Merebut Kembali Suamiku

Merebut Kembali Suamiku
Ayo Berdamai!


__ADS_3

"Saat menikahi kamu, aku berjanji akan setia, dan akan selalu ada buat kamu dalam setiap langkah," kata Arya sembari menatap Lea yang asyik makan keripik sembari memperhatikan Darrel dan Jihan yang asik bermain.


"Aku gagal menepati janjiku," tambah Arya. "Tapi sekali kali aku ingin berjanji dan aku akan berusaha menepati janjiku."


"Kamu akan berjanji saat kita sudah resmi bercerai?" Lea tertawa kecil, meski sorot matanya menggambarkah hatinya yang sedang pahit.


"Iya," jawab Arya sembari mengalihkan tatapannya pada kedua anaknya. "Sekarang aku berjanji, aku akan jadi ayah yang baik untuk mereka meskipun kita sudah bukan suami istri."


"Aku juga berjanji pada diriku sendiri," sahut Lea sambil tersenyum tipis. "Aku akan menjadi Ibu yang lebih baik, apalagi aku sudah merampas satu kebahagiaan mereka dengan membuat keluarga kita terpisah. Jadi, ke depannya aku akan berusaha membuat mereka selalu bahagia."


"Apa kamu mau kita bekerja sama dan saling membantu?" tanya Arya sembari mengangkat jari kelingkingnya, seolah meminta Lea mengikat janji dengannya.


Lea menatap Arya dengan dalam dan cukup lama, sebelum akhirnya ia juga mengangkat jari kelingking dan mengaitkannya ke jari kelingking Arya.


Hati Arya langsung berbunga-bunga karena menerima tawaran itu dengan mudah, dan Lea pun melempar senyum tulus.

__ADS_1


"Kali ini, ayo kita sama-sama berusaha menepati janji," pinta Lea dengan suara yang kembali tercekat. Ia ingin menangis, tapi Lea tidak bisa.


Sekarang, Lea tidak lagi punya tempat bersandar. Jadi, ia berusaha tegar sendirian.


"Maafin aku, Lea," ucap Arya sekali lagi saat melihat sorot kesedihan di mata Lea. "


"Aku juga minta maaf," balas Lea dengan tulus karena ia juga tak bisa menepati janjinya untuk tidak pergi dari Arya, apapun yang terjadi. Lea tahu, dirinya juga bersalah. Dan sekarang ia sedang berusaha tidak menyalahkan Arya seperti dulu, ia berusaha berdamai dengan keadaan.


"Tapi, ayo belajar berdamai dengan keadaan! Karena perceraian kita bukan akhir dari segalanya," ujar Lea. "Aku juga nggak mau ini menjadi akhir dari segalanya, sementara ada Darrel dan Jihan yang masih harus memiliki keluarga utuh."


Kedua insan itu saling menatap dengan dalam, dan tak perlu diberi tahu apa yang mereka rasakan saat ini. Semua itu sudah terpancar dengan jelas di mata mereka.


Sementara itu, Darrel melihat kedua orang tuanya sambil tersenyum lebar. Akhirnya, apa yang ia tunggu kini tercapai. Yaitu kedua orang tuanya berdamai, baikan, dan kembali bersama.


"Papa sama Mama sudah baikan," gumam Darrel bahagia. Apalagi ia keluar jari kedua orang tuanya itu masih menyatu.

__ADS_1


Sehari setelah sidang memutuskan Lea dan Arya resmi bercerai, mereka justru mengajak anak-anak pergi ke taman bermain.


Aneh?


Tidak sama sekali bagi Arya dan Lea, ini adalah cara mereka untuk menghibur diri, langkah awal untuk Berdamai dengan keadaan karena ke depan nanti mereka harus tetep menjadi rekan sebagai orang tua anak-anak.


Mereka juga ingin menunjukkan pada Darrel dan Jihan pada semuanya baik-baik saja, meskipun sebenarnya tidak, untuk saat ini.


Namun, keduanya bertekad akan belajar berdamai dengan diri sendiri, dan juga keadaan mereka walaupun itu tidak lah mudah.


Lea dengan traumanya.


Arya dengan penyesalannya.


Namun, keduanya kini telah memutuskan untuk berdamai dengan keadaan, dan akan mengambil melangkah yang baru.

__ADS_1


...🦋...


__ADS_2