
"Capek ra,,?"
"Capek lah,,ya kan," Nada bicaranya seperti mengejekku.
Aku yang sedang ngepel lantai sedikit terkejut dengan kehadiran Hesty di belakangku,
"Ko aku bisa gak dengar ya dia masuk?" Gumamku dalam hati, dan aku cuma bisa membuang nafas kasar melihat Hesty yang asal masuk ke ruang telepon yang baru saja kupel, kutau dia sengaja padahal dia lihat sediri masih ada dua ruangan lagi yang belum ku pel.
Biarkan sajalah, nanti bisa ku ulang lagi saat dia selesai, dan ku lanjutkan mengepel ruangan lainnya, cukup lama Hesty berada di dalam ruangan telepon kedap suara itu, hingga aku selesai mengepel ruang tunggu tak ada tanda-tanda dia akan keluar.
Aku kembali ke meja ku, menatap sekilas layar monitor, "hmm pantas aja nelpon lama, tujuannya lokal aja" Aku tersenyum dalam hati.
Kuraih botol minuman yang selalu kubawa dari rumah, segera ku minum hingga habis separuh, ternyata kesibukanku pagi ini cukup membuatku lelah.
Terdengar bunyi printer melengking, bersamaan dengan keluarnya Hesty dari ruangan setelah selesai menelepon.
"Berapa?" Tanya Hesty dengan gaya sok nya.
"Seribu pas" Ucapku dan memberikan struknya.
"Kupikir sampe sepuluh ribu, ini,,,," Dengan gaya sombongnya, Dia memberiku uang duapuluh ribuan, dan segera kuambil kembalian di laci, malas rasanya meladeni Hesty, segera kuberikan kembalian uangnya.
"Heh ra,,kau udah tau kan aku udah pacaran sama bang Rocky? Jadi aku ingatin ya, jangan deket-deket dia lagi, ato minta-minta tolong ke dia buat antarin pulang, atau apalah,,jangan coba-coba, karna aku gak suka!" Hesty sambil bicara sambil membuang bungkus permennya sembarangan.
"Bodo amat, mau pacaran, mau kumpul keb*, mau nikah bodo amat,," Jawabku tanpa memperdulikan wajahnya yang memerah, mungkin malu,,tapi rasanya dia gak punya malu, hanya saja mungkin dia merasa tersaingi olehku.
" Satu lagi, ke mana-mana tetap jaga kebersihan ya, tolong pungut sampah permen mu itu, buangnya ditempat sampah yang disudut sana, itu nohhh kliatan kan?" Kutunjuk ke arah tong sampah, sumpah kesal banget sama anak ini.
Hesty segera berlalu tanpa permisi atau memungut bungkus permennya, keluar dari wartel dengan menghentak2an kakinya.
"Cocok bangetlah, berpasangan sama si Rocky," Aku tertawa sendiri mengingat laki-laki yang sempat menjadi pujaanku itu.
Hari ini jadwal ku nyuci di tempat tante Hana, setelah pergantian jam tadi aku buru-buru langsung menuju rumah tante Hana, sampai disana tenyata kain kotor sudah direndam di ember.
Segera ku cuci pakaian-pakaian kotor itu, saat hampir selesai seorang perempuan muda berpenampilan modis datang membawakan pakaian kotor ditangannya dan berjalan menghampiriku yang lagi mencuci.
__ADS_1
"Nih,,baju bang Rocky sekalian, cuci yang bersih!" Dia melemparkan asal ke arahku pakaian-pakaian kotor itu.
Ku punguti dan ku masukkan ke ember dan ku rendam dengan deterjen, aku masih bingung siapa itu perempuan, imbang-imbang Hesty sok nya, seingatku bang Rocky cuma punya satu adik perempuan, itupun aku kenal, mau nanya tante Hana malah tantenya gak keliatan.
Akhirnya selesai juga ku cuci dan langsung kujemur, tanganku terasa pegal, berulang kali kuhentak-hentakkan tanganku untuk mengurangi rasa pegalnya, kulihat jam tanganku udah hampir setengah lima, aku harus ke tempat wak pinem lagi.
Saat mau pamitan sama tante Hana di ruang tamu, aku dibuat terkejut dan terpaku dengan pemandangan didepan mataku, perempuan tadi duduk berdampingan di sofa bergelayut manja di lengan bang Rocky, dan bang Rocky tak kalah terkejut dengan aku, tapi tak berusaha menjauhi perempuan itu, dan tak jauh dari mereka ada juga tante Hana yang lagi baca majalah.
"Maaf tante, cuciannya udah siap dan udah aku jemur, aku permisi pulang ya tan, soalnya ada juga kerjaan yg masih nunggu." Aku berusaha biasa saja saat pamit ke tante Hana.
"Ohh, udah siap ya,,maaf tante tinggalin sendirian tadi, soalnya anak tante Rocky sama pacarnya nak Dila baru nyampe,," Tante Hana langsung berdiri dan meletakkan majalah yang dipegangnya.
Deg
"Pacar?" Gumamku dalam hati, "terus Hesty??"
" Ohh iya tan, gak papa,,permisi ya tan,," Aku pamit dan buru-buru pergi.
Sepanjang jalan aku merutuki diriku, berulang kali ku pukul kepalaku sendiri, bibirku sampai terasa sakit ku gigit, ada rasa kesal dan merasa di bodohi.
Mustahil jika perempuan itu baru kali ini berkunjung, mana mungkin langsung tau kamar mandi, mana mungkin tante Hana biasa saja melihat itu perempuan bermanja-manja?
Ku paksakan buat fokus ke pekerjaanku lagi saat sudah tiba di rumah wak pinem, seperti biasa kukerjakan pekerjaanku walau masih sering terpikir dengan apa yang baru terjadi.
"Ra,, bantuin wak timbang gula ya, minyak sam tepung,," Wak pinem menghampiriku yang sedang membilas cucian.
" Iya wak,,sebentar ya, udah mau siap bilasnya" Sambil mengangguk ke arah wak pinem.
Sebenarnya tubuhku terasa lelah, tapi gak enak wak pinem selalu baik, itu yang selalu membuatku tak bisa menolak tiap kali meminta tolong padaku.
"Makan dulu Ra baru pulang, sana,,,biar aja wak yang nyusun gula sama tepunya, udah jam delapan nanti makmu kuatir" Wak pinem menyuruhku makan, hal yang biasa dia memperlakukan aku, hanya saja aku yang merasa gak enak, tapi kali ini aku menurut soalnya sejak siang aku gak makan apa-apa.
Aku mencuci piring bekas makanku dan segera siap-siap pulang kerumah, saat aku pamit wak pinem memberiku bungkusan plastik asoy yang aku tau berisi gula, kopi, minyak biskuit dan jajanan.
"Bawa pulang,,mkasih banyak ya Ra,,buruan sana, nanti makin malam makmu kuatir,," Aku pun tersenyum dan pamit.
__ADS_1
Benar saja, bapak udah keluar dari teras mau menjemputku, bapak berhenti saat melihatku.
"Ko malam kali Ra pulang?" Kudengar nada kuatir dari pertanyaannya.
"Maaf Pak,,bantu wak pinem nimbangin gula habis nyuci tadi" Ujarku sambil memeluk lengannya, berharap dia percaya kalo putri tersayangnya ini baik-baik saja.
"Makmu yang sibuk dari tadi," Akh bapakku ini selalu seperti itu, padahal dia yang paling kuatir.
Akh bapak,,aku sudah besar begini, tapi selalu saja perhatiannya kurasa berlebihan,
Kulihat Mak lagi membatu Gomos mengerjakan PR nya.
"Ra,,jangan terlalu dipaksakan nak,," Mak menatapku yang baru melepas sendalku,
"Iya mak,,ini nih, dikasih wak pinem!" Aku meletakkan plastik yang kubawa, dan segera diserbu Luhut dan Gomos.
"Udah ya, tadi aku udah makan di sana, mau langsung istrahat" Ucapku dan berlalu tanpa menunggu mereka bicara lagi.
Segera kuganti pakaianku,,dan kuambil buku harianku.
22 Juli 2005
Ketemu dengan perempuan yang sangat menyebalkan,,Hesty!!!
Semakin kesini, semakin kelihatan belangnya, dasar Playboy, tapi syukurlah semoga gak ketemu laki-laki seperti itu lagi.
Hari ini cukup lelah, lelah hati, lelah pikiran, lelah body..
Kututup buku diary ku, dan kuletak asal, dan baru teringat handphone ku yang seharian tak kubuka.
Aku beranjak dan mengambil handphone di saku celanaku, benar saja aku mendapat SMS dari bang Amri.
"Sombong,,gak mau SMS, lagi ngapain, sibuk ya?"
Dan kubalas
__ADS_1
"Hari ini aku sibuk,aku istrahat ya bang, sampe ketemu besok!"
Kuletakkan handphone ku, tanpa menunggu balasan SMS bang Amri kuletakkan tubuh lelah ku,