Miscall Yang Terbalas

Miscall Yang Terbalas
Panggilan Telepon bang Rocky


__ADS_3

Makan malam kali ini kami nikmati dibawah sinar lampu petromax milik bapak warisan dari Oppung, jadi malam ini suasananya sangat berbeda, jarang-jarang rumah kami terang, gak tanggung-tanggung bapak ngidupin empat lampu sekaligus, anak-anaknya ngumpul semua kecuali bang Lihar.


Ada bang Frengki pacar ka Riska yang katanya baru pacaran setahun terakhir, dan si TTM ku yang sebenarnya ngangenin siapa lagi kalo bukan bang Amri.


"Gak kumpulan ra?" Tanya bapak saat aku sibuk membereskan piring dan peralatan makan kami dengan ka Riska.


"Kalo sempat pergi" Jawabku sekenanya.


"Masih jam setengah delapan juga, ya sempat lah" Ujar mak menimpali.


"Biar aku yang ngantar wak, dikawal sampe pulang" Jelas membuatku mataku membulat dan melotot ke arahnya, dan pastinya memancing tawa dari seisi rumah.


Akhirnya akupun ikut tertawa,,,


"Iya boleh pak?, biar aku kenalin sama temen-temen disana juga,"


"Pergilah, nanti terlambat"


Akupun segera siapan, dan benar saja aku diantar bang Amri.


Tempat kumpulan kami sebenarnya tak jauh, hanya sekitar sepuluh menit perjalanan.


Setibanya disana kamipun disambut dengan tatapan orang yang beragam, terutama tatapan dari bang Rocky dengan tatapan tak sukanya pada bang Amri, tapi sepertinya bang Amri memang sengaja pingin ikut, terlihat saat bang Rocky menatap dengan tak suka, malah dibalas dengan senyum sinis oleh bang Amri.


Ada lagi, si Hesty masih terlihat tidak menyukaiku, bahkan seperti membanding-bandingkan bang Rocky sama bang Amri, dalam hati aku tertawa, apalagi aku tau dia pasti mengenal bang Amri karna kami satu sekolah dulu dan bang Amri idola para siswi-siswi, tapi sayangnya dia cenderung pemilih dalam berteman atau dekat dengan lawan jenisnya.


Sepanjang acara, sering kudapati bang Rocky memandangku, rasanya menjijikkan, terus perempuan semalam, akh aku lupa namanya kemana?gak brani juga bawanya, biar dikenal si Hesty perempuan jadi-jadian itu, hampir aja aku tertawa cekikikan, buru-buru kututup mulutku dengan tanganku.


Nambah dosa aja aku hadir di kumpulan kali ini, jika tadi aku tak pergi, mungkin pikiranku masih waras, tapi salahnya di bang Rocky, duduknya persis lurus di depanku, smentara Hesty duduk sedikit jauh dariku, jelas saja dia sering memergoki pacarnya mencuri pandang padaku, tingkah kesalnya aja buat aku cekikikan dalam hati.


"Perlu diantar ra,,?" Terdengar bang Rocky bertanya padaku seusai kumpulan, ternyata bang Rocky sudah disampingku entah mulai kapan saat aku mencari sendalku.


"Gak usah, ada bang Amri" Sahutku sambil menjauh menuju bang Amri.


"Ayo bang,," Aku menakiku motor bang Amri dan sengaja memegang pinggangnya, dan kulihat bang Rocky berhenti dan hanya menatapku kesal.


****


Setelah kepulangan bang Amri, aku mencari keberadaan ka Riska, ternyata bang Frengki udah pulang sejam lalu, dan lampu sudah berganti dengan lampu minyak.

__ADS_1


Kutemui ka Riska sedang membaca novel sambil berbaring di kamar.


"Kaka belum tidur?" Tanyaku dan merebahkan tubuhku di sampingnya.


"Lagi asik baca novel, ntar aja" Jawabnya tanpa menoleh ke arahku.


"Ka, minjam handphone nya ya", sesaat aku melihat handphone ka Riska tegeletak di sampingnya dan tanpa persetujuannya langsung kuambil, dan kucari juga handphone ku yang seharian tidak kusentuh.


Tujuanku mencari nomor handphone bang Rocky, karna aku tau mereka berteman di kota, mereka satu Universitas tapi beda jurusan, anehnya ka Riska udah wisuda sementara bang Rocky asik nyusun skripsi aja terus, dan pastinya jadi mahasiswa abadi, karna kalo ka Riska cerita bang Rocky itu dua tahun lebih dulu kuliah disana.


Setelah menemukan apa yang aku cari, waktunya aku berfikir apa yang aku lakukan dengan nomor ini.


Hingga aku dapat ide buat ngerjai itu laki-laki,segera kukirim SMS ke no teleponnya.


"Ka, ini nomor Bella yang baru, jemput donk ka dirumah Dina!"


Dan pesan pun terkirim, ka Riska sekilas memandangku sebelum akhirnya dia turun dari tempat tidur.


"Mau kemana ka?"


"Mau pipis,,ikut?"


Bersamaan dengan perginya ka Riska handphone ku berdering, segera kulihat, ternyata bang Rocky, akupun mengatur detak jantungku dengan sandiwara yang ku mulai.


"Halo ka, kaka dimana, jemput donk ka, Bella masih di tempat Dina ini" Aku langsung bicara dengan nada yang kuatur selembut mungkin.


"Kamu siapa,?" Terdengar dari ujung telepon suara bang Rocky.


"Kaaaaaaaa Fikriiiii,,,ini Bella ka, adik kaka, masa gak hapal suaranya sih?" Lagi suaraku seperti mulai merajuk.


"Maaf ya Bella, ini bukan Fikri kaka kamu, saya Rocky, mungkin Bella salah sambung!"


"Loh ko bisa?"


"Coba cek lagi nomornya, bisa jadi Bella salah"


Sengaja ku jauhkan handphone ku, agar menyempurnakan sandiwaraku.


"Itu ka Fikri dateng,,," Aku yakin bang Rocky mendengarnya.

__ADS_1


"Ohh maaf om, salah sambung beneran, kaka ku baru dateng,, maaf ya om" Tanpa menunggu bang Rocky bicara aku memutuskan telepon ku.


Aku tertawa cekikikan sendiri, ka Riska yang baru masuk kamar pun heran melihatku.


"Kayak orgil aja,,udah malam tidur"


"Belum ngantuk ka"


Terdengar bunyi SMS masuk dari bang Rocky.


"Ko panggil Oom sih, saya ini baru 24 tahun, masih mahasiswa juga, saya belum menikah dan single kalo boleh tau kamu tinggal dimana?"


"Preeettttt,, single dari mana, pacarnya segudang," dalam hatiku, Akupun mencebikkan bibirku sendiri.


Tapi ternyata bang Rocky penasaran juga sama aku, aku benar-benar menahan tawa dengan sandiwara yang kubuat sendiri, padahal dia tidak tahu jika hanya berjarak lima ratus meter dengan si Bella yang di teleponnya.


Sengaja sedikit lama aku membalasnya, sekitar dua puluh menit kemudian akupun mengirim balasan pesannya.


"Maaf ka, baru sampai di rumah, ohh kirain tadi salah sambungnya ke Oom-oom, saya Bella ka masih jauh umurnya dibawah kaka, Bella masih 19 tahun baru tamat SMK, saya tinggal di kota P ka,, kaka dimana?"


Akupun berbohong dimana aku tinggal, demi menyempurnakan sandiwaraku.


"Baru selesai sekolah ternyata,,saya di kota R,"menyebut jujur dimana kampung kami tinggal.


" Ya udah ka, salam kenal ya,,maaf udah salah sambung tadi, Bella mau tidur dulu, takut di marah sama ka Fikri main HP sampai larut" Akupun menyudahi perkenalan sandiwaraku.


"Oke Bella, salam kenal juga, selamat tidur Have a nice dream"


Aku kembali tertawa cekikikan dengan SMS terakhir bang Rocky.


Segera kuambil buku harianku.


23 Juli 2005


Aku gak bisa berbohong jika aku masih ada rasa pada bang Rocky, kenapa ya?padahal laki-laki lain masih banyak, contohnya bang Amri, tapi bang Rocky masih bertahta dalam hatiku, bagai mana bisa melupakannya, dia laki-laki pertama yang aku cinta.


Bang Amri baik, buktinya seharian kami bersama, dia begitu melindungiku, bahkan bang Rocky sendiri belum pernah se peduli itu padaku, tapi bang Amri hanya menganggapku adik teman, tapi aku merasa kami teman, iya teman tapi mesra.


Mungkin bang Amri punya cewek lain yang aku tak tau,,,

__ADS_1


Bang Rocky melukai, tapi bang Amri selalu ada buat menemani ku.


__ADS_2