Merebut Kembali Suamiku

Merebut Kembali Suamiku
Sudah Tak Termaafkan


__ADS_3

Chelsea hanya bisa mondar-mandir di kamarnya, sesekali ia mengintip keluar lewat jendela, berharap Arya segera pulang, dan tentu ia juga sangat berharap Jihan baik-baik saja.


Sementara Darrel menangis sendirian di kamarnya, ia tidak bisa berhenti memikirkan Jihan apalagi dia tahu adiknya itu tidak bisa minum susu yang dia minum.


"Mama?" gumam Darrel ia teringat dengan ibunya.


Ia pun segera mencari buku catatan kecil yang selalu ia bawa ke mana pun ia pergi, di buku itu terdapat nomor telepon Lea maupun keluarga yang lain. Catatan nomor telepon itu Lea berikan pada Darrel untuk jaga-jaga jika terjadi sesuatu, dan Darrel tidak bisa melakukan apa-apa.


Setelah menemukan nomor telepon Lea, Darrel langsung menghubunginya ibunya itu dari telepon rumah.


"Mama?" rengek Darrel setelah panggilan terjawab.


"Darrel?" terdengar suara cemas Lea dari seberang telepon. "Kamu kenapa, Sayang? Papa mana? Dari tadi Mama telfon papa tapi nggak dijawab."


"Papa ke rumah sakit, bawa Jihan, Mama," jawab Darrel yang kini mulai terisak.


"Ke rumah sakit bagaimana?" pekik Lea. "Jihan kenapa, Darrel?"


"Dicubit sama Tante Chill, terus dipaksa minum susu yang sama kayak susu Darrel."


...🦋...


"Dicubit?" pekik Lea lantang sampai membuat semua orang menatapnya.


Saat ini ia dan Farel ada di restaurant Hotel.


"Siapa yang dicubit, Lea?" tanya Farel cemas.


"Jihan dicubit Chelsea," jawab Lea yang membuat Farel juga melotot terkejut.

__ADS_1


"Mama, Tante Chill jahat, kami nggak mau tinggal sama Tante Chill!"


Hati Lea seperti diremas mendengar sang putra yang merengek, dan ia merasa bersalah karena sudah menempatkan Chelsea di rumahnya, sehingga wanita itu bisa melakukan kekerasan secara fisik seperti ini.


"Maafin Mama, Sayang," lirih Lea dengan mata yang berkaca-kaca. "Seharusnya Mama nggak minta dia tinggal sama kita, Mama minta maaf ya, Nak."


"Mama nggak salah," jawab Darrel. "Kami sayang Mama, Mama nggak salah, Tante Chill aja yang jahat," oceh Darrel.


"Begini saja, Mama akan meminta Papa untuk mengantar kalian ke rumah kakek dan nenek. Kalian tinggal di sana sampai Mama pulang, okay?


"Kekek sama nenek suruh ke sini saja, Mama," pinta Darrel.


"Ya udah, Mama telfon mereka dulu, Sayang. Darrel tolong jaga adikmu ya, Nak."


"Iya, Mama," jawab Darrel.


"Laporkan saja ke polisi, Lea," saran Farel setelah wanita itu selesai berbicara dengan Darrel. "Ini sudah termasuk tindak kekerasan pada anak, nggak bisa dibiarin."


"Besok pagi kita pulang," kata Farel yang membuat Lea terkejut.


"Tapi pekerjaan kita?"


"Kita selesaikan semuanya hari ini, bagaimana pun anak adalah yang terpenting, kan?"


Lea mengangguk sambil mengulum senyum, tapi mengingat kembali aduan Darrel tadi membuat Lea kembali kesal.


"Aku mau ke kamar sebentar," kata Lea kemudian pada Farel, dan teman sekaligus bosnya itu mempersilakan.


Sesampainya di kamar, Lea kembali mencoba menghubungi Arya, dan kali ia panggilannya dijawab.

__ADS_1


"Lea?" Suara Arya terdengar lemas di telepon.


"Kamu ke mana tadi, huh?" bentak Lea tanpa basa-basi. "Kamu biarin selingkuhan kamu itu menyiksa anakku sampai masuk rumah sakit?" Lea berteriak sambil menangis.


...🦋...


Arya baru saja sampai di rumah, ia langsung menidurkan Jihan di kamarnya dan bersamaan dengan itu ia mendapatkan telepon dari istrinya.


Chelsea menghampiri Arya, tapi pria itu langsung bergegas ke kamarnya apalagi setelah ia mendengar bentakan Lea.


"Maafin aku, Lea," lirih Arya.


"Iya, sudah sepantasnya kamu minta maaf karena kamu nggak bisa jadi ayah yang baik!" geram Lea penuh kemarahan.


"Lupakan soal perjanjian yang aku buat, suruh selingkuhan kamu itu keluar dari rumahku sekarang juga! Dan silakan kalian lanjutkan perselingkuhan kalian, aku nggak peduli. Mau kalian nikah, berpesta, hidup menderita, bahagia, atau mati sekalian. Aku nggak peduli!"


Arya terperangah mendengar kemarahan Lea, dan ia bisa mengerti kemarahan istrinya itu. Bahkan, kini mata Arya sudah berkaca-kaca. Apalagi mengingat bagaimana tadi Jihan menangis karena sakit perut, dan Arya masih sempat kesal pada bocah itu karena tidak kunjung diam.


Padahal, anaknya pasti sangat sakit.


"Iya, aku akan menyuruh Chelsea pulang," sahut Arya sembari mengucek matanya.


"Aku akan telpon mama dan papa, biar mereka yang mengurus anak-anakku karena kamu nggak becus jaga mereka. Seharusnya aku nggak tinggalin anak-anakku sama orang seperti kalian!"


"Lea, aku tahu aku salah," ujar Arya penuh penekan. "Aku mohon udah marahnya, Sayang."


"Udah kamu bilang, Mas?" Lea kembali membentak yang langsung membuat Arya terkesiap. "Darrel dibentak sama dia, aku sudah berbesar hati memaafkan wanita simpananmu itu. Tapi Jihan? Dia paksa Jihan minum susu, terus dicubit, dia itu perempuan atau bukan?"


Arya tak bisa menjawab, ia hanya bisa terduduk lesu mendengar luapan kemarahan Lea.

__ADS_1


"Besok pagi aku akan pulang, dan aku mau wanita itu sudah angkat kaki dari rumahku sebelum aku sampai di rumah!"


__ADS_2