Mrs. Arrogant

Mrs. Arrogant
Bab 47 Merasa Canggung


__ADS_3

Virlie pun melangkahkan kakinya dengan senyuman mengembang, tapi betapa terkejutnya Virlie saat saat melihat pria yang berada di hadapannya adalah Ibra, pria yang selama 3 tahun ini sama sekali tidak bisa Virlie lupakan.


Virlie tampak berdiri dengan jantung yang berdetak sangat kencang, begitu pun dengan Ibra yang hanya bisa menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap wajah Virlie.


"Hai, kok malah diam, ayo duduk sayang," seru Mommy Valerie.


"Ah, i-iya Mommy."


Virlie pun duduk di hadapan Ibra dengan perasaan yang sangat tidak nyaman, tapi Mommy Valerie justru malah tersenyum dalam hatinya karena anak dan menantunya terlihat sangat menggemaskan kalau sedang gugup seperti itu.


"Virlie, kenapa tidak menyapa Ibra? memangnya kamu sudah lupa sama Ibra?" goda Mommy Valerie.


Virlie semakin canggung dan dibuat gugup oleh Mommynya sendiri, bahkan untuk menelan salivanya pun terasa sangat sulit seperti ada duri yang menempel di tenggorokannya.


Tiba-tiba ponsel Mommy Valerie berbunyi...


"Sebentar ya, Mommy mau angkat telepon dulu."


Mommy Valerie pun langsung meninggalkan dua insan yang sama-sama terlihat sangat canggung itu.


Sepeninggalnya Mommy Valerie, Virlie dan Ibra sama-sama diam dan menundukkan kepalanya bahkan saat ini Virlie sudah meremas kedua tangannya.


"Apa kabar?" Virlie dan Ibra mengatakan itu bersamaan membuat keduanya langsung menatap satu sama lain dan akhirnya keduanya saling tersenyum canggung.


"Selamat, sekarang kamu sudah menjadi designer hebat dan terkenal," seru Ibra.


"Terima kasih."


Tidak lama kemudian, pelayan pun datang dan membawakan makanan dan minuman untuk mereka berdua. Sementara itu, Mommy Valerie mengirim pesan kepada Virlie dan Ibra kalau ia harus segera pergi karena ada urusan.


"Astaga, pasti Mommy sengaja seperti ini?" batin Virlie.


"Makan saja dulu, sayang kalau gak dimakan," seru Ibra.


"Ah, iya."


Keduanya pun makan dalam diam, tidak ada yang bicara sepatah kata pun hanya suara sendok dan garpu yang terdengar.


"Ternyata kamu sudah menjadi seorang Bos juga," seru Virlie.


"Alhamdulillah...lama tidak bertemu, kamu tambah cantik saja," puji Ibra.


Wajah Virlie seketika memerah karena malu dan menyunggingkan senyuman malunya.

__ADS_1


"Kamu kerja di mana sekarang?" tanya Virlie.


"Rahasia...."


"Kok rahasia?"


"Nanti juga kamu tahu," sahut Ibra dengan senyumannya.


Virlie semakin dibuat malu, melihat senyuman Ibra. Ibra yang sudah dewasa dengan pakaian jasnya membuat Ibra semakin tampan dan berwibawa.


Tiba-tiba ponsel Ibra berbunyi, dan tertera nama Astrid di sana. Ada hal penting yang harus Ibra tanda tangani jadi Ibra harus segera kembali ke kantor.


"Siapa, pacar kamu ya?" tanya Virlie kepo.


"Bukan, dia asisten aku. Bagaimana mau punya pacar, aku sudah menikah," sahut Ibra.


Deg....


Tidak tahu kenapa, mendengar Ibra sudah menikah membuat hati Virlie terasa sangat sakit.


"Kalau begitu, aku kembali ke kantor dulu ya, gak apa-apa kan, aku tinggal?"


"Iya."


Virlie juga bangkit dari duduknya dan pergi dari restoran itu, selama dalam perjalanan pikiran Virlie benar-benar dipenuhi dengan Ibra.


"Astaga, aku ini kenapa? wajarlah kalau Ibra sudah menikah, toh sudah 3 tahun juga pasti Ibra sudah mendapatkan wanita yang lebih baik daripada aku," gumam Virlie.


Virlie pun memutuskan untuk pulang, sesampainya di rumah, Virlie langsung mengganti bajunya dan pergi ke halaman belakang untuk menemui Pablo, kuda kesayangannya.


"Halo Pablo, sudah lama kita tidak bertemu, aku sangat merindukanmu," seru Virlie sembari mengelus-ngelus tubuh Pablo.


Virlie pun mulai menunggangi Pablo dengan dibantu oleh Pak Rohman, kali ini Virlie tidak menyuruh Pablo untuk berlari melainkan untuk berjalan santai saja.


Tiba-tiba airmata Virlie menetes, entah kenapa hatinya begitu sakit dan tidak rela melihat Ibra menikah dengan wanita lain. Virlie dengan cepat menghapus airmatanya. "Ini semua memang salah aku, dulu sudah menyia-nyiakan cinta tulus dari Ibra dan sekarang aku sangat menyesal sudah menyakiti hati Ibra," batin Virlie.


Menjelang sore, Virlie baru selesai bermain-main dengan Pablo. Virlie pun dengan lemas menaiki tangga menuju kamarnya, lalu Virlie menyambar handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.


Sementara itu, Mommy Valerie memanggil Ibra untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Ada apa Mommy memanggil Ibra?" tanya Ibra.


"Duduklah."

__ADS_1


Ibra pun duduk di hadapan Mommy Valerie..


"Tadi siang Mommy bertemu dengan seorang pemilik rumah fashion terbesar di sini, dia meminta perusahaan kita membuat baju COUPLE untuk satu keluarga."


"Berarti kita harus cari model dong Mom, untuk baju orangtuanya? kalau untuk anaknya kan, sudah ada Vero dan Asya," sahut Ibra.


"Kita harus cari model di mana? jangan cari model papan atas soalnya bayarnya mahal," seru Mommy Valerie.


"Ya ampun Mommy, kalau kita gak pakai model papan atas, baju kita gak bakalan laku soalnya model papan atas itu sebuah penarik perhatian untuk yang melihat."


Mommy Valerie tampak terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Mommy punya ide, bagaimana kalau model yang jadi COUPLE buat orangtuanya itu kamu dan Virlie saja. Kalian cocok banget, cantik dan tampan," seru Mommy Valerie antusias.


"Hah, kok jadi Ibra sama Virlie?"


"Fix, sudah Mommy putuskan kalau kamu dan Virlie yang akan jadi modelnya. Pemotretannya besok saja di rumah Mommy, biar suasananya sedikit santai, jangan lupa kamu bawa Asya juga."


"Tapi Mommy, Mommy kan belum bicara sama Virlie. Bagaimana kalau dia tidak mau?"


"Sudah, kamu jangan khawatir, masalah itu jadi urusan Mommy."


Ibra hanya bisa menghembuskan napasnya secara kasar, dia tidak bisa menolak keinginan mertuanya itu.


***


Keesokan harinya...


Rumah Mommy Valerie tampak sudah ramai oleh para kru yang akan melakukan pemotretan.


Vero dan Asya sedang di make up, sedangkan Ibra tampak sedang mengobrol dengan Daddy Dion.


Virlie tampak menggerakkan tubuhnya, dia mendengar banyak suara di rumahnya dan sangat berisik.


"Astaga, ada apa sih? kok berisik banget," gumam Virlie dengan menutup telinganya.


Suara itu semakin berisik, hingga Virlie pun dengan kesalnya mengikat rambutnya asal dan keluar dari kamarnya masih dengan memakai baju tidur seperti kimono berbahan satin itu dengan panjang kimono sebatas paha membuat paha putih nan mulus milik Virlie terekspose begitu saja.


Virlie menuruni anak tangga, dan tampak mengerutkan keningnya saat rumahnya banyak sekali orang.


"Ada apa ini?" seru Virlie.


Ibra yang sedang berbincang-bincang dengan Daddy Dion menoleh, dan hampir saja menyemburkan kopinya saat melihat penampilan Virlie yang seksi seperti itu.

__ADS_1


"Apa-apaan dia, bisa-bisanya dia keluar dari kamarnya memakai pakaian seperti itu, mana di sini banyak kru lagi," batin Ibra dengan kesalnya.


__ADS_2