Miscall Yang Terbalas

Miscall Yang Terbalas
Handphone Ara


__ADS_3

POV AUTHOR


Udah seminggu Amri pulang ke rantau nya, seminggu juga Ara melewati hari-harinya seperti biasa seperti saat dulu, Amri hanya menitip pesan lewat SMS jika dia harus kembali, dan berjanji akan selalu mengabari ke Ara.


Di gantung lagi, perasaan Ara benar-benar tak bisa menebak seperti apa perasaan Amri padanya, tapi mungkin itu lebih baik, daripada ada status tapi tak pernah bertemu, bahkan mungkin bisa jadi tidak ada kepercayaan akhirnya hubungan tak berlangsung lama.


Sekarang Ara fokus dengan sandiwaranya sebagai Bella, mengingat Rocky setiap waktu mengirim pesan padanya, bahkan rela mengisi ulang pulsa Ara agar tetap bisa berbalas pesan dengannya, jika malam tiba pasti akan menelepon, dengan berbagai alasan.


Seperti malam ini, seperti biasa Rocky menelepon Ara lagi, Ara yang semakin mahir dengan perannya sebagai Bella menjawab panggilan telepon itu, dalam selimut dan menggunakan handset, agar Ara bisa mengatur volume suaranya biar tak mengganggu Bapak sama Mak yang sudah tidur, bahkan tak jarang mereka mengobrol hingga larut malam dan menjelang subuh.


"Bell,,Bella mau gak jadi pacar kaka?, kaka janji jika kaka nanti selesai kuliah kaka akan temui adek ke kota P" Itu kalimat yang diucap Rocky saat meminta Ara menjadi kekasihnya.


Antara senang dan sakit hati itu yang dirasa oleh Ara, tapi sandiwaranya harus sempurna.


"Kaka belum kenal Bella, kaka tau Bella itu karna salah sambung, entah Bella cantik atau buruk rupa aja kaka gak tau, mana mungkin kaka bisa benar jatuh cinta ke Bella" Dengan nada yang manja Ara masih belum menjawab pertanyaan Rocky.


"Cantik itu relatif sayang, tapi kaka merasa Bella itu tipe kaka, percaya deh, kaka ini jarang banget deket sama cewek, mungkin Tuhan sengaja buat dek Bella salah sambung agar kita bisa saling kenal dan jatuh hati seperti ini" Mungkin itu hanya gombalan untuk menyakinkan Ara.


" Gimana caranya Bella bisa yakin, kita masih semingguan komunikasi, Bella gak punya kelebihan apa-apa ka, belum mandiri juga,,,"


Banyak alasan Ara menolak halus Rocky, ya itu hanya sandiwara, agar Ara tau seperti apa kegigihan Rocky untuk mendapatkan jawaban "iya" Dari Ara.


"Baik lah ka, jika kaka memang tulus Bella terima, tapi janji ya, jangan bohongin Bella, jangan sakiti Bella, jangan duain Bella, janji juga jika nanti kaka selesai kuliah kaka temui Bella ya" Akhirnya Ara menerima Rocky jadi pacarnya juga.


"Makasih Bella sayang,, kaka benar gak percaya, tapi kaka janji sama dek Bella,"


Ara merasa senang telah berhasil memerankan diri jadi orang lain demi membalaskan sakit hatinya.


*****

__ADS_1


Berbalas pesan, teleponan adalah hal biasa yang mereka berdua antara Ara dan Rocky lakukan setiap hari, setiap hari, bahkan setiap malam mereka berasa bertemu saja, bisa sayang-sayangan, bahkan mesra-mesraan.


Pernah suatu ketika mereka menghadiri kumpulan bersama-sama, Ara yang sengaja mengubah mode handphone nya dengan mode senyap leluasa mengerjai Rocky yang lagi serius dengan pengarahan yang diberikan penasehat pada semua pemuda yang hadir, Arapun mengirim SMS ke Rocky.


"Kaaaaaa,,,kangennn,,kemana aja sihhh"


Ara sengaja mengirim pesan manja seperti itu, karna Ara tau, Rocky takan mungkin menelepon nya langsung.


Terlihat Rocky langsung membuka handphone nya, dan segera membalas pesan Ara.


"Sayaaang,,maaf kaka belum bisa telepon, mcuuaahh, mcuuaahh, mcuuaahh nanti kalo udah selesai kumpulan nya janji kaka telpon ya sayang"


Ara yang membaca pesan balasan itu menahan tawa, ternyata Rocky sudah masuk perangkap nya, akan tetapi bisa saja Ara yang masuk ke perangkap Rocky, namun nampaknya Ara tak peduli.


Ara menikmati perannya sebagai Bella, bahkan banyak mimpi yang selalu mereka berdua bicarakan.


Hari ini hari Sabtu jadwal Ara mencuci di tempat tante Hana, sepulang dari wartel Arapun langsung menuju rumah tante Hana karena semalam jadwal tempat tante Rahma dan wak pinem.


Saat tiba di rumah tante Hana, terlihat tante Hana sedang siap-siap mau pergi bersama dengan paman Usman.


"Mau kemana tan?"


"Mau ke tempat ipar tante sama pamanmu, ada urusan penting, itu cucian udah tante kumpulin dan direndam di ember, gak papa ya tante tinggal ya, ntar lagi Rocky nyampe ko, paling kalopun nambah cucian tinggal pakaian Rocky aja lagi,"


"Oke tan gak papa"


Tapi sebenarnya Ara merasa gak enak ditinggal, sebab sebulan terakhir dia sangat menghindari Rocky.


Setelah kepergian tante Hana dan paman Usman Arapun bergegas mengerjakan pekerjaannya, berharap agar tidak ketemu dengan Rocky, sebisa mungkin harus menghindari ulat bulu yang satu itu.

__ADS_1


Saat menjemur pakaian yang baru dicuci nya, terdengar suara pintu gerbang dibuka dan suara deru motor yang halus memasuki garasi yang ada di samping rumah tante Hana, membuat jantung Ara berdegup kencang tak beraturan, Ara yakin kalo itu pasti Rocky padahal dia sengaja mempercepat pekerjaannya agar tidak bertemu dengan Rocky.


Akhirnya terdengar juga pintu depan yang dibuka, Ara sedikit lega, setelah menunggu beberapa menit belum ada tanda-tanda Rocky akan ke belakang diamana dia mencuci hingga dia menyelesaikan jemuran nya.


Saat melewati dapur terlihat piring kotor menumpuk di wastafel, Ara yang terbiasa membantu pekerjaan tante Hana segera mencucikan piring kotor itu dan terlupa jika tujuannya tadi segera pulang menghindari Rocky.


Tak lama Rocky udah sampai di dapur dan mendapati Ara disana.


"Masih sibuk ra?"


Ara tersentak kaget dengan kehadiran Rocky dengan pakaian kotor ditangannya.


"Ya ampun terkejut aku,,,iya bang napa?" Tanya Ara canggung.


"Ini pakaian abang ada yang kotor,"


"Ya udah, letak disitu aja dulu bang, ntar selesai cucian piring ini aku cuciin."


"abang taro di sini ya, abang ke depan dulu" Rocky meletakkan pakaiannya di kursi meja makan tak jauh dari Ara yang mencuci piring.


Ara hanya mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya.


Rocky pun berlalu meninggalkan Ara, merasa tak enak hati karna Ara tak berniat untuk berbasa-basi padanya,tapi sebelum dia benar meninggalkan Ara, tanpa sengaja Rocky melihat handphone Ara yang terletak di atas meja makan, diapun berniat iseng ingin melihat-lihat apa saja isi handphone itu, namun masih diurungkan nya, takut saat mengambil Ara melihatnya.


Diapun pergi,tapi berharap Ara segera menyelesaikan cucian piringnya dan lanjut mencucikan pakaiannya sehingga dia mengabaikan Handphone nya.


setelah sepuluh menit berlalu, Rocky kembali ke dapur pura-pura ingin minum, dan benar saja handphone itu masih di tempat dimana dia tadi melihatnya, terletak di atas meja makan, Rocky mengawasi Ara yang sibuk di tempat cucian dan dengan cepat mengambil handphone itu dan segera pergi ke kamar dan menguncinya.


"Aku akan mengerjai mu," gumam Rocky dengan senyum kemenangan nya.

__ADS_1


__ADS_2