
Tika mengusir Bobby dari rumah orang tuanya. Dia juga meminta cerai. Tika tidak mau mendengar apapun penjelasan Bobby. Dia benar-benar sangat kecewa dengan suaminya itu. "Aku akan urus surat cerai kita!" kata Tika sembari membuang tas berisi pakaian Bobby.
Rani dan Hendra terkejut melihat Tika mengusir suaminya. Karena mereka berdua tidak tahu apa-apa tentang masalah Tika dan Bobby. "Tik, kamu kenapa?" tanya Hendra.
"Kenapa kamu usir suami kamu?" tanya Rani juga bingung.
"Aku mau cerai pa." jawab Tika.
Tentu saja perkataan Tika itu membuat Hendra dan Rani semakin terkejut. "Bentar.. Bentar.. Ada apa ini? Coba kasih tahu papa!" Hendra meminta penjelasan dari anaknya mengenai apa yang terjadi.
"Lelaki ini, lelaki tak tahu diri ini, dia selingkuh dengan sekretaris Shaka." seru Tika dengan marah. Dia tidak bisa menyembunyikan amarahnya.
"Bahkan mereka tinggal bersama di sebuah apartemen." imbuh Tika.
Awalnya tidak tahu dan sama sekali tidak curiga dengan perilaku suaminya. Tapi, Kresna berhasil meyakinkannya dengan sebuah video yang berhasil Kresna rekam. Sejak saat itu, Tika selalu mendapat informasi dari Kresna mengenai hubungan suaminya dengan Elsa. Kemudian, Kresna meminta Tika untuk datang dan melihat secara langsung.
"Kamu salah paham, Tika.."
Plakkk..
"Salah paham? Kamu masih bilang salah paham? Emang nggak punya malu ya kamu." ucap Tika semakin marah. Ia juga menampar Bobby dengan cukup keras.
Bobby menatap Tika dengan tajam. Tangannya tiba-tiba mengepal. Namun, dia menahan amarahnya agar bisa kembali membujuk Tika. "Aku jelasin ya!" kata Bobby dengan lembut.
"Nggak perlu. Pergi dari sini! Mulai sekarang kamu bukan suami aku!" ucap Tika dengan marah.
Bobbya yang mencoba menahan amarahnya tidak bisa menahan lagi. Dia marah dan mencekik Tika. "Dasar tak tahu malu." ucapnya dengan geram.
Tentu saja tindakan Bobby itu membuat Hendra dan Rani kaget. Mereka berusaha melepaskan Tika dadi cengkeraman Bobby. Namun, Bobby mengeluarkan sebuah belati. Dia menodongnya ke leher Tika.
"Berani bergerak, anak kalian mati!" ancam Bobby.
"Bobby, lepasin Tika! Kamu minta apa? Tapi lepasin Tika ya!" bujuk Hendra yang begitu khawatir dengan keselamatan anak perempuannya.
"Bujuk dia supaya jangan ceraiin aku!" kata Bobby.
__ADS_1
"Nggak mungkin. Aku akan tetap ceraiin kamu. Akh.." seru Tika.
"Kamu mau uang? Papa akan kasih, tapi lepasin Tika, oke!" ucap Hendra lagi.
"Sediain 2 miliyar!" pinta Bobby. Dengan uang itu dia akan pergi ke luar negeri bersama dengan Elsa. Dan memulai hidup baru.
"Oke. Tapi papa nggak cash. Besok papa ke bank. Lepasin Tika ya! Papa janji, papa nggak pernah ingkar, kamu juga tahu itu." Hendra bersedia memberikan apapun supaya anaknya selamat.
"Besok di taman kota tepat jam 12 malam. Taruh uang itu di tempat yang akan aku infokan selanjutnya. Jangan berani-berani lapor polisi. Kalau nggak, kalian siap kehilangan anak perempuan kalian." kata Bobby. Dia kemudian membawa Tika pergi tanpa ada perlawanan dari Hendra dan Rani.
Mereka berdua takut anaknya kenapa-napa. Jadi membiarkan Bobby membawa Tika pergi. Dan mereka akan menyusun rencana untuk menyelamatkan Tika, tentu saja bersama dengan Shaka.
Hendra segera menghubungi Shaka. Dia menceritakan semua yang terjadi. Tentu saja Shaka juga kaget mendengarnya.
Di rumah sakit.
"Baik pa, aku akan coba lacak dia. Papa sama mama tenang ya!" pinta Shaka.
Shaka meminta bantuan Rey untuk melacak keberadaan Bobby. Mereka menemukan Bobby membawa Tika ke sebuah hutan.
"Kita langsung ke sana?" tanya Rey.
Meskipun dia sempat kesal dengan kakaknya. Tapi, biar bagaimanapun Tika tetaplah kakak kandungnya. Dia tidak ingin kakaknya kenapa-napa.
"Kita minta bantuan Kresna. Dia pasti bisa bujuk Elsa supaya membantu kita." ucap Shaka.
Ya, dia tahu jika Elsa sangat mencintai Kresna. Shaka yakin Kresna pasti bisa membuat Elsa berpihak kepadanya.
"Kamu dimana?" tanya Shaka melalui panggilan suara.
"Bisa ke rumah sakit? Aku mau ngomong!"
"..."
"Ayah mertuaku, ada sedikit insiden dengan Ara." jawab Shaka.
__ADS_1
Tentu saja, mendengar mengenai Ara. Kresna tak menunggu lagi. Dia segera pergi ke rumah sakit sesuai dengan arahan Shaka.
Kini, mereka berkumpul untuk menyusun rencana penangkapan Bobby. "Kres, tolong bujuk Elsa supaya membantu kita! Kita gunain dia untuk memancing Bobby keluar!" pinta Shaka.
Kresna terdiam. Dia tak yakin apakah dia bisa membujuk Elsa. Karena mungkin Elsa sudah tidak menyukainya lagi. "Aku coba." jawab Kresna.
Tanpa menunggu lagi. Kresna segera menghubungi Elsa. Dia meminta untuk bertemu. Awalnya Elsa menolak. Tapi Kresna terus membujuk sampai akhirnya Elsa mau bertemu dengan Kresna.
Kresna meminta Elsa ketemu di kamar apartemennya. "Aku coba dulu. Nanti aku kasih kabar secepatnya!" ucap Kresna sekaligus pamit untuk melancarkan rencana awal mereka.
Di kamar apartemen.
Elsa menatap Kresna yang hanya diam. Cukup lama mereka tak bicara sama sekali. "Kenapa pengen ketemu? Mau menghina aku lagi?" tanya Elsa dengan ketus.
"El, kenapa kamu suka sama Bobby? Dia bukan lelaki baik-baik." tanya Kresna.
"Aku tahu. Tapi aku ingin merasakan dicintai, Kres. Aku memohon ke kamu untuk itu, tapi kamu terus menolak aku." jawab Elsa mulai emosional.
"Padahal aku nggak minta kamu untuk membalas cintaku. Cukup maafin aku, itu sudah cukup." imbuh Elsa.
Di depan Kresna, dia tidak berdaya. Rasa cinta yang ia pendam selama ini selalu melemahkannya. "Aku akan maafin kamu, dan bahkan akan kembali berteman dengan kamu. Asal kamu tinggalin Bobby!" pinta Kresna.
"Kamu.. Kamu serius?" hati Elsa merasa senang mendengar perkataan Kresna.
"Iya. Bobby bukan lelaki baik. Aku nggak mau kamu terseret dengan masalah dia. Dia akan dipenjara." ucap Kresna.
"Di penjara?"
"Ya, dia menjadi buron sekarang karena hendak mencelakai Tika." jawab Kresna. Berterus terang.
"Kamu mau bantu mancing Bobby keluar? Atau selamanya tidak akan ada masa depan untuk kita?" Kresna memberi Elsa sebuah pilihan.
Elsa terdiam. Selama ini dia bersama Bobby juga karena Bobby selalu memberinya uang dan kemewahan. Jadi, dia pasti memilih untuk memiliki masa depan dengan lelaki yang ia cintai.
"Aku akan bantu memancing Bobby keluar." jawab Elsa tanpa ragu.
__ADS_1
Kresna pun menatap Elsa dengan lekat. Ia menarik Elsa ke dalam pelukannya. Kemudian Kresna mencium bibir Elsa dengan sangat lembut. Elsa yang merasa bahagia pun menikmati ciuman Kresna tersebut. Sudah lama ia menantikan hal seperti itu.
"Uhm.." cukup lama mereka berciuman.