Mrs. Arrogant

Mrs. Arrogant
Bab 40 The Black Hunter Kembali Beraksi


__ADS_3

Sesampainya di pabrik tua yang dituju, Dion dan yang lainnya mulai menyusun rencana.


"Anak buah mereka tidak terlalu banyak dan itu membuat kita akan lebih gampang mengalahkan mereka," seru Julian.


"Iya, tapi kita tetap harus hati-hati jangan sampai lengah," sahut Daddy Dion.


"Ibra tidak bawa senjata, Sayang," seru Mommy Valerie.


"Tidak apa-apa Mom, Ibra bisa beladiri jangan khawatir," sahut Ibra.


Waktu masih sore dan cuaca pun sangat cerah, Daddy Dion dan yang lainnya mulai mendekati pabrik tua itu.


Satu persatu anak buah Charlie mulai bisa dilumpuhkan, dan suara tembakan terdengar sampai ke dalam membuat Charlie, Kevin, dan Angela kaget.


"Ada apa ini, Pa?" tanya Angela.


"Sepertinya, Dion datang ternyata cepat juga dia menemukan anaknya," sahut Charlie.


"Kita harus segera kabur, Om," seru Kevin.


"Tapi bagaimana dengan perempuan ini?" tanya Angela.


"Kalian ikat dia, dan seret dia lewat pintu samping," seru Charlie.


Kevin dan Angela pun segera mengikat tubuh Virlie dan menyeretnya lewat pintu samping.


"Masukan dia ke dalam mobil itu," seru Charlie.


Charlie sengaja menyiapkan mobil matic yang bisa berjalan sendiri. Kevin memasukan Virlie ke jok belakang dengan keadaan tangan dan kaki terikat, Virlie pun masih tidak sadarkan diri akibat tendangan Charlie.


Setelah masuk, Charlie pun menyalakan tombol otomatis dan mobil itu langsung berjalan sendiri tanpa ada pengemudinya.


Ibra menoleh dan sekilas melihat Virlie ada di dalam mobil itu.


"Daddy, Virlie ada di dalam mobil itu!" teriak Ibra.


Daddy Dion langsung menoleh dan membelalakkan matanya, Daddy Dion langsung berlari dan masuk ke dalam mobilnya.


"Sayang, cepat masuk!" teriak Daddy Dion.


Mommy Valerie berlari dan segera masuk ke dalam mobil suaminya itu.


"Panjul, kamu urus mereka!"


"Oke Val, kalian pergi saja."


Julian dan Ibra sibuk menghadapi para anak buah Charlie, sedangkan Charlie, Angela, dan Kevin berhasil melarikan diri.


"Sayang, kamu yang bawa mobilnya."

__ADS_1


"Oke."


Daddy Dion pun menukar posisi, Mommy Valerie yang mengemudikan mobilnya. Mobil yang membawa Virlie mulai memasuki jalan raya membuat pengendara lain merasa kesal.


Bruuaakkk....


Mobil yang membawa Virlie menabrak pembatas jalan, dan mengakibatkan sebelah pintu mobil itu terlepas. Tapi mobil itu terus melaju dengan kencangnya membuat Daddy Dion dan Mommy Valerie dilanda kepanikan luar biasa.


"Ya Allah, Virlie!" teriak Mommy Valerie.


"Lebih cepat lagi sayang, susul mobil itu!" teriak Daddy Dion.


Mommy Valerie segera menancapkan gasnya, hingga mobil mereka pun berjalan sejajar. Dari kejauhan di depan mereka, terlihat ada truk yang siap melintas dengan kecepatan tinggi.


"Daddy, ada truk."


Dion menekan tombol untuk membuka atap mobilnya, kemudian Daddy Dion naik ke atas atap mobil. Daddy Dion bersiap-siap untuk melompat ke mobil yang membawa Virlie, dia melihat pintu mobilnya sudah rusak jadi dia akan gampang masuk.


"Hati-hati, Dad!" teriak Mommy Valerie.


"Bismillah."


Daddy Dion pun melompat ke atap mobil yang membawa Virlie dan segera masuk lewat pintu yang rusak. Dilihatnya Virlie masih belum sadarkan diri, dan keadaannya sangat mengkhawatirkan.


Daddy Dion langsung mengambil alih mobil itu, dia berusaha menghentikan mobilnya sedangkan di depan sana, truk sudah semakin dekat.


Daddy Dion menekan rem dengan sangat kuat, sembari terus berdo'a supaya berhenti. Sedangkan Mommy Valerie tampak sangat khawatir melihat suami dan anaknya sedang dalam bahaya.


"Ya Allah, selamatkan suami dan anak hamba," gumam Mommy Valerie.


Cekkiiiiiiiiiiiitttt.....


Gesekan ban mobil dengan aspal begitu sangat nyaring terdengar, Daddy Dion memutar kemudi dan akhirnya truk itu lewat di samping mobil. Sedikit saja Daddy Dion terlambat, mobil yang membawa Virlie akan hancur di hantam truk itu.


Mommy Valerie segera keluar dari dalam mobil dan berlari menuju suaminya itu, Mommy Valerie memeluk suaminya itu dengan deraian airmata.


"Kamu tidak apa-apa kan, sayang?" seru Mommy Valerie dengan memeriksa tubuh suaminya.


"Aku tidak apa-apa, sayang."


Daddy Dion pun segera membuka pintu mobil bagian belakang, Daddy Dion mengeluarkan Virlie dan melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Virlie.


"Bangun sayang, bangun," seru Daddy Dion dengan menepuk-nepuk pipi Virlie.


Mobil Julian pun datang, Julian dan Ibra segera turun dan kaget melihat wajah Virlie yang banyak lebam dan penuh dengan darah.


"Ya Allah, Virlie."


Daddy Dion segera mengangkat tubuh Virlie dan masuk ke dalam mobilnya, mereka langsung menuju rumah sakit.

__ADS_1


Selama dalam perjalanan, Ibra tampak melamun. Dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Virlie bahkan Ibra berpikir kalau dia adalah suami yang tidak becus melindungi istrinya sendiri.


"Maafkan Ibra, karena Ibra tidak bisa menjaga Virlie," seru Ibra.


"Kamu jangan berkata seperti itu Ibra, Mommy kan sudah bilang, kalau ini bukan salahmu."


"Tapi Mommy, Ibra benar-benar merasa bersalah."


"Sudahlah Ibra, kamu jangan terus-terusan menyalahi dirimu sendiri," seru Daddy Dion.


Ibra mengusap kepala Virlie yang saat ini berada di atas pangkuan Ibra, sungguh Ibra merasa sakit melihat wajah Virlie babak belur seperti itu.


"Maafkan aku Virlie, pasti kamu merasakan sakit yang luar biasa," batin Ibra.


Akhirnya mobil Daddy Dion pun sampai di rumah sakit, lagi-lagi Daddy Dion mengangkat tubuh Virlie. Perawat dan Dokter segera membawa Virlie ke ruangan pemeriksaan.


"Jul, bagaimana keadaan di pabrik itu?" tanya Daddy Dion.


"Aku sama Ibra sudah mengatasi semuanya tapi Charlie, Kevin, dan Angela berhasil kabur," sahut Julian.


"Kurang ajar, kamu hubungi semua maskapai penerbangan untuk mencekal mereka pergi, aku yakin mereka akan kabur," seru Daddy Dion.


"Baiklah."


"Satu lagi, kalau mereka melihat ketiga orang itu, tolong tahan dan hubungi aku."


"Siap, laksanakan."


Julian pun langsung melaksanakan perintah Daddy Dion, saat ini mereka duduk di kursi ruang pemeriksaan Virlie dengan perasaan yang sangat khawatir.


1 jam pun berlalu, Dokter yang menangani Virlie keluar.


"Bagaimana Dokter dengan keadaan anak saya?" tanya Mommy Virlie.


"Alhamdulillah, anak Ibu baik-baik saja bahkan tadi saya sudah memeriksa keseluruhan dan tidak ada luka yang serius hanya luka luar saja. Saat ini pasien sedang istirahat, jadi saya harap jangan diganggu dulu."


"Baik Dokter, terima kasih."


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu."


Dokter pun pergi meninggalkan ruang rawat Virlie, Mommy Valerie, Daddy Dion, dan Ibra pun masuk ke dalam. Dilihatnya Virlie saat ini sedang terbaring lemah di atas ranjang pasien dengan luka yang memenuhi wajah cantik Virlie.


"Kamu anak yang kuat, sayang. Darah Mommy dan Daddy mengalir di tubuhmu, jadi kita yakin kalau kamu akan baik-baik saja," seru Mommy Valerie dengan deraian airmata.


Daddy Dion menghampiri istrinya dan memeluknya, memberikan semangat dan kekuatan.


"Sudah jangan menangis, Virlie akan baik-baik saja."


Sementara itu, Ibra hanya bisa terdiam melihat keadaan Virlie.

__ADS_1


__ADS_2