Miss Gendut

Miss Gendut
part 45


__ADS_3

Saat Ara tidur, dan Shaka sedang main game bersama Rey di rumah Rey. Tiba-tiba sosok berbaju hitam masuk ke kamar Ara. Dia melihat tubuh Ara yang begitu indah. Kebetulan, rumah orang tua Ara belum ada cctv. Sedangkan Dea tidur bersama dengan Raisa di kamar lain. Sampai sekarang Ara masih belum mau pulang bersama Shaka. Tapi Shaka yang tinggal bersama dengan keluarga Ara.


Sosok misterius itu mendekat dan menyentuh tubuh indah Ara. Beruntung, Ara segera membuka mata. Dia kaget melihat sosok tersebut. Kemudian ia berteriak sembari menendang sosok berbaju hitam tersebut.


Teriakan Ara membangunkan ayah dan ibunya. Wijaya segera berlari ke kamar Ara. Ketika dia masuk, dia melihat Ara sedang berjuang melepaskan diri dari sosok berbaju hitam tersebut.


Wijaya menjadi gelap mata, dia melihat ada sebuah pisau di meja kamar Ara. Segera Wijaya mengambil pisau itu kemudian menusuk sosok berbaju hitam tersebut. Tusukan itu mengenai tipis ke lengan kanan sosok misterius tersebut.


Namun, karena kekuatan sosok itu lebih kuat. Dia bisa dengan mudah menjatuhkan Wijaya kemudian segera melarikan diri.


Sementara Wijaya tergeletak karena dorongan yang begitu kuat dari sosok misterius tersebut. "Ayah..." Siska berteriak memanggil suaminya yang tergeletak.


Ara segera mendekat dan memanggil ayahnya juga. Namun Wijaya tak bangun. Dea dan Raisa yang mendengar teriakan Ara dan Siska segera bangun dan berlari ke arah sumber suara.


Dea dan Raisa ikut panik melihat Wijaya tergeletak tak sadarkan diri. "Siapin mobil, kita bawa ayah ke rumah sakit!" perintah Ara.


Dea segera berlari untuk menyiapkan mobil. Keempat wanita itu membawa Wijaya ke rumah sakit dengan susah payah membopongnya ke mobil.


Tubuh Ara gemetar saat ayahnya di periksa. Tapi, itu bukan karena ketakutannya mengenai ayahnya. Tapi karena trauma dia akan diperkos* tadi.


Dea memeluk Ara setelah mendengar cerita dari ibunya Ara. Apalagi saat ini tubuh Ara gemetaran. Sementara Raisa segera menghubungi kakak iparnya. Dia menceritakan apa yang terjadi dengan Ara dan juga papanya.


Dengan segera Shaka bergegas menuju rumah sakit bersama dengan Rey. Tak lama, Shaka dan Rey sampai di rumah sakit.


Shaka dengan segera memeluk Ara. Tubuh Ara masih gemetar. "Nggak apa-apa! Ada aku." ucap Shaka dengan lembut.


Dia yakin jika Ara sedang ketakutan sekarang. Karena tubuh Ara tak berhenti gemetar. "Kamu tahu ciri-ciri orang itu?" tanya Shaka.

__ADS_1


"Nggak. Dia pakai baju serba hitam dan juga topeng." jawab Ara pelan.


"Ya udah nggak apa-apa. Maafin aku." Shaka meminta maaf atas insiden yang Ara alami.


"Mulai sekarang aku akan selalu jagain kamu. Kemana aku pergi, aku akan ajak kamu." imbuh Shaka. Jujur, dia kaget dan murka ketika Raisa memberitahunya. Tapi bersyukur karena istrinya baik-baik saja.


"Ayah pasti akan baik-baik saja!" katanya lagi.


****


Di tempat lain.


Bobby pergi ke sebuah apartemen. Dia berjalan sembari memegangi lengannya. "Si*l.." gumamnya menahan rasa sakit di lengan kanannya.


Ternyata, sosok misterius itu adalah Bobby. Dia sejak awal memang memiliki niat buruk terhadap Ara. Dan semua yang Shaka alami ternyata juga Bobby pelakunya.


Bobby memencet bel salah satu kamar. Pintu dibuka oleh seorang wanita cantik, tapi itu bukan Tika, istrinya. "Ah ssyank, aku kangen." kata wanita itu sembari memeluk Bobby.


"Nggak apa-apa." Bobby segera masuk.


Dia segera mandi, dan memikirkan beberapa rencananya yang gagal. Bobby pun merasa kesal. Dia meninju dinding kamar mandi dengan kesal. "Awas aja, lain kali aku nggak akan gagal." gumamnya dengan keyakinan tinggi.


Selesai mandi, Elsa mengobati luka kecil di lengan Bobby. Kemudian dia menyiapkan makanan untuk Bobby. Ternyata, Bobby dan Elsa sudah pacaran selama dua tahun. Dan alasan Elsa bekerja di perusahaan Shaka juga karena rencana Bobby.


Sebelum pulang, Bobby dan Elsa bermesraan terlebih dahulu. Bahkan mereka berhubungan intim tanpa ikatan.


"Yank, aku ingin liburan ke luar negeri." kata Elsa sembari membelai dada bidang Bobby.

__ADS_1


"Tunggu dulu, aku rayu Tika dulu, sabar ya!" Bobbye mengecup kening Elsa dengan lembut.


"Kamu jangan terlalu dekat dengan Shaka! Aku cemburu!" kata Bobby.


Beberapa kali ia melihat Elsa sedang merayu Shaka. Bobby ingin marah, tapi dia harus bersabar demi rencananya.


"Iya, tenang aja. Aku cuma milik kamu kok." ucap Elsa kembali membelai tubuh Bobby.


Setelah itu Bobby harus segera pulang. Karena dia tidak ingin membuat istrinya curiga. Elsa mengantar Bobby sampai ke pintu. Tapi, betapa kagetnya Bobby dan Elsa karena melihat Tika berdiri di depan kamar apartemen mereka.


"Ti... Tika?" gumam Bobby.


Tika menatap Bobby dengan tajam. Ia juga menatap Elsa dengan tajam. Di sampingnya ada Kresna yang berdiri dengan wajah datar. Sepertinya Kresna yang memberitahu Tika mengenai perselingkuhan suaminya.


Tika tidak berkata apapun. Dia hanya segera balik badan dan meninggalkan tempat itu. "Tik, tunggu!" Bobby berusaha mengejar Tika. Namun, Tika berlari tanpa berhenti.


Hatinya hancur melihat itu semua. Ingin menangis, tapi air matanya tak bisa keluar. Ia hanya merasa hatinya sakit. Sakit sekali.


Sementara Kresna menatap Elsa yang merasa malu dengannya. "Aku nggak nyangka kalau kamu seperti ini. Untung saja perasaanku udah berubah sejak dulu." ucap Kresna.


"Bertobat El! Apa yang kamu dapat dengan semua ini?" tanya Kresna. Ia iba melihat Elsa yang sangat berubah.


"Kamu pikir aku seperti itu karena siapa?" tanya Elsa sembari melotot.


"Karena kamu Kresna. Aku jadi seperti ini karena kamu." seru Elsa.


"Bukan karena aku. Tapi karena nafsu dunia kamu. Kamu merasa cantik dan sempurna, sehingga kamu bangga melakukan ini semua tanpa memikirkan perasaan wanita yang kamu sakiti. Tanpa kamu sadar jika di atas langit masih ada langit." pungkas Kresna.

__ADS_1


Dia tidak lagi mau berdebat. Ia segera pergi dan kembali ke apartemennya sendiri.


Elsa mulai menangis. Entah apa yang ia tangisi. Hatinya merasa sangat sakit saat Kresna pergi meninggalkannya tanpa menoleh lagi ke belakang.


__ADS_2