
"Tadi aku ketemu mantan kamu."
"Huh?"
Tentu saja Arya terkejut mendengar apa yang Lea katakan, ia langsung menoleh, menatap wajah istri nya itu dan tiba-tiba lampu di matikan. Pertanda film akan segera di putar.
"Kamu bilang apa tadi, Lea?" tanya Arya, berpikir mungkin ia salah dengar, dan ia berharap diri nya memang salah dengar.
Jika boleh jujur, Arya tidak ingin Lea bertemu dengan Chelsea lagi. Arya takut itu akan membuat Lea semakin jauh dari nya.
"Aku bilang, aku ketemu mantan kamu, Mas, aku ketemu Chelsea saat beli makanan di restoran yang baru itu."
Lea mengulangi ucapan nya, bahkan kali ini ia memberi tahu lebih detail, dan raut wajah nya menunjukkan ia cemburu saat mengingat Chelsea. Namun, sayang sekali Arya tidak bisa melihat wajah Lea dengan jelas.
"Lalu? Apa kamu nggak nyaman? Dia melakukan atau mengatakan sesuatu sama kamu? Kamu marah?"
Lea tercengang, ia tidak menyangka Arya justru akan mencecar nya dengan pertanyaan seperti itu setelah ia memberi tahu tentang pertemuan nya dengan Chelsea.
"Nggak," jawab Lea dengan suara yang sangat pelan. "Dia cuma nyapa," tambah nya. "Tapi jujur, aku nggak suka ketemu dia."
"Sebenarnya aku juga bertemu dia saat aku membeli buah," ujar Arya dengan jujur yang membuat Lea terkejut. Ia langsung menatap wajah mantan suami nya itu dengan seksama, dan juga penuh curiga.
"Lalu? Kalian bicara?" tanya Lea, tiba-tiba hatinya bergemuruh, rasa cemburu, marah dan kesal menjadi satu di sana.
"Nggak sama sekali," jawab Arya. "Aku sudah mengakhiri semua nya, Lea, jadi aku nggak akan memulai apa pun lagi pada sesuatu yang sudah aku selesai kan."
"Oh ya?" Lea melemparkan tatapan tidak percaya nya pada pada sang mantan.
Ah, pria itu adalah mantan suami nya. Seharusnya tidak apa-apa 'kan jika dia berbicara dengan wanita mana pun?
__ADS_1
Tapi kenapa Lea merasa keberatan?
"Iya," jawab Arya dengan tegas. "Entah sudah berapa ribu kali aku bilang sama kamu, aku ingin memulai hubungan yang baru sama kamu, aku ingin membuat keluarga kita utuh lagi. Jadi, aku nggak akan melakukan apapun yang bisa merusak itu," pungkas Arya panjang lebar, berharap Lea kembali percaya padanya.
Arya memberanikan diri memegang tangan Lea, membuat Lea terkesiap. Sudah lama sekali Arya tidak memegang tangan nya seperti ini, dan itu berhasil membuat hati Lea berdebar kencang, begitu juga dengan Arya.
Kedua insan itu seperti seseorang yang baru saja ingin jadian setelah lama saling menyimpan rasa yang istimewa.
"Aku masih ingin menjadi milik mu, Lea," lirih Arya dengan sangat serius, dan juga tulus dari hati nya yang paling dalam. "Dan aku mau kamu menjadi milik ku, jadi aku nggak akan berbagai diri dengan siapa pun lagi."
Arya berkata penuh penekanan, seolah ingin meyakinkan bahwa ia tidak main-main dengan setiap kata kata yang ia ucapkan.
Lea terenyuh, apalagi saat tatapan nya bertemu dengan tatapan Arya yang begitu dalam.
"Apa kamu masih belum juga percaya bahwa kamu benar-benar telah memenangkan hati ku sepenuh nya, Lea?" Suara Arya terdengar rendah, seolah pria itu sudah frustasi dengan perasaan nya
Perasaan seperti ini sudah lama sekali tidak mereka merasakan.
Suasana tiba-tiba terasa romantis bagi kedua nya, mereka bahkan lupa di mana mereka berada saat ini. Mereka juga tidak sadar, film horor itu sudah di mulai, dan orang-orang mulia tegang menanti setiap adegan film yang semua orang bilang bagus itu.
Bagi Lea dan Arya, dunia seolah berhenti berputar, dan kini dunia hanya tefokus pada mereka berdua.
"Aku mencintai mu," bisik Arya dengan mesra, membuat hati Lea semakin berdebar kencang, pipi nya juga terasa panas, dan pasti merwha merona.
"Aku sangat mencintaimu, Lea, maukah kamu jadi istri ku?"
Lea tidak bisa menjawab, ia hanya bisa menatap mata Arya tanpa berkedip.
Lamaran itu telah terucap untuk yang ke sekian kali nya, dan biasa nya Lea menolak, atau mengabaikan nya. Namun, sekarang rasa nya berbeda.
__ADS_1
Lea tidak bisa mengabaikan lamaran itu, ia tidak bisa menolak nya juga, tapi lidah Lea terasa kelu untuk mengatakan sesuatu. J
Hingga tiba-tiba....
"AAaaaaaa!"
"Aaaa!"
"AAaaaaaa!"
Arya dan Lea tersentak saat mendengar beberapa orang berteriak secara bersamaan karena ada jumpscare, kedua insan itu celingukan ke kanan dan ke kiri.
orang-orang di dalam bioskop itu sudah terlihat sangat tegang, ada yang berteriak, ada yang menutup mata, ada yang menunduk dan sebagai nya.
Sementara Arya dan Lea hanya tercengang, sebelum akhir nya mereka tertawa kecil saat menyadari apa yang terjadi.
"Aku sampai lupa kamu membeli tiket film horor," bisik Arya.
"Aku juga lupa," sahut Lea dengan jujur.
Bagaimana tak lupa, mereka terlalu tenggelam dalam suasana romantis yang tidak pernah terduga.
"Mari nikmati film horor nya." Arya kembali menarik tangan Lea, kemudian menggenggam nya dengan erat.
Lea tak menolak, bahkan ia merasa senang sekarang.
"Kalau kamu takut, aku ada di sini, tinggal peluk aja." goda Arya.
"Mau nya situ!" sungut Lea.
__ADS_1