Mrs. Arrogant

Mrs. Arrogant
Bab 36 Kekhawatiran Daddy Dion


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu lama, Virlie dan Ibra pun sampai di rumah. Daddy Dion dan Mommy Valerie menyambut mereka dengan perasaan yang khawatir.


"Bagaimana dengan keadaan butik kamu, sayang?" tanya Daddy Dion.


"Butik baik-baik saja kok Dad, hanya barang-barang dan gaun pesanan klien rusak, tapi kalian jangan khawatir karena Virlie sudah membereskan semuanya," sahut Virlie.


"Syukurlah, memang kamu punya bukti kalau perempuan itu yang sudah menghancurkan butik kamu?" seru Mommy Valerie.


"Siapa lagi kalau bukan dia Mom, soalnya dari awal Virlie sudah curiga sama perempuan itu. Masa iya, dia pesan gaun pengantin dan harus selesai dalam waktu 3 hari. Dia memang ingin cari gara-gara sama aku Mom," sahut Virlie.


"Ya sudah, sekarang kamu istirahat sana. Apa kamu sudah sarapan?"


"Nanti saja Mom, Virlie ngantuk banget."


"Ibra juga permisi Mom, Dad."


Virlie dan Ibra pun melangkahkan kakinya menuju kamar, Virlie langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur begitu pun dengan Ibra yang ikut tidur di samping Virlie tapi kali ini Virlie tidak marah mungkin karena saking ngantuknya dia malas berdebat dan membiarkan saja Ibra tidur di atas kasurnya.


"Sayang, Daddy berangkat dulu ke kantor."


"Oke Dad, hati-hati."


Daddy Dion pun mencium seluruh wajah Valerie, lalu dia pun pergi ke kantor.


Selama dalam perjalanan, Daddy Dion tampak berpikir. Dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi kepada keluarganya.


"Aku yakin, Charlie Chandiago adalah orang yang sangat berbahaya," batin Daddy Dion.


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Daddy Dion pun sampai di kantor dan bersamaan dengan Julian.


"Jul, apa kamu sudah menyelidiki siapa Charlie Chandiago itu?" tanya Daddy Dion.


"Aku sudah mengetahuinya, lebih baik kita bicara di ruanganmu saja," sahut Julian.


Daddy Dion dan Julian pun masuk ke dalam ruangan Daddy Dion.


"Apa hasil dari penyelidikanmu?"


"Bahaya Bos, ini benar-benar sangat bahaya. Charlie Chandiago itu adalah adik iparnya Ferdinan, jadi Ferdinan itu anak pertama dan mempunyai dua adik perempuan yang tidak lain Mamanya Angel yang bertengkar dengan Virlie, dan satu lagi Mamanya Kevin teman kuliah Virlie."


Daddy Dion membelalakkan matanya, sungguh dia sangat terkejut dengan hasil penyelidikan Julian.


"Aku yakin kalau mereka akan balas dendam kepada kita, jadi kita harus waspada Bos," seru Julian.

__ADS_1


"Kirim tambahan pengawal untuk Virlie dan juga Vero, perketat pengawalan jangan sampai nyawa anak-anakku dalam bahaya," tegas Daddy Dion.


"Baik Bos, kalau begitu aku permisi dulu."


Julian pun keluar dari dalam ruangan Daddy Dion, Daddy Dion mengepalkan kedua tangannya.


"Kali ini aku harus benar-benar waspada, bisa saja mereka menyelakai Virlie dan Vero. Awas saja kalau sampai kalian melukai anak-anakku, aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang," geram Daddy Dion.


***


Waktu berjalan dengan cepat, Virlie sudah mulai mengerjapkan matanya. Virlie merasa perutnya terasa sangat berat, dia pun melihat ke arah perutnya dan ternyata itu tangan Ibra. Ibra memeluk Virlie dari belakang, membuat Virlie membelalakkan matanya.


Virlie langsung bangun dan menghempaskan tangan Ibra, Virlie mencubit lengan Ibra dengan sangat kencangnya membuat Ibra seketika terbangun.


"AW, ya ampun sakit Virlie, kenapa kamu suka sekali mencubit aku," kesal Ibra.


"Ngapain kamu peluk-peluk aku, kamu cari-cari kesempatan kan?" sentak Virlie.


"Yaelah, sudah halal juga ngapain teriak-teriak kaya yang dipeluk sama penjahat saja, lama-lama aku perkosa juga kamu," ancam Ibra.


Virlie langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Awas saja kalau kamu berani macam-macam."


Ucapan Ibra terhenti karena Virlie langsung menghampiri Ibra dan menutup mulut Ibra, posisi Virlie berada di atas tubuh Ibra sembari menutup mulut Ibra dengan tangannya.


"Kamu sungguh sangat menyebalkan, Ibra."


Ibra malah senang dengan posisi seperti itu, Ibra menyunggingkan senyumannya dibalik tangan Virlie. Lalu, Ibra pun mencium tangan Virlie membuat Virlie melepaskan tangannya.


"Apaan sih kamu," sentak Virlie.


"I love you."


Virlie malah semakin kesal kepada Ibra, Virlie pun hendak bangkit dari tubuh Ibra tapi Ibra malah menahan pinggang Virlie supaya Virlie tetap seperti itu.


"Lepaskan!"


"Tidak semudah itu cantik, kamu sendiri yang sudah membangunkan si Gabriel jadi kamu juga yang harus menidurkan kembali si Gabriel," seru Ibra.


"Apa-apaan, aku tidak melakukan apa-apa kok," kesal Virlie.


"Kamu tahu, aku menyentuh kamu sedikit saja, si Gabriel langsung bangun apalagi posisi seperti ini, posisi yang sangat dia sukai," goda Ibra.

__ADS_1


Wajah Virlie seketika memerah dan itu membuat Ibra semakin gencar untuk menggoda istrinya itu.


"Lepaskan Ibra, atau aku akan berteriak."


"Teriak saja, memangnya siapa yang akan menolongmu? ingat, kita sudah menjadi sepasang suami istri jadi siapa pun gak bakalan berani masuk ke kamar ini," seru Ibra.


"Ih, kamu sungguh sangat menyebalkan."


Virlie terus saja berontak tapi Ibra tidak mau melepaskan Virlie bahkan Ibra semakin mengeratkan pelukannya.


Kali ini Ibra benar-benar sangat tergoda oleh istrinya itu, apalagi melihat bibir merah milik Virlie rasanya dia ingin sekali menciumnya.


Ibra menekan kepala Virlie supaya mendekat kepadanya tentu saja Virlie berontak.


"Mau ngapain kamu, Ibra?"


Ibra tidak mendengarkan sentakan Virlie, kali ini dia sungguh sudah tidak bisa menahannya lagi, Ibra membalikan tubuh Virlie sekarang posisi mereka berubah menjadi Ibra yang berada di atas tubuh Virlie.


Tanpa menunggu lagi, Ibra langsung mencium bibir Virlie. Virlie sampai melotot saat Ibra dengan beraninya mencium dirinya dengan paksa.


Virlie terus saja berontak, tapi Ibra semakin liar bahkan tangan Ibra sudah mulai nakal menyentuh gunung kembar milik Virlie. Virlie semakin marah, tapi tenaga Ibra benar-benar kuat hingga akhirnya Virlie hanya bisa pasrah dan tanpa terasa airmata Virlie pun menetes membuat Ibra tersadar dan melepaskan pungutannya.


"Vi-virlie, ma-maafkan aku, aku khilaf," seru Ibra terbata.


Virlie mendorong tubuh Ibra dan plaaaaaakkk...


Virlie menampar Ibra dengan sangat keras membuat Ibra membelalakkan matanya.


"Kamu sungguh keterlaluan Ibra!" bentak Virlie dengan deraian airmatanya.


Virlie pun dengan cepat berlari dan masuk ke dalam kamar mandi lalu menguncinya, Virlie terduduk di lantai kamar mandi dengan deraian airmatanya.


"Vir, maafkan aku, aku mohon buka pintunya. Aku janji, tidak akan mengulanginya lagi," seru Ibra dengan menggedor pintu kamar mandi.


"Pergi kamu Ibra, aku benci sama kamu, aku tidak mau melihat kamu lagi!" teriak Virlie.


"Vir, aku mohon maafkan aku."


"Aku bilang, pergi!" teriak Virlie.


Lemas sudah, kali ini Virlie benar-benar sangat marah kepada Ibra. Virlie tahu kalau Ibra adalah suaminya dan Ibra pun berhak melakukannya, tapi mereka sudah membuat perjanjian sebelumnya kalau Virlie belum siap untuk melakukan semua itu.


Virlie paling tidak suka dengan paksaan, dan kali ini Ibra sudah melakukan kesalahan yang justru membuat Virlie jadi membencinya.

__ADS_1


__ADS_2