
Setelah kejadian di kantor waktu itu. Shaka sudah tidak lagi membenci Elsa. Namun, ia masih tetap menjaga jarak dari Elsa. Shaka tidak ingin membuat kecewa istrinya. Meskipun ia menikahi Ara bukan karena cinta. Tapi pernikahan mereka sah.
Elsa tentu saja merasa sangat senang. Ia bisa kembali dekat dengan Shaka. Kini, ia tidak lagi mengharapkan Kresna. Ia telah menyerah pada Kresna.
"Ka, kamu ganteng banget sih kalau lagi serius gitu?" kata Elsa sembari menatap Shaka dengan mata berbinar.
"Fokus kerja!" perintah Shaka.
"Nanti makan siang bareng yuk!" ajak Elsa.
"Ya." Shaka hanya menjawab singkat.
Elsa pun menjadi sangat riang. Ia segera kembali ke meja kerjanya dengan penuh kegirangan.
Begitu Elsa keluar dari ruangannya. Shaka mulai menghela nafas. Ia sengaja menuruti apa mau Elsa agar Elsa tidak bilang ke Ara mengenai kejadian malam itu. Shaka tidak mau Ara akan khawatir. Shaka tahu beban pikiran Ara sudah sangat banyak. Dia tidak mau menambahkan lagi.
Tiba-tiba pintu ruangan Shaka terbuka. Tika masuk ke ruangan Shaka dengan menangis. "Huuu.. Ka.." lirihnya.
Shaka kaget melihat kakaknya menangis. "Kenapa kak?" tanya Shaka.
"Ka, kamu bisa nggak bilang ke papa supaya kasih kak Boby jabatan? Dia marah dan mengancam ceraiin kakak." Tika mengadu kepada adiknya.
Shaka pun memicingkan matanya. Ia mencerna maksud dari perkataan kakak perempuannya. "Maksudnya gimana?" tanyanya ingin tahu lebih jelas.
"Boby selingkuh Ka.." Tika semakin menangis.
"Dia menyembunyikan wanita di belakang kakak." imbuhnya.
"Itu semua karena papa yang nggak mau kasih jabatan ke Boby, dia marah kemudian selingkuh, sekarang dia mengancam mau menceraikan kakak." kata Tika sembari menangis.
"Kalau gitu tinggalin aja dia! Ngapain lelaki kayak gitu dipertahanin?" Shaka bukannya kasihan tapi dia malah marah.
__ADS_1
"Kakak juga masih berhubungan kan dengan kak Nathan?"
Nathan adalah mantan pacar Tika. Mereka cukup lama berpacaran. Tapi entah kenapa, tiba-tiba mereka putus dan Tika menikah dengan Boby.
Sampai saat ini, Nathan belum terlihat dekat dengan wanita lain. Namun, Shaka beberapa kali mempergoki kakaknya bersama dengan bernama Nathan tersebut. Kebetulan Nathan juga bekerja di perusahaan yang sama.
Sebenarnya, Shaka hanya tidak tega melihat kakak perempuannya diperlakukan seperti itu oleh suaminya. "Enak banget kamu ngomong. Kamu enak Ka, belum apa-apa udah langsung jadi pemilik perusahaan. Aku yang berjuang dari nol bersama perusahaan papa, apa yang aku dapat?" Tika justru marah. Ia mengungkit perjuangan yang ia lakukan bersama dengan papanya.
"Aku juga anak papa dan mama. Tapi kenapa mereka hanya melindungi kamu. Bahkan alasan mereka menikahkan kamu dengan Ara karena mereka menganggap Ara membawa keselamatan untuk kamu. Dan perusahaan ini, sengaja dikasih nama inisial kalian berdua. Lalu aku dapat apa?" tanya Tika dengan marah.
"Kak, aku juga nggak mau terima ini semua. Aku juga nggak mau dijodohin. Aku punya hidupku sendiri, aku nggak mau diatur-atur." Shaka mulai kesal. Dia tidak tahu menahu dengan keputusan papanya. Kenapa kakaknya selalu menyalahkan dirinya.
"Lagipula kenapa sampai kemana-mana? Kalau suami kakak bisa bekerja dengan baik, papa pasti kasih kepercayaan ke dia." imbuh Shaka.
"Oh, jadi kamu pikir suami kakak nggak bisa kerja? Asal kamu tahu, sebelum kamu disini, dia sudah lebih dulu berjuang dengan perusahaan. Nggak tiba-tiba datang dan dapat semua." jelas sekali jika Tika menyindir Shaka yang baru saja gabung tapi sudah menjadi pemimpin perusahaan.
"Asal kamu tahu, kakak sempat berpikir jika kamu celaka di luar negeri waktu itu, semua tidak akan jadi seperti ini." imbuh Tika yang membuat hati Shaka benar-benar sakit.
Hati Shaka bagai tertusuk ribuan duri. Ia tak menyangka jika kakaknya akan berkata seperti itu. Shaka bahkan tak bisa lagi berkata-kata. Ketika Tika keluar dari ruangannya, Shaka hanya diam seribu bahasa.
Apakah itu sebabnya kakak perempuannya ingin mencelakainya. Shaka teringat akan rekaman cctv malam itu. Seseorang misterius tersebut keluar dari ruangan kakaknya. Belum lagi Shaka tahu jika kakaknya memang jago bela diri.
Shaka tak percaya dengan rekaman cctv malam itu. Itu sebabnya ia meminta security untuk menyembunyikan kejadian malam itu. Jika bukan mendengar perkataan kejam kakaknya. Shaka tidak akan pernah percaya kakaknya akan melakukan hal tersebut.
Shaka lalu ingat kejadian saat dirinya masih di luar negeri. Dua kali ia hampir di celakai oleh orang asing juga. Apa itu ada kaitannya dengan kakak perempuannya?
Karena waktu itu kakaknya juga sedang liburan disana bersama suaminya.
Meskipun saudara, tapi Shaka harus waspada juga.
****
__ADS_1
Di kantin perusahaan.
Shaka makan siang dengan Elsa dalam satu meja. Elsa nampak senang dan makan dengan lahap. Sedangkan Shaka terlihat biasa saja. Bahkan ia nampak canggung saat beberapa karyawan melihat mereka.
Pada saat yang sama. Tika sedang duduk di meja lain dengan wajah sedih. Suaminya tidak kelihatan sama sekali. Tiba-tiba lelaki bernama Nathan duduk di depan Tika.
Shaka terus memperhatikan keduanya. Namun, tiba-tiba Shaka salah fokus pada gelang yang dipakai oleh Nathan. Gelang itu sama dengan yang orang misterius itu pakai.
Shaka pun kembali memiliki pemikiran yang liar. Ia menebak jika itu memang Nathan, alasan kenapa ia melakukannya pasti karena permintaan Tika.
"Ka, kenapa nggak makan?" tanya Elsa mengagetkan Shaka dari lamunannya.
"Eh, iya, bentar." kata Shaka.
Ia segera memasukan makanan ke dalam mulutnya. Sesekali ia melirik Tika yang sedang ngobrol serius dengan Nathan.
Tak lama kemudian, entah dari mana. Tiba-tiba Boby datang dan langsung menghajar Nathan. Tanpa basa basi ia memukul Nathan secara membabi buta.
"Mas sudah mas!" pinta Tika mencoba melerai keduanya.
"Kenapa? Kamu mau membela pacar kamu?" tanya Boby dengan marah.
"Nggak mas, tapi malu dilihat orang!" Tika menarik tangan Boby. Ia tak tahan dengan tatapan para karyawan lainnya.
"Awas kamu!" Boby mengancam Nathan yang telah babak belur.
Sementara Shaka hanya menatap tontonan tersebut tanpa berkata apapun. Bahkan saat beberapa karyawan lama bergunjing tentang hubungan Tika dengan Nathan. Shaka memilih diam seribu bahasa.
"Ha? Jadi kak Tika itu dulu pacarnya pak Nathan?" tanya Elsa yang tercengang mendengar gosip teman-temannya.
Tidak mau mendengar dan meladeni. Shaka pun beranjak. "Aku udah kenyang. Aku mau kembali ke kantor." katanya meninggalkan tempat tersebut. Melewati para karyawan yang masih membicarakan mengenai kakak perempuannya dengan mantan pacarnya.
__ADS_1