Mrs. Arrogant

Mrs. Arrogant
Bab 30 Kekonyolan Ibra


__ADS_3

Setelah selesai mata kuliahan, Virlie tidak langsung pulang kali ini dia ingin ke perpustakaan dulu dan tentu saja Ibra selalu mengikutinya dari belakang.


Virlie mencari buku yang dia inginkan, sedangkan Ibra terus mengikuti Virlie, bahkan sekali-kali dia berdiri di hadapan Virlie dengan senyuman konyolnya.


"Kamu gila ya, dari tadi senyum-senyum sendiri?" seru Virlie.


Ibra menempelkan tubuhnya di dinding seperti cicak dengan sengiran konyolnya, sedangkan Virlie mendelikan matanya ke arah Ibra.


Setelah menemukan buku yang Virlie cari, Virlie pun duduk di kursi yang disediakan di perpus. Ibra mulai bertingkah lagi, dia duduk bersila di atas meja dengan menopang wajahnya menatap Virlie masih dengan senyuman manisnya.


"Kamu bisa tidak diam, duduk yang benar dan jangan mengganggu konsentrasi ku," kesal Virlie.


"Lah, dari tadi aku diam kok gak banyak ngomong, kenapa kamu merasa terganggu?" seru Ibra.


"Kalau kamu terus menatapku dengan senyuman konyolmu itu, aku merasa tidak nyaman."


"Cie..cie..pasti kamu salting kan, di tatap laki-laki tampan sepertiku," goda Ibra dengan mencolek dagu Virlie.


"Ibra, berani sekali kamu menyentuhku!" teriak Virlie.


Semua orang yang berada di perpus langsung menatap tidak suka kepada Virlie.


"Maaf, ini perpustakaan jangan berisik kalau kalian mau bertengkar, silakan keluar jangan di sini," seru penjaga perpustakaan.


"Maaf."


Wajah Virlie tampak memerah karena malu. "Ini semua gara-gara kamu," bisik Virlie dengan kesalnya.


Virlie pun pindah tempat duduk dan Ibra lagi-lagi hanya tersenyum dengan tengilnya.


"Jangan ikutin aku, pergi sana," geram Virlie.


Virlie pun kembali membaca buku, Ibra turun dari atas meja dan mengambil asal buku kemudian dia pura-pura membaca, dia terus saja bolak-balik di hadapan Virlie.


Dia bukanya membaca, karena matanya bukan fokus ke buku tapi dia terus melihat Virlie membuat Virlie menggeleng-gelengkan kepalanya.


Virlie menutup wajahnya dengan buku supaya tidak melihat Ibra yang membuatnya pusing.


"Sssttt....sssttt...."


Virlie celingukan karena mendengar suara yang seakan-akan memanggilnya dengan kode. Tiba-tiba Ibra muncul dari balik lemari buku dengan memberikan finger love, dan tangannya membentuk beberapa love membuat Virlie semakin kesal kepada suami yang tak diinginkannya itu.


Buggg...


Ibra menabrak dinding saking fokusnya dia menggoda Virlie membuat Virlie menahan tawanya.

__ADS_1


"Astaga, kelakuan dia benar-benar sangat konyol," batin Virlie dengan kesalnya.


Satu jam pun berlalu, Virlie sudah selesai membaca buku dia pun bangkit dari duduknya dan menyimpan kembali bukunya. Sedangkan Ibra, terus saja mengikuti Virlie dengan setia.


Kruuuukkk....kruuuukkk....


Virlie menoleh ke arah Ibra, dan Ibra kembali nyengir dengan memegang perutnya.


"Lapar....."


Virlie langsung mengambil kunci mobilnya dan masuk di balik kemudi.


"Eh, kamu mau ngapain?" seru Ibra.


"Aku aja yang bawa mobil."


"Tapi kan, aku yang sopir kamu kenapa justru malah kamu yang nyopirin aku," seru Ibra.


"Buruan masuk atau aku tinggalin kamu."


Ibra dengan cepat masuk ke dalam mobil dan Virlie pun segera melajukannya, Virlie membelokan mobilnya ke sebuah restoran.


"Ayo turun."


"Kok malah turun di sini?"


"Ini restoran mahal Vir, nanti kalau kamu potong gajiku bagaimana nafkah untukmu? kan nanti berkurang nafkahnya," sahut Ibra.


"Aku gak butuh nafkah darimu, jadi kamu jangan khawatir aku tidak akan menuntut apa pun darimu," seru Virlie.


Seketika Ibra terdiam dan menghentikan langkahnya membuat Virlie menoleh ke arah Ibra.


"Kenapa malah diam? aku bakalan bilang sama Daddy, untuk tidak memotong gaji kamu."


"Bukan itu, bagaimana pun sekarang aku sudah menjadi suamimu, jadi kamu mau terima atau tidak aku tetap harus memberikan nafkah kepadamu karena kalau tidak, aku yang akan berdosa," seru Ibra.


"Tapi------"


"Aku tahu kamu tidak akan membutuhkan uangku, karena itu tidak seberapa dibandingkan dengan uang yang kamu punya, bahkan aku dapat uang dari mertuaku sendiri tapi untuk saat ini hanya itu yang bisa aku berikan untukmu."


Virlie tampak terdiam dan merasa bersalah melihat raut wajah Ibra yang berubah menjadi murung.


"Kalau begitu kamu makan saja sendiri, biar aku tunggu kamu di mobil," seru Ibra lemas.


Ibra hendak membalikan tubuhnya tapi Virlie menahan lengan Ibra.

__ADS_1


"Oke, aku bakalan terima nafkah darimu jadi jangan seperti ini lagi. Ayo makan!" ajak Virlie.


Ibra mulai menyunggingkan senyumannya lalu menganggukkan kepalanya, Ibra dan Virlie pun segera memesan makanan dan setelah datang makanan, mereka pun langsung melahapnya.


"Vir, boleh aku meminta sesuatu kepadamu?"


"Kamu mau minta apa? kalau kamu mau minta kita melakukan hal selayaknya suami istri, aku tidak bisa mengabulkannya," seru Virlie dengan santainya.


"Bukan masalah itu, kamu bilang kalau setelah satu tahun kita harus bercerai, bagaimana kalau selama satu tahun itu aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku? apa kata-kata bercerai itu bisa dihapus?" seru Ibra.


Uhuk...uhuk...uhuk...


Virlie tersedak mendengar ucapan Ibra, Virlie menatap Ibra.


"Tidak mungkin, aku tidak mungkin jatuh cinta sama kamu lagipula aku masih belum siap untuk menjadi seorang istri. Dari pada nantinya aku berdosa karena tidak bisa melakukan semua kewajiban yang seharusnya seorang istri lakukan kepada suaminya, lebih baik kita hidup masing-masing saja. Aku masih ingin mengejar cita-citaku, impianku dari dulu adalah menjadi designer hebat dan itu harus aku lakukan tanpa terkekang oleh siapa pun," sahut Virlie.


"Tapi kalau selama satu tahun itu, aku berhasil membuatmu jatuh cinta bagaimana?"


"Itu beda lagi ceritanya."


"Oke, selama satu tahun ini aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta kepadaku karena jujur, sejak pertama kali aku melihatmu aku sudah jatuh cinta kepadamu walaupun pada kenyataannya itu sangat tidak mungkin untukku bisa memilikimu. Tapi aku akan terus berusaha, karena bagiku pernikahan bukan hal yang main-main dan aku ingin menikah sekali seumur hidup, jadi aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta kepadaku dan aku akan membuat satu tahun nanti tidak akan ada perceraian di antara kita."


Seketika Virlie membelalakkan matanya, bahkan Virlie susah sekali untuk menelan salivanya.


"Bagaimana, apa kamu setuju?" seru Ibra.


"Lakukan saja kalau kamu bisa," sahut Virlie dengan dinginnya.


"Lihat saja, aku yakin kalau Virlie Halbert akan tergila-gila sama Ibrahim Aliendra, bahkan seorang Virlie akan menangis dan merengek supaya Ibrahim tidak meninggalkannya," seru Ibra dengan senyumannya.


Virlie dengan kesalnya memasukan mie ke dalam mulut Ibra.


"Bisa diam tidak? selesaikan makananmu dan kita harus segera pulang, karena aku harus bertemu dengan putri pengusaha yang mau membuat gaun kepadaku," geram Virlie.


"Cie..cie..kamu curi-curi kesempatan buat nyiapin aku, padahal tanpa curi-curi kesempatan pun, aku akan suka rela disuapi olehmu," goda Ibra.


"Oh, jadi kamu mau disuapi sama aku."


"Tentu saja."


Virlie tersenyum jahil, dia pun mengambil satu sendok sambal dan memberikannya kepada Ibra membuat Ibra membelalakkan matanya.


"Ayo buka mulutnya, katanya mau aku suapin."


Seketika Ibra melahap makanannya sendiri. "Tidak usah, aku bisa makan sendiri," sahut Ibra.

__ADS_1


Virlie menahan senyumannya, Ibra memang laki-laki pertama yang bisa membuatnya tersenyum dengan tingkah konyolnya, bahkan Virlie bisa tertawa lepas


__ADS_2