluar."
Rike dan Mahi berjalan keluar dari kamar dengan Rike yang menuntun Mahi dari samping. Rike masih belum menyadari jika itu bukanlah sang Putri.
Sesampainya dilantai bawah, Mahi tersenyum bahagia kala melihat Nathan yang telah menunggunya di meja ijab kabul. Ralat, bukan menunggunya tetapi menunggu Mentari.
Rike menyandingkan tubuh Mahi dengan Nathan, dia tersenyum menatap keduanya lalu pergi.
"Kamu sangat cantik hari ini. Apa aku boleh melihat wajahmu sedikit saja? Berikan aku senyum terbaikmu," tangan Nathan terulur untuk membuka niqob Mahi.
Mahi dengan cepat menghentikan gerakan tangan Nathan. "Jangan Nat, nanti saja."
Nathan mengerutkan dahi. "Tari apa kamu sakit? Mengapa suaramu berbeda?"
"A.. Uhuk, aku hanya sedikit flu dan batuk, Nat." kilah Mahi.
Nathan hanya mengangguk saja dan mereka duduk bersama di depan penghulu.
"Apa kalian berdua sudah siap?" penghulu menatap Nathan dan Mahi bergantian.
"SIAP!" sahut Nathan tegas sementara Mahi hanya mengangguk saja.
__ADS_1
Penghulu mengulurkan tangan sebelah kanan dan uluran itu diterima oleh Nathan.
"Baiklah kita mulai." Penghulu mulai membaca bismillah.
"Ananda Nathan Abhimana bin Ilham Abhimana saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Mentari Ramadhani binti Chandra Pradipta yang mana maharnya emas sebesar 100gram, sebuah mobil Mercedes-Benz, uang sebesar 500juta, set perhiasan dan peralatan alat sholat di bayar TUNAI!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Mentari Ramadhani binti Chandra Pradipta dengan mas kawin tersebut tunai!" ucap Nathan dengan satu kali tarikan nafas.
Dari balik niqob Mahi tersenyum puas.
"Bagaimana para saksi, Sah?"
"TIDAK!!!!" teriak seseorang dari arah tangga.
Untungnya semua orang belum mengatakan sah. Semua mata tertuju ke arah tangga dengan mulut menganga, bisik-bisik terdengar di telinga Mahi tentang siapa yang berada di samping Nathan.
Nathan menatap ke arah tangga dan sisi kirinya dengan heran. 'Mentari ada dua? Bagaimana bisa?' batin Nathan bingung.
"Tari, apa-apaan ini. Kamu—" Nathan menunjuk Tari dan wanita disampingnya dengan bergantian.
"Nat, kamu bingung 'kan? Dan kalian semua pasti bingung kenapa Mentari ada dua.'' Tari menarik kasar niqob Mahi dan terpampang lah wajah Mahi di hadapan semua orang.
Mahi yang terkejut hanya menunduk sembari menutupi wajahnya.
Nathan melongo dengan apa yang dia saksikan. "MAHI!" bentak Nathan kasar.
Rike, Chandra, Dila, dan Ramdan juga terkejut karena Mahi nekad menggantikan Mentari. Para orang tua itu berjalan mendekat ke arah Mahi.
Plak!
__ADS_1
Satu kali tamparan berhasil di layangkan oleh Dila, dia sangat malu dengan apa yang sudah dilakukan oleh sang Putri.
"Mentari," Rike memeluk tubuh Tari dari samping. "Nak, apa kamu baik-baik saja? Bagaimana bisa Mahi berada disini menggantikan kamu untuk menikah dengan Nathan?"
Tari menatap Mahi dan menarik nafas untuk menceritakan semuanya.
Flashback off
Pintu kamar terbuka dan Mahi langsung masuk ke dalam kamar dengan senyum sinis nya.
"Apa aku sudah selesai, kakak sepupu ku?" Mahi menatap Tari dari pantulan cermin.
"Kamu, mau apa kamu berada dikamar ku?" Tari gugup.
"Haha.. Apa lo takut?"
Tari berdiri dari duduknya.
•
•
•
**TBC
HAPPY READING
SEE YOU NEXT PART
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘😘**