Mrs. Arrogant

Mrs. Arrogant
Bab 24 Dijodohkan


__ADS_3

Mommy Valerie dan Vero sampai terbangun mendengar teriakan Daddy Dion.


"Ada apa sih Dad, malam-malam teriak-teriak?" tanya Mommy Valerie.


"Mommy, Virlie dan Ibra sudah melakukan hal yang tidak pantas, untung saja Daddy memergoki mereka kalau tidak, Daddy tidak tahu apa yang akan mereka lakukan," sahut Daddy Dion.


"Memangnya apa yang sudah mereka lakukan?" tanya Mommy Valerie.


"Kalian berdua, ikut kita ke ruangan keluarga!" seru Daddy Dion dingin.


Daddy Dion, Mommy Valerie, dan Vero menuruni anak tangga menuju ruangan keluarga sedangkan Virlie tampak saling pandang bersama Ibra.


"Apa yang ingin kamu lakukan barusan? kamu mau memperkosaku ya?" sinis Virlie.


"Tidak, kamu sendiri yang menarik baju aku sehingga aku terjatuh menimpamu," sahut Ibra.


"Banyak alasan."


Virlie pun akhirnya keluar dari dalam kamarnya dan disusul oleh Ibra, keduanya menghampiri Daddy Dion dan Mommy Valerie yang saat ini sudah duduk di ruangan keluarga.


"Duduk!" tegas Daddy Dion.


Virlie dan Ibra pun duduk di hadapan Daddy Dion dan Mommy Valerie, sedangkan Vero tampak tertidur dalam posisi duduk sembari memeluk bantal sofa.


"Kalian, barusan sedang melakukan apa?" tanya Daddy Dion dingin.


"Virlie gak lagi ngelakuin apa-apa, Dad."


"Gak ngelakuin apa-apa karena kalian keburu kepergok sama Daddy, kalau Daddy gak keluar mau ngambil minum, entah apa yang akan kalian lakukan!" sentak Daddy Dion.


"Maaf Pak, Bapak salah paham kita memang tidak melakukan apa-apa, tadi Virlie menarik baju saya lalu saya oleng dan jatuh menimpa tubuhnya," seru Ibra.


"Apaan, siapa juga yang narik baju kamu, kamunya aja yang mencari kesempatan dalam kesempitan," sahut Virlie.


"Tadi kamu memang tidak sadar melakukannya, tapi serius Pak, Bu, kita tidak melakukan apa-apa dan saya juga tidak ada niat melakukan apa pun," seru Ibra.


Daddy Dion dan Mommy Valerie menatap tajam ke arah Virlie dan Ibra membuat keduanya tampak menundukkan kepalanya dan dengan susah payah menelan salivanya.


"Begini saja, untuk menjaga hal yang tidak diinginkan lebih baik kita nikahkan Virlie dengan Ibra, Dad," seru Mommy Valerie.


"Apa?" teriak Virlie dan Ibra bersamaan.


Bruggg...

__ADS_1


Vero sampai terjatuh dari kursi saking terkejutnya dengan teriakan Virlie dan Ibra.


"AW, sakit," keluh Vero.


Daddy Dion langsung mengangkat tubuh anak bungsunya itu dan merebahkan tubuhnya di sofa panjang supaya Vero bisa tidur lagi.


"Mommy apa-apaan sih? Virlie dan Ibra tidak melakukan apa-apa, jadi buat apa Mommy mau menikahkan Virlie sama dia," tunjuk Virlie dengan kesalnya kepada Ibra.


"Kalau kalian tidak dinikahkan, suatu saat nanti kalian akan melakukan hal seperti itu lagi tanpa sepengetahuan kami dan kalau sampai kebablasan, nanti kami juga yang malu," seru Mommy Valerie.


"Benar itu, kalian pasti akan diam-diam akan mencuri kesempatan di saat kami lengah, jadi lebih baik sekarang Daddy nikahkan kalian!" tegas Daddy Dion.


"Tidak mau Dad, Virlie dan Ibra tidak melakukan apa-apa kok, lagipula kita kan masih kuliah mana ada nikah," tolak Virlie.


"Memangnya kenapa kalau kalian masih kuliah? yang penting kalian jangan punya anak dulu, kuliah akan aman-aman saja," sahut Mommy Virlie dengan santainya.


"Tidak Mommy, Virlie mohon, Virlie masih ingin bebas dan tidak mau terikat oleh pernikahan. Virlie masih muda dan masa depan Virlie masih panjang, please Mom, Dad, Virlie belum mau menikah," rengek Virlie.


Sementara itu, Ibra hanya diam saja dia bingung harus melakukan apa. Di satu sisi, dia masih belum pantas untuk menjadi seorang suami apalagi suami dari seorang Virlie Halbert tapi di sisi lain, dia merasa senang karena orangtua Virlie ternyata tidak melihat latar belakang dia dan merestui hubungannya dengan Virlie.


"Pergaulan anak muda zaman sekarang sangat berbahaya, jadi dari pada terlambat lebih baik cari aman. Daddy akan segera menemui Pak Agus," seru Daddy.


"Daddy....."


"Sudah yuk, Mom, kita tidur lagi."


Daddy Dion mengangkat tubuh Vero untuk membawanya ke kamar.


"Virlie, Ibra, pergi ke kamar masing-masing jangan malah diam di sana dan cari kesempatan lagi!" sentak Daddy Dion.


"Daddy apaan sih."


Virlie langsung berlari menuju kamarnya, begitu pun dengan Ibra yang ikut masuk ke dalam kamarnya juga.


Virlie menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidurnya.


"Daddy, apa-apaan sih malah mau nikahin aku sama si Ibra, menyebalkan sekali," gerutu Virlie.


***


Keesokan harinya....


Virlie dan Ibra berangkat ke kampus, selama dalam perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali dan Virlie menekuk wajahnya begitu pun dengan Ibra yang memilih diam dan tidak berani untuk mengajak ngobrol Virlie.

__ADS_1


"Pokoknya kamu harus menolak perjodohan ini, karena aku belum mau menikah, aku masih ingin mengejar karirku sendiri," ketus Virlie.


"Tapi Vir, aku gak bisa nolak kalau Tuan dan Nyonya yang sudah memerintahkannya."


"Kenapa gak bisa nolak? jangan-jangan memang kamu ingin menikah ya, denganku?"


Ibra tidak bisa menjawab lagi, dia hanya diam membuat Virlie kesal sendiri.


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil Virlie pun sampai di kampus. Virlie langsung keluar dari dalam mobilnya dan celingukan mencari keberadaan Kevin, karena Virlie ingin membuat perhitungan dengan Kevin.


Ibra yang merasa khawatir, akhirnya memilih mengikuti Virlie. Virlie melihat kalau Kevin dan teman-temannya sedang duduk di kantin, dengan emosi yang memuncak, Virlie pun menghampiri Kevin.


Plaaaakkk....


Tanpa basa-basi, Virlie menampar Kevin dengan sangat keras membuat semua orang yang ada di kantin terdiam.


"Kurang ajar, berani sekali kamu menjebaku tadi malam!" bentak Virlie.


Kevin berdiri dan menatap tajam ke arah Virlie.


"Berani sekali kamu menamparku? selama ini, belum pernah ada wanita yang berani menamparku kecuali kamu."


"Kamu memang pantas mendapatkannya, bahkan tamparan pun tidak cukup untuk membalas apa yang sudah kamu lakukan kepadaku tadi malam. Kalau aku mau, aku bisa saja mengadu kepada Daddy akan perbuatanmu itu, dan dalam hitungan menit, keluarga kamu akan hancur. Tapi kali ini, aku masih berbaik hati untuk memaafkanmu, tapi kalau sekali lagi kamu menggangguku atau mengusik hidupku, aku pastikan riwayat kamu dan keluargamu akan tamat!" sentak Virlie.


Virlie pun pergi dari kantin itu, Kevin memegang pipinya dengan mengepalkan tangannya.


"Awas kamu Virlie, aku tidak terima kamu mempermalukan aku seperti ini," geram Kevin.


Mood Virlie hari ini benar-benar sedang buruk, jadi siapa pun yang mengusiknya, sudah dipastikan akan kena semprotan Virlie.


Sementara itu, saat ini Daddy Dion dan Mommy Valerie sudah berada di rumah Pak Agus. Mereka memberitahukan apa tujuan mereka datang ke rumah Pak Agus.


"Bagaimana Pak, apa Pak Agus setuju dengan usul kami?" seru Mommy Valerie.


"Nyonya, kami sangat tersanjung dengan tawaran Nyonya dan Tuan, tapi apa Nyonya dan Tuan tidak merasa malu berbesanan dengan sopir?" sahut Pak Agus.


Mommy Valerie mengusap pundak Pak Agus dengan lembut.


"Pak, kami bukan tipe orang yang melihat seseorang dari kekayaan. Harta suami saya sudah melebihi apa pun dan kami sudah punya segalanya, yang kami inginkan itu orang yang bisa mengubah sikap dan kelakuan Virlie, dan orang yang bisa merubah kepribadian Virlie hanyalah Ibra jadi kami ingin Ibra menjadi menantu kami supaya Ibra bisa membawa Virlie dan mengubah Virlie menjadi anak yang lebih baik lagi," seru Mommy Valerie.


Pak Agus dan istrinya saling pandang satu sama lain.


"Kalian cukup menyetujuinya saja, masalah acara nanti biar kami yang urus," seru Daddy Dion.

__ADS_1


"Baiklah Tuan, Nyonya, kami ikut saja kalau itu memang yang terbaik untuk Nona Virlie dan Ibra," sahut Pak Agus.


Daddy Dion dan Mommy Valerie tampak tersenyum.


__ADS_2