
"Ra,,minum dulu, tolongin mama ki, bantuin Ara duduk!" Tante Hana sudah berada tak jauh dimana Rocky duduk, tadi sebelum mamanya sempat melihatnya yang dekat Ara, Rocky sedikit menjauhkan dirinya dari sofa.
"Ohh,,iya ma" Rocky sedikit gugup melihat Ara yang sedikit bingung dengan dirinya saat ini.
"Maaf ya ra,," Perlahan dan dengan lembut dibantu nya Ara duduk, diperbaiki letak selimut Ara dan kembali menutupi seluruh tubuhnya, dan masih sedikit bergetar tangannya menerima teh hangat yang diberikan tante Hana, segera dimunimnya perlahan walau masih terasa gemetaran menahan dingin.
"Kenapa dipaksakan ra kalo sakit? Tante jadi gak enak ini!" Tante Hana terlihat merasa bersalah.
"Maaf tan, tadi mikir masih bisa, sejak penghujan kemaren sering menggigil tan apalagi sore begini, dibawa tiduran makin gak enak, gak kerja kasian sama orang-orang baik yang udah percaya sama Ara, juga sama mak Bapak, masa Ara gak ngapa-ngapain tan, ngapain juga dirumah kalo tenaga kita bisa menghasilkan duit? Maaf ya tan udah ngerepotin dan buat tante kuatir, Ara gak papa kok sesudah minum air hangat begini nanti berangsur membaik." Ara merasa tak enak sama tante Hana, apalagi melihat Rocky ada disana.
Benar saja, terlihat keningnya mulai berkeringat, dan perlahan dilepaskannya selimut yang menutupi tubuhnya, segera di lipatnya selimut itu, dari aroma selimut tercium aroma yang dikenali Ara, itu pasti milik Rocky.
Rasa canggung terasa diantara mereka berdua, Ara yang hanya berbicara dengan tante Hana dan tak sekalipun pandangannya tertuju ke Rocky dan Rocky pun hanya bisa terpaku tanpa bisa berbuat banyak, mau pergi namun masih kuatir jika Ara nanti masih membutuhkan pertolongannya.
Hari mulai gelap, terdengar Adzan Magrib dari kejauhan membuat Ara mulai bersiap akan pulang, terlihat tante Hana yang masih kuatir dengan keadaan Ara, taku terjadi apa-apa sehingga dia menawarkan Rocky untuk mengantar pulang.
"Ara pulang diantar Rocky aja ya?"
Rocky cukup terkejut dengan penawaran mamanya, walau sebenarnya dia berharap Ara mengiyakan.
"Gak usah tan, Ara bisa ko, udah baikan juga," Dengan tersenyum Ara menolak, dia tak menginginkan Rocky dekat dengannya saat ini.
"Yakin?"
"Iya tan, yakin!"
"Ya udah, ntar tunggu dulu," Tante Hana bergegas masuk kamarnya, dan tak lama keluar lagi.
"Ra, ini upahmu sebulan ini!" Tante Hana menyerahkan selembar uang seratusan, selembar uang dua puluhan dan selembar uang lima ribuan, sementara Rocky memperhatikan mamanya menyerah kan upah Ara.
__ADS_1
"Loh tan, kok banyak ngasihnya?"
"Apaaa? Segitu dibilang banyak? bahkan segitu bisa kuhabiskan sekali jalan, upah sebulan dengan mencuci dua kali seminggu" Rocky tak menduga upah mencuci Ara semurah itu, sesaat hatinya terasa teriris, begitu lelahnya Ara hanya untuk mengumpulkan uang seratus ribu, sementara dirinya yang tak pernah kesulitan masalah uang, berapapun yang diminta selalu ada.
"Kan Ara sering juga bantuin tante, gak papa tante tambahi buat jajan."
"Ya ampun tan, mkasih banyak, padahal Ara iklas ko bantuin tante." Ara terlihat tulus dengan ucapannya.
Ara memasukkan uangnya kesaku celananya, terlihat Ara seperti mengingat sesuatu saat memegang saku celananya.
"Maaf tan, ke blakang dulu, handphone Ara ketinggalan di tempat nyuci!"
Segera Ara bergegas, dan tak lama sudah kembali dengan handphone ditangannya.
Tante Hana terlihat baru keluar dari ruangan penyetrikaan membawa jaket yang lumayan tebal dilengkapi dengan topi.
"Pakai ini Ra, biar gak kedinginan!" Tante Hana menyodorkan jaket warna abu-abu kepada Ara.
"Dipakai aja, bukan punya pacar Rocky ko, tante yang beliin ini, jarang juga dipakai Rocky ini jaket, bawa saja, ini tante kasih buat Ara aja."
Ara menggigit bibir bawahnya, rasanya tak enak menolak pemberian tante Hana, sementara Rocky yang duduk di sofa dimana tadi Ara di letakkan saat pingsan hanya diam sambil mengganti siaran TV dengan remot ditangannya.
Rocky berharap dalam hati agar Ara mau menerima dan memakai jaket itu, sesekali diapun melirik ke arah Ara.
"Yessss,,," Tiba-tiba terdengar suara Rocky, saat mamanya berhasil membujuk Ara dan jaket itu berhasil dipakaikan ketubuh Ara, sontak membuat Ara dan mamanya tante Hana secara bersamaan beralih memandangnya dengan wajah bingung, Rocky menyadari itu, beruntungnya siaran yang diputar adalah pertandingan bola dan secara bersamaan disana terlihat bola berhasil masuk gawang, sehingga dia dengan muka begok menunjuk ke arah TV.
"Jadi beneran gak mau diantar?" Tante Hana kembali memastikan.
"Iya tan, Ara gak papa ko, Ara pamit pulang ya tan!"
__ADS_1
" Ya udah, hati-hati ya!" Tante Hana mengantar Ara hingga gerbang, setelah Ara terlihat jauh, wanita cantik itupun kembali masuk ke dalam setelah menutup kembali gerbang.
Siaran TV sudah berubah dengan dengan film yang diputar dari kaset Dvd, film Spider-Man keluaran terbaru, terlihat Rocky masih bersantai di sofa sambil menonton.
"Itu gelas antar ke dapur dulu, selimut dikembalikan ke kamar, heran liat anak ini," Tante Hana mengomel melihat anaknya begitu santai dengan sekeliling yang berantakan.
"Mama cerewet," Rocky kesal tapi tetap melakukan apa yang disuruh mamanya.
Sesaat Rocky berlalu, dan tak lama kembali lagi ke sofa dimana dia santai menonton, terlihat mamanya pun ikut menonton di sofa yang sama.
"Ihh mama, pindah dong ma, tadikan Rocky yang duluan disini"
"Ya elah ini anak, yg punya sofa mama, yang punya TV mama, yang punya rumah mama ko jadi kau pula yang ngatur-ngatur mama?"
"Tuh kan, mama ini selalu begitu,!"
" Eh Kau gak teguran ya sm Ara?, ko kayak gak temanan gitu?"
"Ara itu yang gak mau ditegur ma,!"
"Loh ko gitu,,klian kan sama-sama pemuda?"
"Udahlah ma, mau nonton!" Ujar Rocky tak ingin membahas tentang Ara, yang ada dia makin tambah pusing mengingat Ara yang terus mendiamkannya.
"Tapi mama heran sama Ara, hampir dua minggu ini mama perhatiin kayaknya dia sakit, tapi sakitnya mama rasa aneh, tapi hmmmm,, dah ahh mama mandi dulu, bukain nanti pintu kalo papa pulang ya!" Pesannya pada Rocky, mengingat suaminya saat di telepon sore tadi masih diperjalanan karena menghadiri pertemuan dengan pejabat-pejabat daerah di salah satu kantor kelurahan yang lumayan jauh dari tempat dimana tinggal.Tante Hana juga tak ingin melanjutkan apa yang dipikirkan nya, takut nanti salah.
"Maksud mama gimana?" Rocky yang penasaran bertanya pada mamanya.
"Gak papa,,mama mandi dulu" Tante Hana segera berlalu.
__ADS_1
Sementara di jalan Ara merasa beruntung, jaket yang dipakainya sangat membantu mengusir hawa dingin, tadi tante Hana memaksanya dan memakaikan langsung ke tubuhnya jaket Rocky, memasangkan topi jaket itu dikepalanya dan mengikat talinya di dleher, sehingga tubuhnya terasa hangat, perlakuan tante Hana padanya membuat Ara merasa sangat disayangi.