Merebut Kembali Suamiku

Merebut Kembali Suamiku
Apalagi Yang Kamu Tunggu?


__ADS_3

"Kamu masih nggak mau buka hati, Lea?" bisik Carol pada Lea setelah Arya keluar untuk menjawab telepon yang katanya dari sang Ibu, ia sangat penasaran untuk bertanya soal ini sejak dulu. Karena Lea masih menutup hati, tapi mereka bersikap seolah masih suami istri saat bersama seperti sekarang.


"Entah lah," jawab Lea yang juga berbisik, ia mengedikkan bahu.


"Dia benar-benar berjuang, Lea, aku aja kagum dan tersentuh dengan kegigihan dia," kata Carol sambil menyikut Lea, ia menatap temannya itu dengan penuh Arti.


"Kamu pikir aku nggak?" kekeh Lea sambil menahan senyum malu. "Aku juga nggak nyangka dia tetap akan bertahan sejauh ini, padahal masih banyak wanita muda yang mau sama dia," pungkas Lea. Antara kagum, dan heran.


"Terus kamu tunggu apa lagi?" tanya Carol.


"Apa yang kamu mau sudah kamu dapatkan. Kamu berhasil merebut Arya, membuat dia bertekuk lutut di depan kamu, bahkan dia benar-benar membuang Chelsea seperti yang kamu harapkan. Lalu, apa yang kamu tunggu sekarang saat dia rela menyerahkan diri padamu?"


"Keyakinan," jawab Lea dengan suara rendah. "Di sini, aku masih punya masalah keyakinan yang aku coba ajak kompromi," ungkap Lea sambil menepuk dadanya sendiri.


Membuat Carol langsung menatapnya dengan sedih, apalagi saat ia melihat Lea menghela napas lesu.


"Memaafkan apa yang mas Arya lakukan itu ternyata nggak sesusah yang aku bayangkan. Tapi melupakan apa yang dia lakukan, itu nggak semudah apa yang aku harapkan," pungkas Lea sambil tersenyum masam. "Itu seperti mimpi buruk, yang aku selalu ingat saat aku terjaga."


"Aku mengerti," sahut Carol sambil memegang tangan Lea. "Masih sama seperti dulu, aku akan selalu mendukung kamu apa pun yang kamu putuskan, Lea."


"Makasih, Carol," ucap Lea yang langsung memeluk sahabatnya itu dengan erat. "Kamu benar-benar pengertian, aku seperti punya adik yang dewasa dan penuh kasih sayang."


"Tapi jika aku boleh memberi saran." Carol menatap Lea. "Mungkin kamu bisa mencobanya sekali lagi, Lea."


"Kadang aku memang berpikir begitu," lirih Lea. "Apalagi setiap kali aku melihat Darrel dan Jihan bersama mas Arya, aku benar-benar ingin mengembalikan semuanya seperti dulu."


"Aku berharap dan mendoakan mu mendapat yang terbaik, Lea, dengan atau tanpa Arya di sisi kamu. Kamu pantas mendapatkan yang terbaik."


Lea mengangguk, ia juga meyakinkan hal itu pada dirinya sendiri. Apapun yang terjadi, dia berhak mendapatkan yang terbaik.


...🦋...


Setelah dari rumah sakit, Arya mengantar Lea dan anak-anak pulang, kemudian Arya pulang ke rumahnya sendiri.


Sesampainya di rumah, pria itu langsung masuk ke kamarnya. Kamar yang masih sama persis seperti dulu.


Tidak ada satu pun dari sudut rumah nya yang berubah, semua itu Arya lakukan untuk mengenang keluarga nya, dan berharap jika nanti mereka tinggal bersama lagi, maka tidak ada yang berubah.


Arya duduk di tepi ranjang, dan ia teringat kembali pertemuannya dengan Chelsea, yang sebenarnya cukup mengejutkan, dan juga membuatnya kepikiran.


Setelah sekian lama, Arya tidak menyangka masih akan bertemu wanita itu. Apalagi ia sempat mendengar dari teman Chelsea di kantor, bahwa wanita itu sudah pindah rumah.

__ADS_1


"Semoga dia mendapatkan kehidupan yang baik," gumam Arya.


Ia tulus berdoa untuk mantan kekasihnya itu, dia juga merasa bersalah karena bagaimana pun Arya berperan besar dalam perubahan hidup Chealse.


Namun, semua harus tetap berada di jalan nya masing-masing sekarang. Harus berjuang dengan perjuangan nya masing-masing.


Arya menjatuhkan dirinya ke ranjang, ia merasa lelah sebenarnya. Tadi malam ia lembur sampai jam dua pagi, kemudian ia bangun jam 6 dan langsung ke rumah Lea.


Seharian penuh Arya beraktifitas bersama keluarga kecilnya, itu melelahkan tapi juga menyenangkan.


Saat mata Arya terpejam, ponsel yang masih ada dalam sakunya bergetar. "Ganggau saja!" keluh Arya sambil merogoh ponselnya dengan kesal.


Namun, senyum lebar tiba-tiba terbit di bibirnya, dan matanya langsung berbinar melihat siapa yang mengirimkan pesan.


^^^Wife^^^


^^^"Aku punya dua tiket nonton film, mau ikut?"^^^


Arya menganga, ia juga membuka matanya lebar-lebar saat membaca pesan itu.


Setelah sekian lama, akhirnya ia mendapatkan pesan yang nyaman dari Lea. Yang membuat hatinya sangat senang, dan yang tidak berhubungan dengan anak-anak.


Selama ini mereka memang masih berkomunikasi, tapi Lea sangat menjaga batasannya. Bahkan, wanita itu hanya mengirim pesan jika sangat penting, atau berhubungan dengan anak-anak.


"Kamu cuma butuh waktu beberapa hari untuk merebutku kembali, Sayang, sedangkan aku sudah menghabiskan lebih dari satu setengah tahun untuk merebutmu, tapi belum juga memberikan hasil. Ini nggak adil, kenapa harus aku yang tergila-gila sama kamu?"


...🦋...


Lea memikirkan kembali apa yang Carol sarankan, apalagi setelah mengingat perjuangan Arya untuknya dan untuk anak-anak selama satu setengah tahun ini.


Lea tahu tahu itu tidak mudah, ia juga tahu hatinya masih sangat mencintai Arya. Namun, Lea tidak ingin kembali hanya karena kasihan melihat perjuangan Arya, atau hanya karena dia masih mencintai pria itu.


Lea akan kembali jika hatinya sudah yakin bahwa Arya tidak akan mengkhianatinya lagi.


"Kira-kira dia mau nggak, ya?" gumam Lea sambil menatap ponselnya, ia menunggu pesan dari sang mantan.


Tadinya, Lea ingin mengajak Arya makan malam, tetapi ia berpikir itu terlalu formal. Jadi, Lea memutuskan akan mengajak Arya nonton film saja. Itu netral.


Ting


Satu pesan masuk, dan Lea langsung membukanya.

__ADS_1


^^^Mas Arya^^^


^^^"Kapan dan jam berapa? Nanti biar aku yang jemput kamu."^^^


Lea langsung tersenyum saat membaca pesan Arya, bahkan ia langsung membayangkan wajah pria itu sekarang.


Me


"Besok malam, jam setengah 7. Nanti aku titip anak-anak ke mama."


Me


"Atau kamu mau kita mengajak meraka? Aku akan membeli tiket film anak-anak."


Baru beberapa detik setelah pesan itu terkirim, pesan dari Arya kembali masuk.


^^^Mas Arya^^^


^^^"Jangan!!!"^^^


Lea mengernyit membaca pesan Arya yang berisi satu kata itu, bahkan ada tiga tanda seru, seolah itu larangan keras.


Me


"Kenapa?"


^^^Mas Arya^^^


^^^"Kita udah lama nggak menghabiskan waktu berdua aja, jadi jangan ajak Darrel dan Jihan. Sekali aja, ya!"^^^


Lea kembali di buat senyum-senyum oleh pesan sang mantan. Terbersit ide iseng dalam benak Lea untuk menggoda Arya, dia penasaran akan seperti apa respon pria itu.


Me


"Padahal aku berencana mau ngajak papa, mama, dan Bibi juga. Bibi juga butuh hiburan."


^^^Mas Arya^^^


^^^"Kenapa nggak sekalian ajak tetangga kanan kiri mu itu? Seru, kan?"^^^


Lea langsung tergelak membaca pesan Arya, sungguh respon yang di luar dugaan, pikirnya.

__ADS_1


Me


"Sampai ketemu besok malam, Mas Arya."


__ADS_2