
Ibra pun masuk ke dalam rumah, kebetulan pintu rumah itu terbuka. Terlihat Valerie dan Dion sedang duduk bersama sembari menonton tv.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, Ibra, kok kamu ada di sini?" seru Mommy Valerie.
Mommy Valerie pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Ibra, begitu pun dengan Daddy Dion yang ikut bangkit dari duduknya.
"Maaf Bu Valerie, saya ke sini ingin mengantarkan mobil karena Ayah saya saat ini sedang sakit," sahut Ibra.
"Ayah? jadi, kamu anaknya Pak Agus?"
"Iya Bu, saya anaknya Pak Agus."
"Owalah, ayo mari silakan duduk. Kenalkan ini Pak Dion, suami saya."
Ibra pun bersalaman dengan Daddy Dion dengan senyuman ramahnya.
"Silakan duduk!"
"Terima kasih, Pak."
Daddy Dion menatap Ibra dengan tajam membuat Ibra sedikit segan dan memilih menundukkan kepalanya.
"Daddy, tatapannya bisa dikondisikan, gak? Ibra itu bukan penjahat, dan kita tidak sedang berhadapan dengan seorang penjahat," sindir Mommy Valerie.
"Mommy kaya yang gak tahu aja bagaimana Daddy? Daddy itu suka waspada dengan orang asing karena Daddy tidak suka sembarangan dekat-dekat dengan orang asing."
"Nah loh, ternyata sudah ketahuan kalau sikap Virlie itu turunan dari Daddynya," batin Ibra.
"Maafkan suami saya Ibra, dia memang menyebalkan sama kaya Virlie."
"Apa kamu bilang? Daddy menyebalkan?" geram Daddy Dion.
Mommy Valerie langsung menutup mulut Daddy Dion dengan tangannya kemudian mengeluarkan jurus andalannya yaitu pelototan maut. Benar saja, Daddy Dion langsung jinak dan lemah membuat Ibra kembali menundukkan kepalanya.
"Maaf Bu, Pak, kalau saya lancang. Sebenarnya, saya ingin bicara kepada Ibu dan Bapak."
"Kamu mau bicara apa?" tanya Mommy Valerie.
"Begini Bu, Pak, Ayah saya saat ini sedang sakit jadi saya ingin menggantikan posisi Ayah saya jadi sopir untuk sementara waktu, apa boleh?" tanya Ibra.
"Tentu saja boleh dong, tapi yakin kamu mau menjadi sopirnya Virlie? kamu pasti tahu kan, bagaimana sifat Virlie?"
"Iya Bu, saya tahu, tapi tidak apa-apa karena untuk saat ini saya memang sedang butuh pekerjaan," sahut Ibra.
"Baiklah, kamu saya terima jadi sopir Virlie menggantikan Ayah kamu, tapi saya mohon sama kamu, tolong kamu harus kuat dan sabar menghadapi sikap Virlie yang seperti itu."
"Insya Allah Bu, saya kuat."
"Baguslah, tapi kalau kamu jadi sopirnya Virlie, kamu harus tinggal di sini karena kan kamu tidak akan tahu kapan Virlie akan pergi soalnya Virlie itu orangnya tidak suka menunggu," seru Mommy Valerie.
"Siap Bu, saya tidak apa-apa kalau harus tinggal di sini."
"Bagus, kalau begitu lebih baik sekarang kamu pulang dulu bawa barang-barang yang kamu butuhkan dan kembali lagi ke sini," seru Mommy Valerie.
"Baik Bu, kalau begitu saya pamit dulu."
Ibra pun bangkit dari duduknya, Ibra pun kembali menggunakan mobil Virlie untuk pulang ke rumahnya membawa barang-barang yang Ibra butuhkan.
"Bukanya anak itu kurir yang tempo hari Virlie pecat?" tanya Daddy Dion.
__ADS_1
"Iya Dad, Ibra adalah anak yang baik dan juga sopan. Sejak awal bertemu dengannya, Mommy sudah sangat menyukainya."
"Apa? Mommy mau selingkuh dengan anak ingusan?" sentak Daddy Dion.
"Apaan sih Dad, suka karena cinta sama suka karena sayang itu beda. Mommy itu suka sama Ibra, bukan karena Mommy cinta sama Ibra tapi Mommy kagum akan sifat dan semangatnya yang benar-benar luar biasa. Dia tidak malu bekerja apa pun demi membiayai kuliahnya sendiri, seharusnya Daddy mencontoh Ibra, supaya Virlie tidak menjadi anak yang arrogant."
"Iya-iya deh, Daddy ngaku salah karena sudah memanjakan Virlie."
"Dad, Mommy mau mandi nih, mau ikut mandi?" seru Mommy Valerie.
"Wow, jelas dong Mom kalau masalah itu jangan ditanya lagi."
Akhirnya pasangan yang sudah tidak muda lagi itu menuju kamar mereka untuk melakukan ritual mandi bersama.
***
Malam pun tiba...
"Dad, bagaimana apa Daddy sudah cariin sopir baru buat Virlie?"
"Sudah, tuh Mommy kamu yang cariin," sahut Daddy Dion.
"Yah, kok Mommy sih yang cariin? pasti sopir barunya gak kompeten kalau Mommy yang cariin soalnya Mommy bakalan pasang tarif yang minim gak kaya Daddy yang royal," protes Virlie.
"Ishh..ishh..ishh...sembarangan kalau ngomong, kali ini Mommy ga pasang tarif minim justru Mommy kasih tarif dua kali lipat," sahut Mommy Valerie.
"Wow, berarti sopir baru untuk Kak Virlie kali ini sangat spesial makanya Mommy berani pasang tarif dua kali lipat, ini hal langka loh Kak, jadi penasaran seperti apa bentukan sopir baru untuk Kak Virlie," seru Vero dengan mulut penuh makanan.
"Tenang saja, sebentar lagi dia akan datang kok," sahut Mommy Valerie.
Tidak lama kemudian...
"Assalamualaikum."
Virlie tampak menganga, bahkan sendok yang dia pegang pun langsung terjatuh.
Mommy Valerie bangkit dan merangkul Ibra dan membawanya menuju meja makan.
"Ayo Ibra, ikut makan bersama kami."
"Tidak usah Bu, saya sudah makan kok di rumah," tolak Ibra.
"Sudah jangan nolak, ayo makan dulu."
Mommy Valerie pun mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk Ibra, sedangkan Vero langsung memasukan tahu ke mulut Virlie yang dari tadi terus menganga.
"Jangan menganga terus, Vero tahu sopir baru Kak Virlie itu tampan seperti Vero," bisik Vero.
Virlie tersentak....
"Mom, kok dia sih yang jadi sopir Virlie?" seru Virlie.
"Sayang, Ibra ini anaknya Pak Agus jadi Ibra mau menggantikan Ayahnya untuk sementara waktu sampai Pak Agus sembuh."
"Tapi Mom----"
"Tidak ada tapi-tapian, pokoknya mulai besok sopir kamu Ibra biar sekalian Ibra juga yang jagain kamu. Apalagi kalian kan, satu kampus."
Virlie hendak membuka mulutnya kembali, namun Mommy Valerie mengangkat tangannya pertanda kalau Virlie harus diam.
"Lebih baik kamu nurut saja sama Mommy kamu sayang, atau satu keluarga akan terkena imbasnya," bisik Daddy Dion.
__ADS_1
Virlie akhirnya hanya bisa diam saja, entah tadi siang dia mimpi apa, kenapa dia jadi terus-terusan harus berdekatan dengan laki-laki menyebalkan seperti Ibra itu.
Ibra hanya menyunggingkan senyumannya, dia tahu kalau saat ini Virlie sedang kesal.
Beberapa saat kemudian, makan malam pun selesai dan Mommy Valerie memanggil Ibra untuk menemuinya bersama Daddy Dion di ruangan kerja Daddy Dion.
Tok..tok..tok..
"Masuk!"
"Permisi Bu, Pak."
"Masuk Ibra."
Ibra pun masuk...
"Duduk Nak."
Ibra pun duduk di hadapan Mommy Valerie dan Daddy Dion.
"Ibra, mungkin kamu tahu kalau sifat Virlie seperti apa? itu memang salah kami karena sudah memanjakan Virlie secara berlebihan sehingga Virlie tumbuh menjadi anak yang manja dan arogan seperti itu, saya memanggil kamu ke sini karena saya ingin meminta bantuan kepada kamu, tolong kamu rubah sifat Virlie yang seperti itu karena saya yakin kamu bisa merubahnya. Kalau kamu mau kerasin Virlie juga tidak apa-apa," seru Mommy Valerie.
"Hai, no Virlie tidak boleh dikerasin soalnya Daddy juga tidak pernah keras kepada Virlie mau pun Vero," protes Daddy Dion.
"Daddy, ini semua demi kebaikan Virlie. Mommy tidak mau Virlie tumbuh menjadi anak yang seperti itu bahkan Vero saja yang notabene anak laki-laki, dia tidak seperti itu. Ibra, pokoknya saya minta sama kamu rubah sifat Virlie supaya menjadi pribadi yang lebih baik lagi."
"Baik Bu, Ibra akan coba tapi Ibra tidak bisa janji."
"Ya sudah, sekarang kamu boleh kembali ke kamar kamu dan beristirahatlah semoga kamu betah selama tinggal di sini."
"Iya Bu, kalau begitu saya pamit dulu."
Ibra pun keluar dari ruang kerja Daddy Dion...
"Sssttt..sssttt."
Ibra tampak celingukan mencari suara-suara itu, hingga akhirnya Ibra melihat Vero di balik pintu kamarnya melambaikan tangan ke arah Ibra.
"Apa?"
"Sini Kak, sebentar."
Ibra pun menghampiri Vero dan Vero menarik tangan Ibra untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Ada apa?"
"Kak, Kakak harus hati-hati sama Kak Virlie dia itu orangnya sangat menyeramkan dan Vero akan kasih semangat sama Kak Ibra, pokoknya apa pun yang terjadi, Kak Ibra harus bertahan kalau Kak Virlie menyebalkan, Kakak pukul saja pakai sapu, oke," seru Vero.
"Okelah."
Vero dan Ibra tampak bersalaman dengan senyum yang mengembang.
⭐
⭐
⭐
Hai guys reader setia Poppy Susan, yuk mampir di akun ke duaku yang bernama Bunda Love di sana aku menulis cerita juga.Jangan lupa rate bintang 5, follow akunku, like, gift, vote, tap favorit dan juga komen, terima kasih🥰🥰
__ADS_1