
Hari demi hari, Minggu demi Minggu, dan bulan demi bulan sudah mereka lalui. Perusahaan fashion milik Mommy Valerie dan Ibra pun semakin maju.
Mommy Valerie dan Ibra semakin sibuk dengan pesanan yang setiap hari semakin membludak.
"Ibra, Mommy bawa asisten baru untukmu," seru Mommy Valerie.
Mommy Valerie masuk dengan membawa seorang wanita cantik, Ibra pun menghentikan pekerjaannya dan menoleh ke arah Mommy Valerie.
"Asisten buat apa, Mommy?" tanya Ibra.
"Sekarang perusahaan kita sudah mulai sibuk, bahkan pesanan pun setiap hari sangat membludak kamu sampai menginap di perusahaan saking sibuknya. Mommy merasa kasihan, jadi Mommy tawarkan asisten buat membantu kamu, perkenalkan namanya Astrid."
Wanita bernama Astrid pun mengulurkan tangannya ke arah Ibra.
"Halo Pak, kenalkan nama saya Astrid."
Ibra membalas uluran tangan Astrid, Astrid tampak tersenyum salting karena Astrid merasa jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Ibra.
Ibra mengerutkan keningnya karena Astrid tidak mau melepaskan tangannya.
"Maaf, bisakah kamu melepaskan tanganmu?" seru Ibra.
"Ah iya, maaf Pak."
Ibra menarik tangan Mommy Valerie dan membawanya ke sudut ruangan.
"Mommy, bisakah Mommy memberi Ibra asisten seorang pria saja jangan wanita," bisik Ibra.
"Kenapa? kamu takut tergoda?" ledek Mommy Valerie dengan senyumannya.
"Bukan masalah itu, iman Ibra sangat kuat, Ibra tidak akan pernah tergoda dengan wanita mana pun. Yang Ibra takutkan, Virlie tahu dan nantinya akan salah paham."
"Tenang saja, Virlie kan ada di Perancis jadi dia tidak akan tahu. Lagipula, Mommy sengaja mencarikan asisten cantik untukmu, untuk mengetes iman kamu apa kamu akan Istiqomah dengan Virlie atau kamu akan tergoda dengan belatung nangka kaya dia."
"Mommy meragukan kesungguhan Ibra?"
"Iyalah, Mommy ingin lihat seberapa seriusnya kamu sama Virlie dan kalau sampai kamu tergoda dengan wanita lain, berarti kamu tidak pantas untuk menjadi menantu Mommy," seru Mommy Valerie dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Oh oke, kalau itu mau Mommy. Ibra akan buktikan kalau Ibra tidak akan tergoda oleh wanita mana pun."
"Deal."
Mommy Valerie mengulurkan tangannya kepada Ibra, tentu saja Ibra pun langsung membalas uluran tangan mertuanya itu dengan cepat.
"Oke, deal."
__ADS_1
Mommy Valerie dan Ibra pun menghampiri Astrid.
"Astrid, mulai sekarang kamu akan menjadi asisten Ibra. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh," seru Mommy Valerie.
"Baik Nyonya."
"Kalau begitu, Mommy permisi dulu soalnya masih banyak pekerjaan yang harus Mommy selesaikan."
"Oke Mommy."
Mommy Valerie pun pergi meninggalkan ruangan Ibra.
"Itu meja kerja kamu, dan ini berkas yang harus kamu periksa. Periksa barang yang masih banyak dan barang yang stoknya sudah hampir habis, jangan sampai salah," seru Ibra.
Astrid memperhatikan Ibra dengan senyum-senyum membuat Ibra kesal.
"Apa kamu mendengarkan apa yang aku katakan, barusan?" sentak Ibra.
"Ah iya Pak, akan aku kerjakan sekarang juga."
Astrid pun dengan cepat duduk di meja kerjanya yang berada tidak jauh dari meja kerja milik Ibra. Selama bekerja, Astrid tampak curi-curi pandang kepada Ibra membuat Ibra merasa tidak senang.
Ibra pun mengangkat tangannya dan memperlihatkan cincin yang ada di jari manisnya.
"Aku sudah menikah, jadi jangan lihatin aku terus," seru Ibra.
"Astaga, ternyata Pak Ibra sudah menikah," batin Astrid.
Ibra melirik ke arah Astrid sembari tersenyum. "Virlie, lihatlah suamimu ini sangat setia, keterlaluan kalau sampai kamu tidak bangga kepadaku, bahkan si Gabriel pun tahu mana yang miliknya dan mana yang bukan miliknya," batin Ibra dengan senyumannya.
***
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 17.00 sore.
"Astrid, sudah waktunya pulang," seru Ibra.
Astrid tersentak dan melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Ah iya."
"Kamu pulang saja."
"Pak Ibra tidak pulang?"
"Tidak, aku masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan."
__ADS_1
"Kalau begitu, aku juga tidak pulang. Soalnya tidak enak, masa aku pulang sedangkan Pak Ibra harus lembur."
"Tidak-tidak, kamu pulang saja aku tidak apa-apa, lagipula aku lebih suka kerja sendiri."
"Oh begitu ya, ya sudah kalau begitu aku pamit pulang duluan, Pak."
Ibra tampak menganggukkan kepalanya dan Astrid pun segera meninggalkan ruangan Ibra.
Ceklek...
"Bra, kamu belum pulang?" tanya Mommy Valerie.
"Biasa Mom, Ibra mau lembur."
"Kamu jangan terlalu bekerja keras Ibra, nanti kamu sakit."
"Kalau Ibra pulang cepat, Ibra suka ingat sama Virlie, Mommy. Jadi lebih baik Ibra lembur biar gak ingat terus sama Virlie dan kalau Ibra lembur, pulang ke rumah itu capek jadi Ibra akan langsung tidur," sahut Ibra.
"Ya sudah, terserah kamu saja tapi Mommy minta kamu jangan terlalu capek."
"Siap Mommy."
Mommy Valerie pun langsung pulang ke rumah, ia tidak bisa lembur karena kalau lembur, sudah dipastikan Daddy Dion akan marah dan kelakuannya kaya barongsay.
Ibra menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya.
"Virlie, aku sangat merindukanmu, kapan kamu pulang?" gumam Ibra.
Sementara itu....
Di Negara nan jauh di sana, Virlie tampak sibuk menggambar gaun di apartemennya. Tiba-tiba, Virlie menghentikan kegiatannya dan memegang dadanya.
"Kenapa tiba-tiba jantungku berdebar-debar seperti ini?" batin Virlie.
Sebenarnya Virlie pun sama seperti Ibra, dia terus saja ingat kepada Ibra. Tidak bisa dipungkiri kalau saat ini Virlie sangat merindukan sosok Ibra.
"Kamu tahu Ibra, saat ini aku sudah mandiri dan tidak manja lagi seperti apa yang kamu inginkan, bahkan aku sudah bisa mengikat tali sepatuku sendiri," gumam Virlie.
Virlie menyandarkan tubuhnya di kursi dan tatapannya lurus ke langit-langit kamarnya, begitu pun dengan Ibra yang melakukan hal yang sama dengan Virlie.
Keesokan harinya....
Vero dan Asya saat ini sudah menjadi artis cilik terkenal, bahkan sekarang keberadaan keduanya selalu menjadi sorotan.
Pagi ini Virlie sedang sarapan sembari menyalakan tv, ternyata saat ini perusahaan fashion milik Mommy Valerie begitu sangat viral sehingga tv internasional pun menyorot perusahan itu.
__ADS_1
"Astaga, perusahaan Mommy sangat maju sekarang bahkan si bocah Vero pun sudah menjadi model," gumam Virlie dengan senyumannya.
Virlie tidak tahu, kalau Mommynya itu mendirikan perusahaan bersama Ibra karena semua orang merahasiakannya dari Virlie.