Merebut Kembali Suamiku

Merebut Kembali Suamiku
Mulai Sadar


__ADS_3

Arya hanya bisa pasrah saat Lea mengatakan akan menceraikannya meskipun rasanya sangat berat menerima kenyataan itu, apalagi Arya sadar dia sudah gagal menjaga rumah tangganya.


Malam ini, Lea tidur bersama anak-anaknya, dan ia masih tidak berbicara dengan Arya setelah ia mengutarakan keinginannya untuk bercerai.


Sementara Arya kini menatap ponselnya, ia membaca beberapa pesan yang Chealse kirim. Pesan yang berisi permintaan maaf juga ungkapan cinta itu sama sekali tidak membuat hati Arya tersentuh lagi, apalagi saat ia mengingat bagaimana Jihan menangis karena ulah wanita itu.


Arya meletakkan ponselnya kembali tanpa berniat membalas pesan Chelsea, kini ia hanya bisa menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan yang tampak kosong, ia memutar kembali ingatannya pada Chelsea juga Lea.


Selama satu tahun lebih, Chelsea memang memberikan perhatian yang lebih untuknya dibandingkan dengan Lea. Namun, setelah seharian ini ia diabaikan oleh Lea, itu membuat Arya kembali teringat pada cara Lea mencintainya selama 15 tahun mereka bersama.


Arya merasa kehilangan cinta indah dan juga sangat berarti, dan ia merasa sangat mencemaskan sesuatu sekarang.


Lea yang selalu mendukungnya di setiap keadaan, dan selalu percaya padanya bahwa ia bisa melakukan apa yang ia pikir tidak bisa.

__ADS_1


"Kenapa hidupku jadi seperti ini, Tuhan?"


Arya mengusap wajahnya dengan kasar, sebelum akhirnya ia bergegas ke kamar anak-anak.


Arya memandangi wajah keluarga kecilnya itu dengan lekat-lekat, wajah polos anak-anaknya dan juga wajah tenang Lea membuat perasaan Arya menghangat, bahkan kecemasan yang tadi ia rasakan seolah menguap.


"Aku juga dulu merasa capek banget, Mas, aku juga pengen ngeluh sama kamu. Tapi saat aku melihat wajah kamu waktu kamu tertidur lelap, aku nggak jadi ngeluh karena aku tahu kamu pasti capek juga bekerja di luar."


Arya teringat dengan apa yang Lea katakan dulu, dan sekarang ia mengerti apa maksud kata-kata sang istri.


"Maafin Papa, Sayang." Arya menyentuh pipi Jihan dengan lembut. "Mama benar, Papa nggak bisa jadi ayah yang baik."


Lea terbangun saat ia merasakan pergerakan di sisinya, tapi ia tetap menutup mata dan ia menahan air matanya sekuat tenaga.

__ADS_1


Rasa sakit di hati Lea karena pengkhianatan suaminya kini berlipat ganda setelah Jihan dan Darrel mendapatkan perlakuan buruk dari Chealse, padahal Arya ada di sana, tapi suaminya itu tidak bisa berbuat apa-apa. Itu lah yang membuat Lea tak ingin lagi mempertahankan rumah tangganya.


Air mata Lea jatuh saat tiba-tiba ia merasakan sebuah kecupan di pelipisnya, ia ingin marah karena Arya berani menciumnya setelah apa yang pria itu lakukan padanya. Namun, Lea masih merasa enggan untuk menatap pria itu.


Jadi, Lea mencoba mengabaikan keberadaan sang suami, dan ia kembali berusaha tidur walaupun terasa sangat sulit.


Semalaman penuh Arya tidak menutup matanya, ia hanya memandang ketiga orang yang telah memberikan warna sempurna dan cerah dalam hidupnya, tapi ia justru memubuhkan warna hitam dalam warna cerah itu dengan sebuah perselingkuhan.


...🦋...


Sementara di sisi lain, Chelsea menahan tangis karena Arya mengabaikannya. Rasa takut ditinggalkan semakin besar dalam hatinya.


"Apa kamu nggak mau maafin aku, Mas?" Chelsea kembali mengirim pesan pada Arya.

__ADS_1


"Kenapa kamu nggak mau kasih aku satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya, aku janji nggak akan kasar lagi sama anak-anak"


__ADS_2