Mrs. Arrogant

Mrs. Arrogant
Bab 21 Ulang Tahun Kevin


__ADS_3

Virlie seperti biasa duduk di kursinya dan sembari menunggu Dosen datang, dia akan membuat sketsa gaun-gaun koleksinya.


"Vir, aku minta maaf," seru Kevin.


Virlie tidak menghiraukan ucapan Kevin, dia terus saja sibuk menggambar. Kevin berjongkok di hadapan Virlie membuat Virlie sedikit tersentak.


"Apa-apaan sih?" bentak Virlie.


"Aku hanya ingin minta maaf kepadamu karena kemarin aku sudah memarahiku bahkan menyebutmu dengan sebutan wanita murahan, aku tidak tahu kalau ternyata kamu adalah anak dari Tuan Dion Halbert."


"Sudah sana pergi, jangan ganggu aku."


"Tapi aku tidak akan pergi sebelum kamu mau memaafkan ku."


"Aku sudah memaafkan mu, sudah sana pergi."


Kevin pun bangkit dan berdiri, tangannya tampak mengepal.


"Lihat saja Virlie, aku akan membuat kamu bertekuk lutut di hadapanku dan mengemis-ngemis cinta kepadaku," batin Kevin dengan kesalnya.


Waktu pulang pun tiba....


Kali ini tidak seperti biasanya, di dalam mobil Virlie tertidur. Ibra memperhatikan Virlie dari kaca spionnya, dan terlihat wajah Virlie mulai berkeringat.


Ibra merasa khawatir, akhirnya Ibra menepikan mobilnya dan melihat keadaan Virlie di kursi belakang. Ibra menyentuh kening Virlie.


"Ya Allah, dia demam. Vir, apa kita ke rumah sakit?" tanya Ibra.


Virlie menggelengkan kepalanya, pertanda kalau Virlie tidak mau dibawa ke rumah sakit.


Ibra pun merebahkan tubuh Virlie, kemudian Ibra pun kembali masuk dalam mobil dan segera melakukannya menuju rumah.


Beberapa saat kemudian pun, Ibra sampai di rumah Virlie. Ibra segera keluar dari dalam mobilnya dan melihat keadaan Virlie, di pegangnya kening Virlie dan ternyata semakin panas.


"Ya Allah."


Ibra pun segera mengangkat tubuh Virlie dan itu membuat Mommy Valerie terkejut.


"Virlie kenapa, Bra?"


"Sepertinya demam Bu."


"Ya sudah, kamu tolong bawa Virlie ke kamarnya."


"Baik Bu."


Ibra pun menaiki tangga menuju kamar Virlie, sesampainya di kamar Virlie, Ibra pun merebahkan tubuh Virlie di atas tempat tidurnya. Ibra membuka sepatu Virlie, lalu Mommy Valerie pun mengompres anaknya itu.


"Perasaan tadi pagi Virlie baik-baik saja, apa di kampus terjadi sesuatu?" tanya Mommy Valerie.


"Tidak Bu, di kampus biasa saja cuma hari ini Virlie terlihat pendiam tidak banyak bicara."


"Sayang, buka dulu mulutnya kamu harus minum obat."


Virlie pun membuka mulutnya tanpa membuka matanya, setelah itu Mommy Valerie memasukan obat ke mulutnya Virlie, setelah dirasa obatnya tertelan dengan benar, Virlie pun tertidur.

__ADS_1


"Virlie kalau sakit tidak akan lama, besok juga sembuh jadi kamu jangan khawatir."


"Iya Bu."


Mommy Valerie tahu, dari wajahnya Ibra terlihat khawatir akan keadaan Virlie.


Keesokan harinya...


Benar saja, Virlie turun dari kamarnya dengan penampilan yang sudah rapi.


"Loh, sayang, kamu mau ke mana?" tanya Daddy Dion.


"Mau kuliah Dad."


"Kamu kan, masih sakit."


"Tidak, Virlie sudah sembuh kok."


"Vero senang, kalau Kak Virlie sakit, rumah serasa aman, tenang, dan tentram, tidak ada teriakan yang bikin telinga sakit," seru Vero.


Virlie dengan gemasnya menoyor kepala Vero. "Dasar, adik gak ada akhlak malah senang lihat Kakaknya sakit," kesal Virlie.


Semuanya pun selesai sarapan, Virlie berangkat ke kampus seperti biasanya.


"Kok, kamu sudah masuk Vir? kamu kan, masih sakit," seru Ibra disela-sela perjalanannya.


"Aku sudah sehat kok."


Ibra tidak banyak bicara karena takut Virlie marah, hingga beberapa saat kemudian mobil Virlie pun sampai di parkiran kampus.


Di saat Virlie turun dari dalam mobilnya, semua wanita tampak sibuk dan bahagia sampai-sampai sepanjang Virlie berjalan, melihat para Mahasiswi kegirangan.


Virlie pun masuk ke dalam kelas, ternyata di dalam kelas jauh lebih ramai tapi Virlie tidak memperdulikannya, dia pun langsung duduk disusul oleh Ibra yang ikut duduk.


"Ibra, ini ada undangan buat kamu dari Kevin, besok Kevin ulang tahun," seru Amara.


"Oh oke."


Amara pun menghampiri Virlie dan menatap Virlie.


"Vir, ini ada undangan dari Kevin, besok dia ulang tahun mudah-mudahan kamu bisa datang karena acaranya sangat seru," ucap Amara dengan senyumannya.


Semenjak kejadian kemarin Virlie menolongnya, Amara jadi malu kepada Virlie dan sekarang dia tidak berani lagi berbuat macam-macam kepada Virlie begitu pun dengan Fatma.


"Simpan saja," sahut Virlie tanpa melihat undangan itu.


Amara pun menyimpan undangannya di atas meja Virlie, kemudian mereka berdua pun pergi.


"Eh, nanti pulang kuliah kita mampir ke butik V FASHION yuk! kita cari gaun di sana, gaunnya bagus-bagus dan modis banget."


"Boleh, pokoknya kita harus berpenampilan wah besok malam, kali aja Kevin melirik kita."


Itulah celetukan-celetukan teman sekelas Virlie, Virlie tidak meresponnya dia hanya sibuk menggambar. Sedangkan Ibra melihat ke arah Virlie, dia tahu kalau yang dibicarakan teman-temannya itu adalah butik milik Virlie.


"Vir, aku harap kamu datang ya, soalnya kamu adalah tamu undangan yang sangat aku tunggu-tunggu," seru Kevin yang baru saja datang dan langsung menghampiri Virlie.

__ADS_1


"Aku gak janji," sahut Virlie malas.


"Masa iya, teman sendiri ulang tahun tidak datang. Katanya kamu sudah memaafkan ku, berarti kalau kamu sudah memaafkan ku, kamu harus datang dong," seru Kevin dengan senyumannya.


Virlie tampak menghela napasnya. "Iya, nanti aku datang, itu juga kalau aku lagi mood," sahut Virlie santai.


"Pokoknya aku gak mau tahu, kamu harus datang ya."


Kevin pun pergi duduk di kursinya karena Dosen sudah datang, sedangkan Ibra tampak kesal melihat Kevin. Ibra merasa kalau raut wajah Kevin begitu sangat mencurigakan.


***


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, Virlie meminta Ibra untuk mengantarkannya ke butik miliknya.


Sesampainya di butik, ternyata butik terlihat sangat ramai dan benar saja, teman-teman Virlie semuanya datang ke butik Virlie untuk membeli gaun.


Virlie memang khusus membuat gaun untuk para anak muda jadi tidak heran jika anak-anak pengusaha kebanyakan pesan gaun atau pun jas dari butik milik Virlie.


Tidak ada yang tahu kalau Virlie pemilik butik itu, karena Virlie memang tidak mau semua orang tahu tentang dirinya. Virlie adalah orang yang tidak suka keramaian atau diusik oleh siapa pun.


"Wah, ternyata Virlie juga datang ke butik ini? kita beruntung karena putri Tuan Dion Halbert pun memesan gaun dari sini, berarti gaun-gaun di sini memang berkualitas bagus," seru salah satu Mahasiswi.


Sinta hendak membuka mulutnya tapi Virlie memberi kode untuk tidak berkata apa-apa, sehingga Sinta pun kembali menutup mulutnya.


Sementara itu, Ibra terlihat menahan tawanya.


"Kalian gak tahu saja, kalau Virlie pemilik butik ini," batin Ibra dengan senyumannya.


Tiba-tiba, sebuah mobil mewah berhenti di depan butik Virlie membuat semua perempuan di sana menjerit histeris.


"Wah, itu kan, Kevin."


"Pasti dia akan memesan baju dari sini."


Kevin pun masuk dan langsung menghampiri Virlie yang saat ini sedang ngobrol dengan Sinta, bahkan Kevin tampak mendorong tubuh Ibra yang sedang berdiri di samping Virlie.


"Minggir lo, sopir tunggu di luar jangan ikut masuk memangnya Lo mau pesan baju juga di sini? memangnya Lo mampu beli baju di butik mahal ini?" hina Kevin.


Ibra hanya bisa mengepalkan tangannya, begitu juga dengan Virlie yang terlihat tidak suka dengan ucapan Kevin.


"Vir, kamu mau beli gaun yang mana? pilih saja, aku yang akan bayar, anggap saja itu hadiah dariku sebagai permintaan maaf ku atas apa yang sudah kemarin aku lakukan kepadamu," seru Kevin.


"Kamu lupa siapa aku? aku bisa beli gaunku sendiri tanpa perlu ditraktir olehmu," ketus Virlie.


"Oops, aku lupa kalau kamu adalah putri Tuan Dion. Mba, mana jas aku?" seru Kevin kepada Sinta.


Sinta tampak melirik ke arah Virlie, dan Virlie pun mengirim pesan kepada Sinta kalau jas Kevin ada di ruangannya.


"Sebentar Mas, saya ambilkan dulu."


Sinta pun masuk ke dalam ruangan Virlie untuk mengambil jas Kevin, sedangkan Kevin kembali tersenyum sinis kepada Ibra.


"Ibra, jangan sampai kamu pakai baju yang tahun lalu ya, karena baju itu sudah kucel," ledek Kevin yang membuat semua orang yang ada di sana tertawa terbahak-bahak.


Wajah Ibra merah menahan malu, sedangkan Virlie sudah sangat emosi kepada Kevin. Tanpa bicara apa pun, Ibra memilih keluar dan itu membuat Virlie semakin marah.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu mempermalukan sopir aku, karena aku bisa pastikan kalau Ibra akan memakai baju yang jauh lebih mahal dan bagus daripada milik kamu," geram Virlie.


Virlie pun dengan cepat keluar dari butiknya dan memilih pulang, selama dalam perjalanan Ibra tampak diam saja tidak seperti biasanya.


__ADS_2