
Shaka dan Ara pergi ke tempat dimana ketika mereka masih kecil sering pergi ke sana. Meskipun sudah berubah, tapi mereka tetap bisa menikmati kenangan masa kecil mereka.
"Nggak nyangka ya Ra, kalau kita akhirnya menjadi suami istri?" gumam Shaka sembari mendorong ayunan yang dinaiki oleh Ara.
"Hm.. Takdir yang sedikit bercanda sih menurut aku." ucap Ara.
"Kok bisa?"
"Ya gimana tidak? Kita sudah sangat dekat, tapi kita harus berpisah dulu sebelum akhirnya takdir mempertemukan kita lagi." jawab Ara sembari tersenyum kecil.
"Jika seandainya aku masih gemuk, apa kamu masih tetap mau menikahi aku?" tanya Ara sembari menatap Shaka yang berada dibelakangnya.
"Hmm.. Orang papa pasti juga maksa aku." jawab Shaka sembari tersenyum kecil.
Ara pun mencubit pinggang suaminya dengan gemas. "Jadi kamu nikahi aku karena terpaksa?" seru Ara.
"Ya kan dulu kita emang dijodohin. Tapi untuk sekarang, aku kayaknya tetap terpaksa menikahi kamu." ucap Shaka sembari terbahak. Ia kemudian berlari sembari terus tertawa.
"Ish,, dasar.." Ara mengejar Shaka yang berlari duluan. Mereka saling tertawa dan bahagia.
Selain saling kejar. Mereka juga saling berpelukan dan menggoda satu sama lain. Tawa bahagia itu begitu lantang membuat siapapun yang melihat juga ikutan bahagia.
Setelah asyik bermain, Ara dan Shaka menjenguk ayah Ara di rumah. Beberapa hari dirawat, Wijaya sudah mulai membaik dia juga sudah boleh pulang.
Di rumah.
Dea sedang berusaha menyenangkan hati Raisa. Dengan lembut Dea menepuk punggung Raisa sembari memberinya nasehat. "Jangan sedih lagi! Kak Dea yakin, kamu nanti pasti dapat lelaki yang lebih baik dari Kresna kok." ucap Dea.
Namun, Raisa masih saja lemas. Wajahnya terlihat lesu. Dia telah mendengar jika kini, Kresna telah menjalin hubungan dengan Elsa. Padahal, sejak dia ditolong oleh Kresna. Raisa sudah mulai menyukai Kresna.
__ADS_1
"Kenapa dia?" tanya Ara yang baru saja datang.
"Patah hati." bisik Dea.
"Patah hati sama siapa?" tanya Ara kaget.
"Kresna.."
"Kak Dea.." sahut Raisa. Dia merasa malu kepada kakaknya.
"Oh, kamu suka sama Kresna? Tapi Kresna balikan sama Elsa? Jadi kamu patah hati?" tanya Ara sembari tertawa. Ia tak menyangka jika adiknya ternyata menyukai Kresna selama ini.
"Kakak ah.."
Ara tertawa sejenak kemudian dia memeluk adiknya dengaan erat. "Tak apa dik. Kamu pasti akan dapat yang lebih baik dari Kresna. Yang lebih muda juga." ucap Ara.
"Tapi jujur sih, Kresna emang cakep anj*r. Andai kakak belum nikah, pasti kakak pacarin tuh si Kresna. Auw.. " namun tiba-tiba dari belakang, Shaka menjewer telinga Ara.
"Auw.. Auw.. Auw.." Ara mengusap telinganya yang memerah.
"Sakit Shaka!!!" seru Ara dengan marah.
"Lebih sakit disiksa di neraka karena selingkuhi suami." jawab Shaka dengan cepat.
"Ck.." Ara tersenyum geli mendengar perkataan Shaka.
Sementara Dea dan Raisa terbahak mendengarnya. Kelakuan random Ara dan Shaka setidaknya mampu membuat Raisa sedikit terhibur.
"De, katanya kamu mau dinner sama Rey?" tanya Shaka yang membuat Ara terbelalak. Dia bahkan sama sekali tidak mendengar kabar berita tersebut.
__ADS_1
"Kamu sama Rey?" tanya Ara melongo.
"Kamu nggak tahu? Mereka udah mau dinner romantis segala." ucap Shaka.
Sementara Dea melotot ke arah Shaka. Bukannya dia ingin menyembunyikan dari Ara. Tapi dia agak malu untuk memberitahu Ara.
"Serius? Kamu sembunyiin dari aku? Aku bukan lagi sahabat kamu?" tanya Ara agak kecewa dan kesal.
Dea pun segera memeluk Ara dengan erat. "Bukan gitu, aku cuma malu aja." jawab Dea.
"Ngapain harus malu? Aku suka kok kamu nemuin lelaki yang cocok untuk kamu. Rey juga baik orangnya. Aku pasti setuju." ucap Ara.
"Ara..." Dea kemudian mempererat pelukannya.
Disisi lain, Nathan dan Tika juga berkomitmen untuk melanjutkan hubungan mereka yang sempat terputus karena Tika menikahi Bobby. Selama ini, Nathan setia menunggu Tika. "Om, saya minta izin untuk kembali menjalin hubungan dengan Tika. Saya janji akan membahagiakan dia, om." ucap Nathan kepada Hendra.
"Om sih terserah Tika-nya saja. Kan yang ngejalani Tika. Om dan tante cuma bisa mendukung apa yang terbaik untuk anak-anak." jawab Hendra.
Meskipun sebenarnya Hendra sangat menyukai kegentle-an Nathan. Karena dia berani meminta izin ketika memacari anak orang.
"Kamu gimana Tik?" tanya Rani.
"Aku mau kok ma. Aku juga masih suka sama Nathan. Tapi aku belum mau nikah dulu, aku masih trauma." jawab Tika.
"Terserah kamu nak, apapun yang membuat kamu bahagia, papa dukung." sahut Hendra.
"Aku akan nunggu kamu sampai kamu siap menghabiskan sisa hidup kamu dengan aku." ucap Nathan lagi.
Hendra dan Rani sangat bahagia. Mereka bersyukur karena anak-anaknya telah mendapatkan kebahagiaan yang mereka mau. Shaka kini lebih dekat dengan istrinya. Tika yang memiliki seorang lelaki setia disampingnya. Tidak ada yang membahagiakan daripada itu semuanya.
__ADS_1
** END **
( *Terima kasih untuk semuanya. Akhirnya kami telah menyelesaikan karya kami ini. Terima kasih untuk dukungan semuanya, support, doa, support mental, vote, dan juga hadiah yang dikirim. Tidak ada kata yang lebih indah selain kata terima kasih. Mohon maaf juga jika ada salah kata, atau cerita yang tidak sesuai dengan keinginan readers sekalian. Kami memohon maaf yanh sebesar-besarnya. Sekali lagi terima kasih, salam santun, sukses selalu, dan sehat selalu, salam dari author.*)