Miscall Yang Terbalas

Miscall Yang Terbalas
Penyesalan Rocky


__ADS_3

"Maafkan abang Ra," Rocky memiringkan tubuhnya dan memeluk Ara yang masih menangis terisak membelakanginya.


Ara hanya diam, tak sepatah katapun yang keluar darinya, dia masih shock dengan apa yang baru dialaminya, rasanya tidak siap menerima apa yang sudah dilakukan Rocky padanya, disingkirkan tangan Rocky yang memeluk perutnya, dan tak ada penolakan saat tangan itu disingkirkan, segera Ara turun dari kasur empuk milik Rocky dan memunguti pakaiannya yang berserak, terasa sakit area bawah perutnya, bahkan saat berjalan dia sedikit meringis menahan perih dibagian sensitifnya.


Saat memakai pakaiannyapun dia masih menangis, bahkan tubuhnya ikut luruh, Ara terduduk di samping tempat tidur Rocky, dia memeluk kedua kakinya, hancur sudah mimpinya, bahkan dia merasa sudah mengecewakan bapak juga mak yang begitu selalu mendukungnya.


Rocky yang melihat itu merasa bersalah, dia tak bisa berbuat banyak, berulang kali ucapan maafnya hanya ditanggapi Ara dengan diam dan tangisan, begitu terpuruk nya seorang Ara yang ceria penuh semangat, yang tak pernah mengeluh dengan kehidupan orangtuanya yang pas-pasan.


"Maaf Ra,,abang salah, maafin abang Ra!" Entah kenapa Rocky ikut menangis, melihat gadis yang di nodainya menangis tergugu, dia yang ikut duduk disamping Ara dengan menyenderkan tubuhnya di kasur miliknya.


Ara masih diam, diraihnya dan di genggamnya tangan Ara, namun segera ditarik Ara, membuat Rocky makin bingung bagaimana caranya agar Ara bicara padanya.


Saat Rocky masih berpikir, terlihat Ara berdiri dan mengusap air matanya, diperbaiki pakaiannya dan beranjak menuju pintu, sesaat matanya tertuju pada sprei berwarna biru langit itu, kembali hatinya sangat hancur, disana terlihat noda merah itu miliknya yang seharusnya belum diberikan pada orang, namun sudah diambil paksa oleh laki-laki yang dulu sangat dicintainya, air matanya kembali jatuh, segera Ara berlalu menuju pintu,namun pintu itu masih terkunci, kembali Ara terisak, tak ada niatnya untuk berbicara, bahkan meminta kunci sekalipun pada Rocky, segera Rocky mencari kunci yang ada di saku celananya dan membukakan pintu untuk Ara.


Hari sudah gelap, sudah jam tujuh malam ketika Ara keluar dari rumah tante Hana, terlihat Rocky ikut menyusulnya dari belakang berniat mengantar Ara pulang demi menebus kesalahannya.


"Tunggu Ra, abang antar ya?" Rocky buru-buru mengeluarkan motor bebek dari garasi rumah mereka.


Tak ada jawaban apapun dari Ara yang terus berjalan dan keluar dari gerbang, dan kembali menutup gerbang membuat Rocky terpaku dimana dia baru saja menghidupkan motornya, dan Ara pun semakin jauh berjalan meninggalkannya yang merasa bersalah.


Ada yang kelupaan membuat Ara terhenti tak melanjutkan langkahnya, handphonenya ketinggalan , ternyata dia lupa mengambil handphone itu saat keluar dari kamar Rocky, pikirannya terlalu kalut dengan apa yang baru dialaminya sehingga dia melupakan handphone nya sendiri.

__ADS_1


Dilanjutkannya langkahnya, ternyata Rocky tak benar mengkhawatirkan nya, buktinya hingga langkahnya hampir mencapai rumah, tak ada tanda-tanda Rocky menyusulnya.


"Bodoh kau Ra, masih saja berharap, apalagi lagi yang kau harapkan? harga dirimu sudah kau beri cuma-cuma padanya, selamanya kau kan menjadi wanita paling rendah dihadapannya," Ara bergumam dalam hatinya.


Sedikit Ara merasa beruntung, tak banyak yang melihatnya pulang dengan berjalan sedikit kesakitan karena jam dimana orang-orang masih sibuk di dalam rumah masing-masing, tapi sebentar lagi akan kembali ramai mengingat ini adalah malam minggu.


Ara membuka pintu, dan terlihat ada Luhut dan Gomos lagi bermain Gambaran di ruang tamu ditemani lampu minyak.


"Ko lama Ra?" Bapak yang datang dari dapur bersama mak bertanya pada saat Ara membuka pintu kamarnya.


"Ohh bapak,,iya Pak, tadi cucian banyak dirumah tante Hana, ya udah Ara istrahat dulu ya pak, Mak" Tanpa menunggu jawaban kedua orangtuanya, Ara masuk dan langsung mengunci pintu kamarnya.


"Ara tadi udah makan dirumah tante Hana, jadi makan berempat aja ya Mak," Terdengar Ara sedikit menguatkan suaranya agar Mak nanti tak mengajaknya ikut makan malam.


Sepanjang malam Ara terus menangis, berharap dengan tangisannya bisa sedikit melegakan hatinya yang hancur, bahkan tadi saat bapak memanggilnya dan mengingatkan nya untuk pergi kumpulan pemuda, Ara pura-pura tak mendengar agar dikira tertidur karna kecapekan.


Hancur sudah semua mimpinya, keinginannya melanjut kuliah dan menjadi wanita karir musnah, tak ada lagi harapan untuk itu semua, bahkan rasanya Ara ingin mengakhiri hidupnya saja saat ini, sedihnya berasa tak berujung.


Niatnya hanya ingin balas dendam, tapi nyatanya dia yang terluka parah imbas dari sandiwaranya sendiri, sementara Amri seperti menggantung perasaannya, bahkan Ara sulit mengartikan bagaimana perasaan Amri padanya.


Tiba-tiba Ara mengingat sesuatu, ternyata dia sudah melupakan ulang tahunnya kemarin, bahkan tak ada seorang pun yang ingat, mungkin semua orang sibuk dengan urusan masing-masing.

__ADS_1


Diambilnya buku hariannya.


27 Agustus 2005


Ko aku melupakan ulang tahunku ya, sehari berlalu ternyata sudah 19 tahun aja, tapi hari ini dapat hadiah yang seumur hidup tidak akan terlupakan, aku hancur, bahkan dengan hadiah itu aku tak yakin dengan hari esok ku.


Aku tau aku yang memulainya dengan menjadi orang lain, tapi menjadikan bumerang pada diriku sendiri, mungkinkah aku bisa melewati hari-hariku selanjutnya,,ternyata kebodohanku sendiri yang memperdalam jurang ku untuk jatuh.


Air mata inipun hanya sedikit bisa menolong, setidaknya aku puas menumpahkan perasaan kesal ku, perasaan marahku, perasaan hancur ku bahkan perasaan benci ku pada diriku sendiri, tapi tidak mengembalikan yang hilang itu bisa kembali.


Clara Is.....


Ara tak melanjut menuliskan namanya,,hatinya begitu teriris saat mengingat nama belakangnya, nama yang membuatnya jatuh tak berharga seperti saat ini.


"Tuhan bagaimana ini,,apa yang harus aku lakukan, aku takut melewati hari esok, aku takut karna aku sudah merusak kepercayaan kedua orangtuaku,," Ara membenamkan wajahnya di bantal dan berusaha untuk melupakan kejadian pahit yang baru beberapa jam berlalu, hingga dia kelelahan dan tertidur pulas.


***


Sementara Rocky yang malam ini menghadiri kumpulan pemuda masih berharap Ara datang, hingga acara dimulai bahkan hampir selesai Rocky tidak fokus dan harus menelan kekecewaan atas ketidakhadiran Ara, banyak yang melihat dan penasaran dengan kegelisahan Rocky malam ini, terlihat sering melihat ke arah pintu dan memperhatikan handphone nya, itu semua karna Ara, bukan karna rasa bersalah aja, tapi lebih kearah rasa kuatir, rasa sayang dan mungkin rasa cinta yang semakin dalam setelah apa yang terjadi antara mereka beberapa jam lalu.


Rocky merasa sakit yang luar biasa saat Ara tak mau berbicara padanya, bahkan harus menelan kekecewaan saat Ara dengan diamnya menolak untuk diantar dengan motor yang sudah dihidupkannya, dan baru Ara yang berhasil memporakporandakan hatinya saat ini, gadis cantik yang polos, pejuang hidup keras, gadis si pemimpi namun sangat ceria, namun dengan tega dia menodai gadis itu hanya karna masalah sepele.

__ADS_1


"Ra,,,apa tak ada maaf darimu?"


__ADS_2