
Ibra terus saja mencari keberadaan Virlie, tapi dia sama sekali tidak menemukan Virlie.
"Astaga, Virlie ke mana?" batin Ibra.
Ibra pun celingukan mencari Kevin dan ternyata Kevin pun tidak ada di tempat.
"Sial, pasti ini perbuatan si Kevin," batin Ibra.
Ibra pun segera keluar dari ruangan itu, dan memilih untuk mencari keberadaan Virlie. Ibra mulai merasakan panik karena kalau sampai terjadi sesuatu kepada Virlie, sudah dipastikan bukan pekerjaannya saja yang terancam tapi nyawanya pun bakalan terancam.
Ibra terus mencari dengan bertanya kepada orang yang lewat, berharap ada yang bertemu dengan Virlie tapi sayang, tidak ada satu pun orang yang melihatnya.
"Kamu di mana, Virlie," batin Ibra dengan menjambak rambutnya sendiri frustasi.
Sementara itu, di kamar hotel Kevin mulai menghampiri Virlie dan di tatapnya wajah cantik Virlie.
"Cantik sekali kamu, Virlie."
Kevin mulai mengusap pipi mulus Virlie...
"Pantas saja kamu sama sekali tidak mau disentuh oleh siapa pun, ternyata kamu anak emasnya Tuan Dion. Aku yakin, kalau sampai aku bisa mendapatkannya, Tuan Dion akan langsung menikahi kita," gumam Kevin dengan senyumannya.
Kevin mulai membuka jasnya dan melemparnya ke sembarang arah, lalu Kevin kembali mengelus pipi Virlie.
Di sisi lain, Ibra terus saja mencari Virlie hingga dia pun terduduk di kursi yang ada di lobi hotel itu saking lelahnya.
"Astaga, aku harus mencari Virlie ke mana lagi? masa iya, aku harus ketuk setiap kamar hotel yang ada di sini," gumam Ibra.
Di tengah-tengah keputusasaan Ibra, seorang cleaning servis menghampiri Ibra.
"Maaf Mas, Mas kenapa seperti yang sedang khawatir?"
"Aku sedang mencari seorang perempuan," sahut Ibra.
"Bisa Mas ceritakan bagaimana ciri-cirinya? siapa tahu saya bisa membantu."
"Perempuan itu cantik, tinggi, pakai gaun warna hitam, dan rambutnya di ikat satu," sahut Ibra.
Cleaning servis itu pun mulai mengingat, sampai beberapa saat dia pun teringat.
"Oh iya Mas, saya melihat perempuan yang Mas sebutkan ciri-cirinya itu."
__ADS_1
"Di mana?" tanya Ibra semangat.
"Tadi kalau gak salah, di bawa oleh seorang laki-laki sepantaran Mas ke sebuah kamar hotel, tapi si perempuan dalam keadaan tidak sadarkan diri."
"Apa? kamu bisa antar aku ke kamar hotel itu?"
"Bisa Mas."
"Ya sudah, buruan aku gak mau sampai telat menolong Virlie."
Ibra dan Si cleaning servis pun segera menuju kamar hotel yang dituju, dada Ibra semakin panas saat mendengar kalau Virlie dibawa dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Awas kamu Kevin, kalau sampai Virlie lecet sedikit pun, aku tidak akan pernah memaafkan mu," batin Ibra dengan emosinya.
Si cleaning servis pun segera menunjukan kamar hotel yang dimasuki Kevin dan Virlie.
"Ini kamarnya Mas."
"Kamu yakin, Virlie di bawa ke sini?"
"Saya sih tidak tahu siapa perempuan itu, tapi dari ciri-cirinya memang perempuan itu dibawa masuk ke kamar ini, kebetulan tadi saya baru saja membersihkan kamar yang sebelahnya."
"Kurang ajar."
"Sial."
"Mas, apa perlu saya panggil kan manager hotel untuk membantu membuka pintu?"
"Boleh, tapi tolong cepat soalnya aku takut sampai terjadi kenapa-napa sama Virlie."
Si cleaning servis itu pun langsung berlari untuk memanggil Manager hotel, sedangkan Ibra terus saja mondar-mandir di depan pintu kamar hotel itu.
"Awas kamu Kevin," geram Ibra.
Beberapa saat kemudian, si cleaning servis dan Manager hotel segera datang.
"Ada apa Mas?" tanya Manager hotel.
"Tolong bukakan pintu kamar hotel ini, karena teman aku dalam bahaya," seru Ibra.
Tanpa banyak bicara, Manager hotel itu pun segera membuka pintunya. Ibra langsung masuk ke dalam kamar dan mencari keberadaan Virlie.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Ibra saat melihat Kevin yang sudah telanjang dada itu terlihat ingin melakukan hal yang tidak senonoh kepada Virlie.
"Kurang ajar kamu, Kevin!" teriak Ibra.
Ibra langsung menyerang Kevin dengan membabi buta, bahkan si cleaning servis dan Manager hotel pun tidak sanggup menahan kekuatan Ibra yang saat ini sedang dilanda emosi tingkat tinggi itu.
Manager hotel pun dengan terpaksa memanggil sekuriti untuk memisahkan Ibra dan Kevin. Beberapa saat kemudian, dua sekuriti datang dan memisahkan keduanya.
"Sudah Mas."
Kedua sekuriti itu memegangi tubuh Ibra yang terus saja memberontak, sedangkan Manager hotel dan si cleaning servis menahan Kevin yang saat ini sudah babak belur.
"Bajingan kamu Kevin, kelakuanmu sungguh sangat menjijikan. Kamu ingin melecehkan seorang perempuan dalam keadaan tidak sadarkan diri, sungguh perbuatan yang sangat memalukan!" bentak Ibra.
"Ibra, awas Lo berani-beraninya Lo mukulin gue," sentak Kevin.
Manager hotel dan si cleaning servis terpaksa membawa Kevin keluar.
"Sudah Pak, lepaskan aku."
Kedua sekuriti itu pun melepaskan Ibra, Ibra segera menghampiri Virlie tapi Virlie benar-benar tidak bangun sama sekali, hingga akhirnya Ibra pun mengangkat tubuh Virlie untuk membawanya pulang.
Selama dalam perjalanan, Ibra tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri karena tadi dia sudah meninggalkan Virlie sendirian. Tidak membutuhkan waktu lama, Ibra pun sampai di rumah Virlie. Ibra kembali mengangkat tubuh Virlie, suasana di dalam rumah tampak sepi karena waktu sudah menunjukan pukul 23.00 malam.
Ibra pun naik ke lantai dua menuju kamar Virlie, perlahan Ibra merebahkan tubuh Virlie tapi di saat Ibra hendak beranjak, tiba-tiba saja Virlie menarik kemeja Ibra sehingga Ibra jatuh tepat di tubuh Virlie. Entah Virlie sedang bermimpi atau mengigau, sehingga saat ini posisi Ibra berada di atas tubuh Virlie membuat Ibra seketika membelalakkan matanya.
Virlie pun perlahan membuka matanya dan tersadar, mata Virlie dan mata Ibra saling bertemu membuat Virlie melotot ke arah Ibra.
Kejadian itu bersamaan dengan Daddy Dion yang baru saja lewat hendak mengambil air minum ke bawah.
"Loh, kok pintu kamar Virlie terbuka?" gumam Daddy Dion.
Daddy Dion pun melangkahkan kakinya hendak memeriksa kamar Virlie, dan betapa terkejutnya Daddy Dion saat melihat posisi Ibra dan Virlie sampai-sampai Daddy Dion menjatuhkan gelasnya.
Praaaannnggg...
"Virlie....Ibra....apa yang kalian lakukan?" teriak Daddy Dion menggelegar di seluruh rumah.
Virlie dan Ibra menoleh ke arah pintu, mata keduanya melotot seperti akan keluar dari sarangnya saking terkejutnya.
Virlie mendorong tubuh Ibra dan langsung berdiri sembari menundukkan kepalanya, begitu pun dengan Ibra melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Virlie.
__ADS_1
Mata Daddy Dion tampak memerah menahan emosi, sedangkan jantung Virlie dan Ibra kali ini benar-benar seperti ingin copot saja saking syoknya dan takut kepada Daddy Dion yang saat ini terlihat menatap tajam ke arah keduanya.