Merebut Kembali Suamiku

Merebut Kembali Suamiku
Niat Berkencan, Tapi....


__ADS_3

"Lea?"


Panggil Chelsea memberanikan diri, tapi sayang sekali Lea tidak merespon meskipun wanita itu menghentikan langkah nya.


Chelsea mendekati Lea dengan ragu, bahkan ia merasa sedikit gugup, tetapi Chelsea menahan nya.


"Lama kita nggak ketemu," kata Chelsea sambil tersenyum tipis.


"Bukan nya itu bagus?"


Justru kalimat itu yang keluar dari bibir Lea, bahkan Lea masih enggan menatap Chelsea. "Dengan begitu, kita bisa fokus sama hidup kita masing-masing."


Chelsea menganggukan kepala, meskipun ia tahu Lea tidak melihat nya.


"Bagaimana kabar kamu?" tanya Chelsea lagi.


"Seperti yang kamu lihat." Lea menjawab dengan dingin, bahkan raut wajah wanita itu tampak datar.


"Aku mengerti," lirih Chelsea.


"Hem," sahut Lea sama sekali tidak bersahabat, sebelum akhir nya Lea melanjutkan langkah nya.


Chelsea hanya bisa menatap Lea dengan nanar, hati nya seperti di cubit karena Lea seolah enggan menatap wajah nya.


"Bodoh nya aku!" gumam Chelsea. "Kenapa aku harus menyapa orang yang sangat membenci ku?"


Chelsea tersenyum miring, mengejek diri nya sendiri yang entah kenapa selalu bertindak bodoh. Padahal, ia tahu Lea tidak mungkin menyambut sapaan nya dengan senyum setelah apa yang dia lakukan.


Chelsea kembali ke meja nya, sementara Lea kini berdiam diri di dalam mobil.


Amarah Lea kembali terpancing mantan kekasih Arya itu, tapi ia berusaha menahan diri seperti biasa.


"Entah apa yang ada dalam otak nya sampai dia menyapa seperti itu," gumam Lea sembari mengambil botol minum nya. "Apa dia nggak bisa pura-pura nggak usah kenal gitu, kenapa dia masih sok manis setelah semua yang dia lakukan?"


Lea menggerutu setelah ia meneguk air minum nya.


"Mungkin dia berhasil move on, mungkin juga sudah punya kehidupan yang bahagia. Apa karena itu dia menyapa ku?"


Lea membuang napas kasar, ia merasa sangat kesal pada Chelsea yang tampak nya ingin bertindak seolah tidak ada apa-apa di antar mereka. Padahal, Lea tidak bisa melupakan apa yang dia lakukan.


...🦋...


Tepat jam 6 Arya sudah datang ke rumah Lea, ia tampak sangat bersemangat dengan acara nya malam ini.

__ADS_1


"Papa sama mama mau ke bioskop, kan?" tanya Darrel sambil memperhatikan penampilan sang ayah dari atas kepala hingga ujung kaki.


Arya memang sengaja membuat penampilan nya berbeda kali ini, ia ingin menarik perhatian Lea tapi ia justru mendapatkan tatapan aneh dari Darrel.


Bagaimana tidak?


Pria itu memakai celana kain hitam, kemeja biru, dan rambut nya di tata sedikit klimis.


"Iya," jawab Arya. "Bagaimana penampilan Papa? Tampan, kan? Ini kemeja baru, Papa baru beli tadi di butik."


"Nggak cocok!" jawab Darrel. "Masa mau ke bioskop tapi penampilan nya kayak mau kerja ke kantor, Papa bagaimana sih?" ejek Darrel.


"Ya biar rapi, biar Mama senang," kata Arya membela diri.


"Mama aja pakek daster sama sandal jepit," ujar Darrel yang membuat Arya menganga.


"Masa pakek begitu?" gumam Arya.


Lea memang belum keluar dari kamar Jihan, kata Darrel, Lea sedang menyiapkan barang-barang yang akan Jihan bawa ke rumah nenek.


Tak berselang lama, Lea dan Jihan kelar.


Benar saja, Lea hanya pakai dress putih polos lengan pendek, panjang dress itu sampai di bawah lutut, dan dia memakai sandal jepit. Sementara rambut nya yang lebih sudah melebihi bahu nya itu di ikat asal.


Namun, penampilan sederhana mantan istri nya itu justru membuat Arya terpesona.


"Mas, kamu belum pulang dari kantor?" tanya Lea karena Arya masih memakai kemeja.


"Aa ... emm , iya," jawab Arya sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Tidak mungkin 'kan dia memberi tahu sang mantan bahwa dia sampai membeli baju baru pergi ke bioskop.


"Oh, kamu sibuk banget ya, Mas? Sampai nggak sempat pulang," kata Lea yang merasa kasihan pada Arya.


"Nggak ... kok," bantah Arya gelagapan sambil tertawa canggung. "Cuma ... tadi malas yang mau pulang." Lanjut nya yang terpaksa berbohong.


"Oh, ya udah," kata Lea sambil tersenyum.


"Ya sudah, ayo!" ajak Arya sebelum Lea kembali mengomentari penampilan nya.


...🦋...


Sebelum pergi ke bioskop, Arya mengantar Darrel dan Jihan ke rumah orang tua nya, Lea juga memberikan makanan yang tadi sudah ia beli.

__ADS_1


Meskipun tak lagi menjadi menantu nya, tetapi kedua orang tua Arya memperlakukan Lea masih sama persis seperti dulu. Tak ada yang berubah, baik dari bagaimana mereka menghormati Lea atau pun menyayangi nya.


Begitu juga sebalik nya.


"Oh ya, kamu mau nonton film apa, Lea?" tanya Arya, ia bahkan lupa tidak menanyakan itu sejak semalam.


"Film terbaru, kata nya sih bagus," kata Lea sembari mengeluarkan dua tiket yang ia beli.


"Astaga, kamu ngajak aku nonton ...." Arya terbelalak saat Lea menunjukkan tiket film nya. "Horor?" cicit Arya.


Lea menggangguk, bahkan ia tampak tidak peduli dengan raut wajah terkejut Arya.


"Benaran mau nonton horor, Lea?" tanya Arya sekali lagi.


"Iya, Mas," jawab Lea sambil tertawa. "Kenapa? Nggak mau? Takut?"


Arya menghela napas berat.


Ia sama sekali tidak takut dengan film horor, hanya saja ekspektasi nya terlalu tinggi saat Lea mengajak nya nonton. Arya bahkan sampai membeli baju baru untuk menyempurnakan pertemuan nya ini.


Namun, harus kah ia berakhir di bioskop dengan film horor?


"Ayo, Mas, udah mau jam setengah 7 ini."


Lea menarik tangan Arya masuk ke bioskop, di mana orang-orang sudah mulai ramai.


Arya tidak bisa melakukan apa pun selain pasrah pada nasib.


"Kenapa harus horor, Lea?" keluh Arya kemudian. "Hidup kita sudah horor, kamu malah tambah ajak aku nonton horor."


Bukan nya merasa bersalah, Lea justru tertawa geli mendengar keluhan mantan suami nya itu. Sebenarnya Lea sendiri bingung harus nonton film apa karena ia tidak sedang ingin nonton film, Lea hanya butuh alasan untuk mengajak Arya pergi bersama, dan hanya berdua.


Tapi karena banyak yang mengatakan film horor itu bagus, akhirnya ia memilih tersebut.


"Kata nya yang ini bagus banget, Mas," ucap Lea sambil duduk bersandar untuk menyamankan posisi nya.


"Oke, mari kita lihat sebagus apa," ucap Arya.


Lea menatap pria itu yang masih menekuk wajah nya. Ia teringat kembali pertemuan nya dengan Chelsea.


"Mas?" panggil Lea.


"Hem."

__ADS_1


"Tadi aku ketemu mantan kamu."


"Huh?"


__ADS_2