
"Ada lagi yang belum kamu akui?" tanya Arya sembari mengekori Lea yang kini masuk ke dalam lift.
Setelah mengungkapkan semuanya, Lea keluar dari ruang kerja Pak Steven, Carol dan Farel juga sudah pergi. Tapi Arya merasa masih merasa mungkin ada sesuatu yang lain yang belum Lea akui di depan meraka.
"Ada," jawab Lea dengan santai. "Aku sengaja menyuruh Bibi pulang supaya kamu benar-benar tahu rasanya mengurus anak-anak."
Arya kembali dibuat melotot terkejut, bahkan mulut pria itu terbuka lebar.
"Sejak awal, aku nggak pernah berniat mau berbagi suami dengan wanita lain, apalagi dengan Chelsea," sinis Lea kemudian.
"Tapi aku sengaja memberikan kalian kesempatan, menempatkan kalian di satu rumah, di mana ada anak-anak juga. Aku ingin kamu melihat dengan mata yang terbuka lebar, apakah wanita yang memberikan perhatian istimewa sama kamu, juga bisa memberikan perhatian yang sama untuk anak-anak kamu."
Arya membuang napas kasar.
Rupanya, semua yang terjadi selama ini telah disusun rapi oleh Lea.
"Aku juga ingin Chelsea melihat, betapa istimewanya aku dan dia nggak akan sanggup menjadi aku," tambah Lea.
Arya hanya bisa membuka mulut tanpa tahu harus berkata apa, ia lupa bahwa dirinya menikahi wanita cerdas dan kuat seperti Lea. Bahkan, itu juga alasannya dulu sangat mengagumi Lea, hingga jatuh cinta padanya.
Lea punya prinsip, harga diri, dan wanita itu tidak akan pernah takut mengambil langkah yang mungkin bagi sebagian orang itu sangat berat.
Lift terbuka, Lea langsung bergegas kembali ke ruang kerjanya, dan Arya masih mengekori wanita itu.
"Kamu berhasil dalam segalanya!" seru Arya. "Aku sadar aku salah, dan aku sadar kenapa kamu berubah. Jadi, bisakah memaafkan aku?" Arya berita lirih di akhir kalimat.
Lea langsung menghentikan langkahnya, ia berbalik badan hingga kini ia dan suaminya yang mungkin sebentar lagi akan menjadi mantan itu berhadapan.
"Aku ingin membuat kamu sadar, tapi bukan berarti memaafkan."
__ADS_1
"Lea, please!"
Arya hendak menyentuh tangan sang istri, tetapi Lea langsung melangkah mundur.
"Jangan lupa, minggu depan persidangan pertama kita. Dan buat semuanya cepat karena aku nggak nuntut apapun dari kamu, selain hak asuh Darrel dan Jihan."
"Kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, please!"
Arya kembali memohon, dan itu membuat Lea mengernyit.
Awalnya, ia pikir Arya akan marah setelah mengetahui dirinya lah yang membuat karir pria itu hampir berakhir. Namun, Lea tidak menyangka pria itu masih terus memohon maaf padanya.
Hati Lea tersentuh, apalagi saat ia melihat ketulusan di mata sang suami.
"Aku mohon, Lea, aku nggak akan mengulangi kesalah bodohku itu lagi," rengek Arya dan sekali lagi ia menarik tangan Lea. Kali ini Lea tidak menolak, dan itu membuat Arya senang.
Seketika rasa senang di hati Arya musnah, secara perlahan ia melepaskan tangannya dari tangan Lea.
...🦋...
Lea menatap pantulan dirinya di cermin, ia memegang pipinya yang semakin tirus. "Turun hampir tiga kilo," kekeh Lea pada dirinya sendiri, padahal sorot matanya menyiratkan luka yang begitu dalam.
Sejak mengetahui sang suami selingkuh, Lea memang kehilangan selera makannya. Bahkan, diam-diam ia menangis di tengah malam, mungkin itu yang berat badannya turun.
Satu beban Lea telah terangkat setelah ia mengembalikan posisi Arya, juga jujur pada pria itu.
Sejak awal, Lea sama sekali tidak berniat menghancurkan karir Arya. Ia hanya ingin memberikan sedikit pelajaran, juga sedikit pembalasan atas apa yang pria itu lakukan padanya dan pada kedua anak mereka.
Sementara di sisi lain, Arya juga berada di toilet pria. Pria itu juga menatap dirinya sendiri dicermin.
__ADS_1
Pengakuan Lea membuat otak Arya seperti blank selama beberapa saat, ia terlalu terkejut, dan juga tidak menyangka Lea akan mengambil langkah cerdas untuk membalas pengkhianatannya.
"Aku benar-benar sebodoh itu ternyata!" Arya tertawa, mengejek dirinya sendiri yang benar-benar dibuat jungkir balik oleh Lea.
"Oke, dia cerdas. Dan itu membuatku semakin yakin nggak akan pernah melepaskan dia!"
Arya mengulum senyum, apa yang Lea lakukan memang membuatnya marah, kesal, dan kecewa. Namun, hal itu juga yang membuat Arya justru seolah kembali jatuh cinta pada sang istri.
Lea benar-benar berbeda dengan wanita lainnya, dan Arya akan menjadi pria bodoh jika melepaskan wanita seperti itu.
"Mungkin orang benar, di balik kesuksesan pria selalu ada wanita hebat. Dan Lea adalah wanita hebatku."
Arya keluar dari toilet, hari ini ia belum bekerja, jadi dia ingin menemui anak-anaknya dan menghabiskan waktu bersama mereka sebelum Arya kembali disibukkan dengan pekerjaan seperti dulu.
Pria itu kembali bertemu dengan Chelsea, tapi Arya mencoba bersikap biasa saja, bahkan ia melewati Chelsea seolah tidak mengenal pria itu.
Chelsea sendiri tampak terkejut melihat keberadaan Arya di kantor, apalagi Arya berpakaian rapi, seolah dia akan kembali bekerja di sana.
"Mas?" panggil Chelsea sembari mengejar Arya yang hendak masuk ke dalam lift.
"Mas Arya, tunggu!"
Chelsea menarik tangan Arya, tetapi pria itu langsung menepisnya.
"Nggak enak jika ada ada liat," kata Arya. "Ada apa?" tanyanya dengan dingin.
"Kamu bisa bersikap seolah nggak kenal aku?" cicit Chelsea sedih.
"Aku harus bisa melakukan itu," jawab Arya tanpa ragu. "Karena aku sedang berjuang untuk membuat rumah tanggaku untuh kembali, jadi aku mohon sama kamu, Chelsea! Tolong bersikap lah seolah kamu nggak pernah kenal aku!"
__ADS_1