
3 tahun kemudian....
Waktu berjalan dengan sangat cepat, Virlie sudah membuktikan kalau dia sekarang sudah menjadi designer hebat dan terkenal.
Virlie berjalan sangat anggun dengan menggunakan mini dress dan juga kacamata hitam, sehingga banyak sekali mata pria yang melihatnya.
Virlie sudah semakin dewasa, bahkan Virlie terlihat semakin sangat cantik. Virlie sengaja tidak memberitahukan kepada siapa pun perihal kepulangannya karena Virlie ingin memberikan kejutan kepada keluarganya.
"Aku mau langsung ke perusahaan Mommy saja, pasti semuanya sedang ada di sana," batin Virlie.
Virlie pun menghentikan taksi, dan dia pun segera masuk ke dalam taksi.
"Ke perusahaan V Fashion Grup."
"Baik Nona."
Sementara itu, saat ini Mommy Valerie, Daddy Dion, beserta Ibra sedang melihat pemotretan Vero dan Asya. Selama tiga tahun ini, perusahaan itu maju sangat pesat bahkan sekarang sudah menjadi perusahaan yang sangat diperhitungkan.
"Ya ampun Dad, kenapa Vero sangat menggemaskan sih, kaya Mommy," seru Mommy Valerie dengan antusiasnya.
"Siapa dulu dong Daddynya? Daddy juga kan menggemaskan, maka dari itu Vero menurun dari Daddynya," sahut Daddy Dion dengan mencolek dagu istrinya itu.
Ibra yang dari tadi berada di samping mertuanya itu hanya bisa geleng-geleng kepala sembari tersenyum, walaupun mertuanya sudah menikah puluhan tahun, tapi mereka tetap saja terlihat romantis.
"Mudah-mudahan saja aku dan Virlie bisa seperti itu juga," batin Ibra.
"Pak Ibra, kopinya sudah siap," seru Astrid.
"Ah iya. Mom, Dad, Ibra ngopi dulu sebentar ya, soalnya Ibra ngantuk banget. Apa Mommy dan Daddy mau kopi juga? biar Ibra suruh Astrid membuatkannya."
"Tidak usah, kamu saja."
"Oke, kalau begitu Ibra ke sana dulu."
Ibra pun pergi dan duduk di pojokan belakang kameraman, dia benar-benar sangat ngantuk karena sudah beberapa hari ini lembur terus.
"Mommy, Daddy!" teriak Virlie.
Mommy Valerie dan Daddy Dion pun langsung membalikan tubuhnya, begitu pun Ibra yang tampak terkejut dengan kedatangan istrinya itu.
"Virlie."
Daddy Dion tampak merentangkan kedua tangannya, tentu saja Virlie langsung berlari dan memeluk Daddynya itu. Daddy Dion memutar-mutar tubuh putrinya itu, saking bahagianya.
"Kamu pulang kok gak bilang-bilang sama Daddy? Daddy kan, bisa jemput kamu."
__ADS_1
"Kan, biar jadi kejutan," sahut Virlie.
"Dasar anak nakal, tadi malam kamu bilang kalau kamu pulangnya diundur jadi lusa," keluh Mommy Valerie.
"Maafkan Virlie, Mommy."
Virlie pun memeluk Mommynya itu, sedangkan Ibra yang melihat Virlie dari jauh tampak terlihat gugup, bahkan jantungnya pun berdebar sangat kencang.
"Ya ampun, bukanya itu Virlie Halbert ya, designer terkenal kelas dunia yang hasil rancangannya selalu saja laku dan dipakai artis dunia juga," seru Astrid antusias.
Ibra terdiam, dia tidak tahu harus bersikap seperti apa di hadapan Virlie.
Tidak lama kemudian, Vero dan Asya pun sudah selesai pemotretan.
"Kakak."
Vero berlari dan memeluk Kakak satu-satunya itu.
"Ya ampun, Kakak rindu sekali sama adikku ini. Kamu tampan sekali Vero, menggemaskan," seru Virlie dengan mencubit pipi Vero.
"Kakak jangan cubit pipi Vero, nanti pipi Vero jadi melar."
"Ya ampun, memangnya pipi bisa melar ya."
"Bisa dong Kak."
"Asya."
"Kak Virlie."
Virlie tersenyum dan merentangkan tangannya, tentu saja Asya langsung memeluk Kakak iparnya itu.
"Asya sangat rindu sama Kak Virlie."
"Kak Virlie juga rindu sama Asya."
Ibra yang melihat itu memutuskan untuk pergi dari ruangan pemotretan itu, Mommy Valerie hanya bisa tersenyum ke arah Ibra. Ibra bukanya tidak mau bertemu dengan Virlie, tapi untuk saat ini Ibra belum siap bertemu dengan Virlie. Dia bingung harus bersikap seperti apa kepada Virlie, karena terakhir bertemu, dia yang sudah memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka walaupun pada kenyataannya, mereka memang tidak pernah bercerai.
"Vero sama Asya, ganti baju dulu sana dibantu sama Mba Hana," seru Mommy Valerie.
"Siap Mommy."
Vero dan Asya pun di bawa oleh Hana ke ruangan ganti, sedangkan Virlie tampak melihat-lihat perusahaan Mommynya itu.
"Hebat banget, Virlie gak nyangka kalau Mommy bisa mendirikan perusahaan fashion yang sekarang sangat maju dan bahkan produk buatan Mommy, sampai laku beribu-ribu setel perharinya, Mommy Virlie memang hebat," puji Virlie.
__ADS_1
"Justru Mommy yang sangat bangga kepadamu karena sekarang kamu sudah menjadi designer hebat dan terkenal, nama dan foto kamu hampir setiap hari menghiasi majalah fashion dan tv juga," sahut Mommy Valerie dengan mengusap pipi putri cantiknya itu.
"Akhirnya, apa yang kamu cita-citakan selama ini tercapai juga. Selamat ya, sayang," seru Daddy Dion.
"Terima kasih, Daddy."
"Apa kamu sudah makan siang, sayang?" tanya Mommy Valerie.
"Belum."
"Ya sudah, kita makan siang bersama tapi tunggu Vero dulu ya."
"Oke."
Satu keluarga itu, akhirnya pergi ke sebuah restoran untuk makan siang bersama. Sementara itu, Ibra masih tampak melamun di ruangannya.
"Abang, Asya sudah selesai, antarkan Asya pulang," rengek Asya.
"Ya sudah, yuk, kita pulang. Astrid, kamu selesaikan saja pekerjaan kamu nanti kalau sudah selesai, kamu langsung pulang soalnya aku tidak akan kembali lagi ke kantor."
"Baik Pak."
Ibra pun dengan cepat menggandeng Asya dan membawanya pulang. Ibra saat ini sudah punya mobil sendiri, bahkan rumah orangtuanya pun sudah direnovasi dan diperbesar lagi.
Selain itu, Ibra juga sudah bisa membeli rumah baru untuk dirinya dan Virlie untuk kelak mereka tempati.
"Abang tadi ke mana? Kak Virlie sudah pulang loh, Bang."
"Iyakah? tadi Abang lagi sibuk dengan pekerjaan Abang, jadi Abang tidak tahu kalau Kak Virlie sudah pulang," dusta Ibra.
"Abang tahu, Kak Virlie cantik banget dan Asya cita-cita ingin menjadi seperti Kak Virlie."
Ibra tersenyum dan mengusap kepala Asya...
"Iya Abang tahu Sya, bahkan Abang sampai gugup saking kagetnya melihat Virlie semakin cantik, anggun, dan mempesona," batin Ibra.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil Ibra pun sampai di rumah kedua orangtuanya.
"Sya, bilang sama Ayah dan Bunda, kalau Abang langsung pulang saja ya, soalnya Abang capek banget ingin istirahat," seru Ibra.
"Iya Bang."
Setelah Asya keluar dari dalam mobilnya, Ibra pun dengan cepat melajukan mobilnya menuju rumah pribadinya. Ibra sudah satu tahun belakang ini tinggal di rumah yang baru saja dia beli itu.
"Virlie, bagaimana reaksi kamu jika kamu bertemu denganku? apa kamu akan menyapaku, atau justru kamu akan bersikap cuek dan dingin?" batin Ibra.
__ADS_1
Selama dalam perjalanan, Ibra tak henti-hentinya memikirkan Virlie. Sungguh saat ini Virlie semakin cantik, dan tentu saja Ibra semakin cinta kepada istrinya itu.