Miss Gendut

Miss Gendut
Part 47


__ADS_3

Elsa berduaan dengan Kresna di kamar Kresna. Dia merasa bahagia karena akhirnya bisa kembali dengan lelaki yang ia cintai. Mereka bercerita satu sama lain tentang kehidupan mereka setelah diadopsi.


"Mama dan papa angkat aku baik. Tapi nenek yang jahat. Dia selalu menghina aku, mengatakan jika aku anak pungut." ucap Elsa sedih saat bercerita.


"Setelah papa meninggal, mama tidak lagi punya kuasa. Nenek yang menguasai semua. Sampai akhirnya aku nggak betah dan memilih pergi." imbuh Elsa.


"Kalau kamu gimana? Kamu bahagia ketemu papa kandung kamu?"


"Hmm.. Tapi tidak sebahagia kelihatannya." jawab Kresna.


"Mama tiriku dan kakak tiriku selalu menghina aku dan mendiang ibuku. Aku juga hampir menyerah, tapi papa selalu menahanku." ucap Kresna.


Mendengar itu, Elsa kemudian memeluk Kresna. "Jangan sedih! Aku janji akan selalu menemani kamu. Aku sayang kamu, Kres." ucapnya.


Namun, saat mereka sedang berpelukan sembari berbaring di kasur. Tiba-tiba ponsel Elsa berbunyi. Elsa menerima telepon dari Bobby saat dia masih bersama dengan Kresna. Ia menatap Kresna bermaksud meminta ijin menerima panggilan tersebut. Setelah Kresna menganggukan kepalanya. Barulah Elsa menerima panggilan tersebut.


"Ya."


"Besok jam 1 malam, kita akan pergi ke luar negeri. Kamu siap-siap ya!" kata Bobby dari balik telepon.


"Besok? Kenapa malam? Aku kan belum ambil cuti?" tanya Elsa.


"Nggak perlu ambil cuti! Kita akan tinggal di luar negeri bersama. Kita akan buka lembaran baru." jawab Bobby.


"Nggak usah banyak tanya! Kamu segera siap-siap! Besok tunggu aku di taman dekat bandara jam 1 malam." imbuh Bobby.


"...Ya." jawab Elsa kemudian mematikan teleponnya. Pada saat itu Elsa menyalakan pengeras suara sehingga Kresna bisa mendengar apa yang Bobby katakan.


"Temui dia! Nanti aku akan bersiap menangkap dia." kata Kresna saat melihat wajah ragu dari Elsa.


"Setelah Bobby ke tangkap. Kita akan memulai perjalanan baru kita!" imbuh Kresna yang membuat Elsa tersenyum. Dia merasa sangat bahagia saat Kresna mengatakan hal tersebut.

__ADS_1


Elsa pun segera memeluk Kresna dengan erat. "Makasih Kres.." ucapnya dengan bahagia.


Kresna membalas pelukan Elsa. Namun, wajahnya terlihat sedikit masam. Entah apa yang dia pikirkan dan dia rasakan.


Setelah Elsa kembali ke kamarnya. Kresna segera menghubungi Shaka. Dia mengatakan semua rencana Bobby yang dia dengar tadi. "Dia akan mengajak Elsa tinggal di luar negeri. Jadi besok kalian sudah harus bisa menangkapnya!" kata Kresna.


"Tenang saja. Aku pastiin dia tidak bisa membawa Elsa pergi. Elsa akan tetap jadi milik kamu." ucap Shaka dari seberang telepon.


"Apaan nj*r. Aku lakuin ini semua demi persahabatan kita." tutur Kresna dengan kesal.


"Oke, thanks udah perhatian ke aku dan keluargaku." pungkas Shaka kemudian mematikan teleponnya.


Kresna kemudian menyalakan sebatang rokok. Entah apa yang ia pikirkan. Dia memang orang yang sulit ditebak.


....


Di rumah sakit, Shaka dan Rey merencanakan penangkapan Bobby. Mereka menyusun rencana untuk menangkap Bobby dan menjebloskannya ke penjara. Selain dia telah menculik kakak perempuannya.


"Tapi sebelum itu, aku mau hajar dia karena berani culik kak Tika. gumam Shaka dengan marah.


"Aku juga harus. Karena udah berani culik kakak aku." ucap Rey. Dia dan Shaka cukup dekat begitu juga dengan keluarga Shaka. Jadi Rey sudah menganggap Tika seperti kakaknya sendiri.


"Aku juga.." sahut seseorang yang baru saja datang.


"Kak Nathan?" gumam Shaka ketika melihat seorang lelaki menghampirinya.


"Aku ikut cari dia!" ucap Nathan.


"Aku nggak akan biarin dia bebas karena udah berani sakiti Tika dan menculiknya." imbuh Nathan dengan marah.


Meskipun dia dan Tika sudah putus lama. Tapi Nathan masih sangat mencintai Tika. "Dulu, aku pisah dengan Tika karena Bobby memfitnah aku." kata Nathan.

__ADS_1


"Dia menjebak aku dengan wanita lain sampai Tika marah dan ninggalin aku. Tak lama, Tika menikah dengan Bobby. Setelah itu aku baru tahu kalau aku dijebak Bobby. Tapi Tika sudah terlanjur cinta sama Bobby, dia tidak mau percaya mendengar penjelasanku." Nathan menceritakan semuanya tentang dia, Tika dan Bobby.


"Kak, aku boleh tanya?"


"Ya."


"Gelang itu beneran punya kakak?" Shaka menunjuk gelang yang ia pakai.


"Ya. Ini pemberian Tika. Aku selalu memakainya. Tapi, beberapa waktu lalu sempat hilang, mungkin terlepas. Tapi tiba-tiba sudah ada di meja kerja aku. Aku takut banget karena ini pemberian Tika waktu kita jadian dulu." jawab Nathan


Sakha memicingkan matanya. Dia memang tidak yakin jika Nathan yang hendak mencelakainya. "Kapan hilangnya?" tanya Shaka masih penasaran.


"Em.. Aku lupa pastinya, tapi kayaknya dua bulan yang lalu kalau nggak salah."


Shaka terbelalak. Waktu itu sama dengan waktu saat dia hampir di tusuk oleh seseorang. Apakah itu artinya orang misterius itu bukanlah Nathan melainkan seseorang yang ingin memfitnah Nathan. Tapi siapa yang ingin melakukan itu?


Apakah itu ada kaitannya dengan Bobby?


Shaka menjadi berpikir keras.


"Kha, kamu harus selamatin Tika. Dia tuh sayang banget sama kamu. Dia rela bekerja untuk perusahaan kamu itu. Tapi, belakangan dia memang sedang bingung. Bobby mengancam menceraikannya jika Tika tidak meminta jabatan ke papa kalian." Nathan mulai menceritakan semuanya yang ia ketahui.


"Tika terpaksa melawan kamu dan papa kamu, supaya Bobby percaya jika Tika beneran memihaknya. Padahal, Tika merasa sangat berat. Kasihan dia." tutur Nathan merasa sedih saat teringat mantan kekasihnya itu.


"Jadi, tidak mungkin Tika ingin mencelakai kamu, Ka. Dia sayang banget sama kamu. Aku beranu bertaruh." imbuh Nathan meyakinkan Shaka bahwa Tika tidak sejahat yang dia kira.


Shaka terdiam. Tapi, jelas sekali jika dia merasa sangat sedih setelah mendengar penjelasan Nathan.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Nathan.


Shaka kemudian menjelaskan rencana dia dan Rey kepada Nathan. Mereka akan memberikan uang itu. Kemudian menangkap Bobby di tempat dia janjian dengan Elsa. Simple. Tapi semoga semua berjalan lancar.

__ADS_1


__ADS_2