Mrs. Arrogant

Mrs. Arrogant
Bab 35 Identitas Angela Karenina


__ADS_3

Menjelang subuh, pekerjaan Virlie pun selesai.


"Akhirnya pekerjaanku selesai," gumam Virlie dengan merentangkan kedua tangannya.


Virlie melihat Ibra tampak nyenyak tidur di atas sofa, karena Virlie sudah sangat mengantuk, akhirnya Virlie pun naik ke atas tempat tidur yang hanya cukup untuk satu orang itu.


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Virlie pun langsung terlelap.


***


Keesokan harinya....


Ibra pun sudah bangun, dia tidak berani membangunkan Virlie karena Virlie terlihat tidur sangat lelap.


"Entah sampai jam berapa kamu mengerjakannya," gumam Ibra dengan menyibak rambut Virlie.


Tidak lama kemudian, Sinta dan yang lainnya pun datang.


"Loh, Ibra kok masih di sini?" tanya Sinta.


"Kita tidak pulang, Virlie semalam menyelesaikan gaun itu entah sampai jam berapa dia bekerja, aku pun ketiduran," sahut Ibra.


"Ya Allah, Nona Virlie sangat bekerja keras," seru Sinta.


"Aku belikan kopi dan gorengan buat Mas Ibra ya," seru salah satu karyawan.


"Boleh, aku memang butuh kopi pagi ini," sahut Ibra.


Salah satu karyawan Virlie pun segera berlari untuk membelikan kopi dan juga gorengan untuk Ibra. Tidak lama kemudian, Lisna pun datang.


"Mas Ibra, ini kopi dan gorengannya."


"Terima kasih, Lis."


"Sama-sama Mas."


Ibra dan karyawan Virlie pun berbincang-bincang ringan sembari ngopi.


***


Sementara itu, di sebuah rumah mewah dan besar satu keluarga sedang menikmati sarapannya.


"Angel, kamu berkelahi dengan siapa itu? sampai-sampai berita kamu viral di mana-mana, Papi malu dengan kelakuan kamu," sentak Charlie.


"Bukan Angel yang memulai, tapi perempuan liar itu yang memulai."


"Memang masalahnya apa?" tanya Mami Agata.

__ADS_1


"Tidak ada masalah apa-apa kok, Angel cuma pesan baju pengantin Angel ke dia tapi dia tidak sanggup membuatkannya padahal Angel sudah mau membayar uang muka, eh dia malah marah-marah gak jelas kaya gitu," sahut Angel.


"Masa sih? sepertinya anak itu marah banget sama kamu, Ngel."


"Dianya aja yang gak profesional, katanya designer terkenal tapi disuruh buatkan gaun pengantin aja dia gak bisa."


"Lagipula buat apa kamu buat gaun pengantin lagi? calon suamimu kan sudah membuatkannya dari luar negeri lagi, ngapain pesan sama designer receh seperti itu mana membuat malu kamu dan Papi pula," geram Papi Charlie.


"Pokoknya Angel bakalan buat perhitungan sama perempuan itu."


"Pagi semuanya!"


Seorang laki-laki datang dengan senyumannya yang mengembang.


"Kevin, ayo sini duduk kita sarapan bersama," seru Mami Agata.


"Kebetulan sekali, Kevin belum sarapan Tante."


"Ngapain pagi-pagi sudah datang ke sini, jangan bilang mau minta uang jajan," ketus Angel.


"Ya ampun, Kakak sepupuku yang cantiknya mengalahkan Lady Diana. Jangan berburuk sangka dulu dong, dulu aku memang suka minta uang sama Kakak karena aku lagi dihukum sama Papa tapi sekarang uang jajanku sudah kembali lagi," sahut Kevin.


Kevin dan Angel sepupuan, Mama Kevin dan Mami Angel adalah Kakak beradik.


"Kak Angel, apa-apaan berkelahi sama Virlie," seru Kevin.


"Tahulah, dia teman kuliah aku."


"Dia benar-benar perempuan menyebalkan, usianya saja di bawah aku tapi berani sekali dia menantang ku dan menyiksaku di depan umum seperti itu."


"Dia memang cewek arogan, awalnya aku juga suka sama Virlie tapi Virlie terlalu arogan dan dia juga sering mempermalukan ku, makanya aku malah balik membencinya dan ingin membalas perlakuan dia yang sudah menghancurkan harga diriku di depan anak-anak," seru Kevin dengan kesalnya.


"Dia kan perempuan, kok bisa kamu kalah sama dia. Masa seorang Kevin takut sama perempuan?" ledek Angel.


"Aku bukanya takut sama Virlie tapi aku takut sama Daddynya."


Papi Charlie dan Mami Agata yang dari tadi hanya jadi pendengar setia, tiba-tiba menghentikan suapannya dan merasa tertarik dengan dengan obrolan Kevin.


"Memangnya anak itu, anaknya siapa?" tanya Papi Charlie.


"Virlie anaknya Dion Halbert."


Praaaannnggg.....seketika sendok yang dipegang oleh Mami Agata terjatuh, membuat Kevin dan Angel langsung menoleh.


"Mami kenapa? apa Mami kenal sama Dion Halbert?" tanya Angel.


Mami Agata tidak banyak bicara, dia pun pergi dari meja makan menuju kamarnya membuat Angel dan Kevin bingung.

__ADS_1


"Mami kenapa, Pi?" tanya Angel.


"Kalian tahu, Dion Halbert dan Ayahnya Lion Halbert sudah membunuh Kakak tertua Mami kamu, bahkan istrinya gila dan bunuh diri, disusul dengan Jesika yang harus mendekam di penjara dan berakhir dengan bunuh diri juga," geram Papi Charlie.


"Apa?" sahut Angel dan Kevin bersamaan.


"Kok bisa, Om?" tanya Kevin.


"Soal itu, biarlah kami yang tahu tapi walaupun Kak Ferdinan dan Jesika salah, tapi tidak seharusnya Dion dan Lion membunuhnya dengan sadis dan itu membuat Mami kamu, hampir saja depresi, Angel."


"Kurang ajar, ternyata perempuan itu merupakan anak dari seorang pembunuh. Lihat saja, aku akan membuat dia merasakan apa yang sudah Mami Angel rasakan," geram Angel.


"Tenang saja Kak, Kevin akan membantu Kakak, kita balas dendam sama-sama," sahut Kevin.


"Kalian jangan ikut campur urusan orangtua, karena kami tidak ingin kalian sampai terluka," seru Papi Charlie.


"Tidak Pi, kita juga sangat sedih dengan kematian Om Ferdinan secara tragis jadi kita ingin membantu kalian membalaskan dendam karena ini semua menyangkut keluarga besar kita, Pi," sahut Angel.


Ketiganya tampak terdiam, entah apa yang ada di pikiran ketiganya.


Sementara itu di butik milik Virlie, Virlie baru saja menggerakkan tubuhnya. Virlie tidak sadar kalau saat ini dia tidur di butik dan di atas kasur kecil bukan di rumahnya yang kasurnya king size.


Virlie menggerakkan tubuhnya ke samping, dan di pastikan kalau Virlie akan terjatuh ke lantai. Ibra yang sedang ngopi tampak kaget, dia langsung berlari dan tidur terlentang di lantai untuk menahan tubuh Virlie supaya tidak sakit saat jatuh.


Bruuuggg...


Tepat sekali, Virlie jatuh ke atas tubuh Ibra membuat Virlie seketika terbangun dan kaget.


"Ya ampun, Mas Ibra so sweet banget sih," seru Lisna.


"Iya, saking takutnya Nona Virlie kesakitan sampai rela jadi alas untuk Nona Virlie jatuh," sahut Sinta.


Virlie yang kaget langsung bangun dari atas tubuh Ibra, lagi-lagi Virlie kena malu dengan kelakuannya sendiri. Virlie pun segera masuk ke dalam kamar mandinya untuk mencuci muka.


Sedangkan Ibra tampak menyunggingkan senyumannya, hingga tidak lama kemudian Virlie pun keluar dari kamar mandi dan segera memeriksa hasil kerjanya.


"Syukurlah, semuanya selesai tepat waktu," gumam Virlie.


"Nona, Nona mau sarapan apa? biar saya belikan untuk Nona," seru Sinta.


"Ah, tidak usah soalnya aku mau pulang. Tolong kalian packing saja gaun-gaun ini dan segera antarkan ke alamat yang dituju."


"Baik Nona."


"Kalau begitu aku pulang dulu, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku."


"Iya Nona."

__ADS_1


Virlie pun segera mengambil tasnya dan pergi dari butik itu, Ibra pun segera menyusulnya.


__ADS_2