Miscall Yang Terbalas

Miscall Yang Terbalas
kedatangan tante Hana


__ADS_3

Aku tiba di wartel sebelum jam tujuh teng, dan aku dikejutkan dengan tante Hana sepertinya sedang menungguku, dengan pakaian rapinya, aku tau tante Hana akan pergi kesekolah SD dimana dia mengajar.


Keterkejutan ku punya alasan, karena tante Hana adalah mama dari bang Rocky, sebenarnya aku jarang bertegur sapa dengannya, hanya sering bertemu saat kebaktian di Gereja yang sama, tante Hana tersenyum ke arahku, membuatku sedikit lebih tenang dan membalas tersenyum tipis padanya, namun berbagai dugaan sudah ada di kepalaku, takut jika tante Hana tau jika aku pacaran dengan bang Rocky, ohh sekarang gak lagi, lupa kalo udah putus.


" Hai Ara,, nama kamu Ara kan? Anak pak Jhonson?" Tante Hana lebih dulu menyapaku dengan ramah.


" Ohh iya tante, masuk ke dalam aja yuk tan" Sambil membuka pintu kaca dengan mendorongnya aku mengajak tante Hana masuk.


" Iya, tante mau ngomong juga nih sama Ara,"


Degg


Pikiran ku udah nyampe kemana-mana," ya ampun apa yang ingin dia tau tentang hubungan ku dengan bang Rocky ya" Dalam hati aku bertanya, takut jika tau hubunganku dengan bang Rocky dan memintaku untuk menjauhi anaknya, tapi gak apa-apa toh aku udah putus juga ko.


" Ra,,"


Kulihat tante Hana sudah duduk di sofa tunggu dan memanggilku, sepertinya aku harus duduk juga.


" Iya tan, " Aku mendekati tante Hana dan duduk tak jauh darinya.


" Gak enak tante ngomongnya, tapi kira-kira mau gak bantu tante?"


Waduhhh,,, akupun terdiam dan sedikit bingung, gak enak ngomong tapi minta dibantu, aneh bukan?


" Kalo bisa aku bantu ya dibantu, emang tante butuh apa?"


" Maaf ya ra,, gini tante butuh bangat orang buat nyuci dirumah, kemaren ketemu Rahma katanya kamu yang nyuci di rumah mereka, jadi dia nyuruh tante nanyain kamu kesini," Ucap tante Hana.


Aku sedikit lega setelah tau tujuannya mendatangiku.


" Ohh gitu tan, tapi aku udah punya tiga tempat nyuci, takut gak kepegang loh tan,"


" Dua kali seminggu aja, Rahma bilang cucianmu bersih, tante ada penyakit rematik, jadi kalo terlalu sering di air rematik tante sering kambuh," Ujarnya sedih.


" Gimana ya tan, tante tau kan, aku juga membagi waktuku buat jaga wartel dan nyuci kain," Gak enak juga aku menolak, apalagi kalo alasan kesehatan, sementara tante Hana dan om Lukman tinggalnya cuma berdua, dan bang Rocky hanya sekali seminggu pulangnya.

__ADS_1


" Gak papa tante tambah dari yang lain," Dikira tante Hana aku memikirkan upahnya, padahal aku bingung membagi waktuku.


" Bukan masalah upahnya tan, tapi caraku membagi waktuku," Ucapku pada tante Hana sambil tersenyum.


" Gadis-gadis sekarang kebanyakan gengsinya bukan kayak kamu ra, dua hari lalu aku tanyain Hesti pas main kerumah katanya gak mau, padahal hari itu rematik tante kumat lagi, nih lihatlah kaki tante masih bengkak kan?" Tante Hana seperti putus asa, dan bersamaan kulihat kebawah kearah kakinya, memang terlihat masih bengkak, membuatku merasa kasihan.


" Aduh tan, pasti nyeri ya tan,?" Bahukupun ikut terangkat bersama suaraku yang mendesis tak sadar ikut merasa sakit, malah membuat tante Hana tersenyum padaku.


" Yah seperti itulah, tante udah beberapa bulan lalu nyari yang mau nyuci, karena kaki ini sering kena rematik."


" Ya udah tan, biar aku aja dulu yang nyuci di rumah tante, tapi tetap dicari ya tan, soalnya takut gak bisa ngerjainnya." Akhirnya kuputuskan menerima pekerjaan untuk jadi tukang cuci tante Hana, karena tak tega menolak karena tante Hana punya penyakit rematik, biarlah urusan hati kebelakangan.


" Aduh makasih ya ra, hari apa bisa nyucinya?" Tanya tante Hana lagi.


" Besok pulang kerja aku kerumah tanye, soalnya hari ini aku nyuci disini drumah paman sama rumah tante Rahma,"


" Ohh gitu, iyalah, besok tante tunggu ya!" Ucap tante Hana dan berdiri dari duduknya.


" Iya tan," Akupun ikut berdiri dan tersenyum ke arah tante Hana.


" Ohh iyalah tan, Hati-hati ya tan!"


Tante Hana tersenyum ke arahku kemudian becak motor mereka pergi meninggalkan wartel.


Aku segera membersihkan wartel, terkadang ada juga pelanggan yang datang saat aku sibuk membersihkan dan mengepel lantai, namun tetap ku layani hingga pekerjaanku selesai.


Jam sepuluh paman sudah pulang dari kantor, begitu juga dengan bibi, mereka akan pergi ke undangan, pesta pernikahan kerabat kami, karena mak sama bapak juga tadi gak kemana-mana, katanya mereka harus menghadiri pesta pernikahan dari keluarga pihak mak.


Kevin pun dititip di aku, hal yang biasa paman dan bibi lakukan karena terlalu ribet membawa dua anak yang lagi aktif-aktifnya, tapi lucunya kevin itu anteng dan baik kalo ditinggal sama aku, malah senang kalo katanya paman bibi mau pergi dan kevin ditinggal yang penting ditinggal sama aku.


Hingga sore aku masih disibukkan dengan dua pekerjaan sekaligus, untung Yani sudah datang sebelum jam tiga, dan kuminta untuk langsung menggantikan aku karena kevin akan ku tidurkan.


Kevin udah menguap dari tadi, akupun segera membawa kevin ke lantai atas dan menidurkan nya, setelah kevin tidur aku mencari makanan didapur karena perutku udah terasa lapar, aku menemukan ayam goreng sambal di lemari makan, segera kuambil sepotong dan kuletak di atas nasi yang sebelumnya kuambil dari rice cooker.


Aku makan di ruang TV dimana kevin ku tidurkan, sambil menonton.

__ADS_1


Kusudahi makanku karena sudah kenyang dengan menghabiskan makan yang kuambil tadi, dan ku lanjutkan dengan mencuci piring yang menumpuk di wastafel mungkin bibi gak sempat mencucinya tadi, dan tak lupa memantau kevin takut terbangun dan menangis mencari keberadaan ku.


Ku rendam kain yang sudah menumpuk di ember setelah memisahkan pakaian dinas paman dan bibi, kucuci yang kecil dulu dan pakaian ringan sambil menunggu yang direndam agar lebih mudah di cuci.


Kevin belum juga bangun saat aku menyelesaikan cucian ku, cucian beres, kulihat sudah jam lima sore, segera ku bangunkan kevin buat mandi sore, sedikit malas efek baru bangun tidur dan masih kubiarkan hingga beberapa menit hingga nyawanya terkumpul.


Aku memandikan kevin, setelah membujuknya lama, saat itu terdengar suara paman dan bibi menaiki tangga.


" Ka,, papa mama pulang," Kevin terlihat girang, ternyata dia mendengar juga kedatangan paman dan bibi.


" Hayoo cepatan, adek Jo udah rindu sama abang Kevin!" Ucapku lagi.


Dengan girang Kevin menyelesaikan mandinya dan segera ku pakaikan handuk.


" Jangan lari-lari abang," Aku memperingatkan kevin yang berlari menghampiri paman.


Paman menggendong kevin yang masih pakai handuk, akupun mengambil pakaian kevin dan membawanya untuk aku pakaikan ke kevin.


" Udah, sini paman aja yang pakaikan," Ucap paman dan kuberikan pakaian kevin padanya, kulihat bibi sedang menyusukan adek Jo sambil berbaring.


" Bi, itu kainnya tinggal jemur ya, tadi baju kerja sudah aku hangerin dan udah ku gantung," Ucapku sambil aku bereskan mainan kevin yang tadi mungkin belum sempat juga bibi bereskan.


" Kapan nyucinya ra, tapi jagain kevin?" tanya bibi.


" Oh, tadi kevin tidur bi, tadi aku makan loh bi, ayam sambalnya aku ambil satu." Kataku, gak baik apa yang sudah kita ambil harus dikasih tau, biar yang punya tak menduga-duga.


" Kalo mau makan, makan ajalah ra," Bibi tertawa mendengar ucapanku.


Paman pun ikut tertawa.


Mengingat aku harus mencuci lagi di rumah tante Rahma, akupu pamit pada paman juga bibiku, dengan berjalan sedikit tergesa aku langsung kerumah tante Rahma, ternyata pakaiannya sudah direndam, dan tadi sudah kuatir takut aku tak datang.


Akupu menceritakan kenapa aku bisa terlambat datang, tante Rahma mengangguk-angguk mengerti, dan dia juga tau jika bukan hanya dirumahnya saja aku mencuci, sehingga tante Rahma paham kesibukan ku.


Kali ini cucian ku cukup banyak, untung tadi makan dirumah paman sehingga tenaga ku ada untuk mencuci sprai dan handuk.

__ADS_1


Sudah hampir gelap aku baru selesai mencuci, setelah pamit aku pulang dengan tubuh yang teramat lelah.


__ADS_2