
Pagi-pagi sekali Daddy Dion, Mommy Valerie, Vero, Julian, Vanessa, dan juga Lisa sudah berada di Bandara untuk mengantarkan kepergian Virlie.
"Sayang, jaga diri kamu baik-baik, jangan lupa makan, minum vitamin, dan jangan banyak bergadang," seru Mommy Valerie.
"Iya Mom."
"Apa kamu mau bawa Elsa saja? soalnya kamu kan tidak bisa melakukan apa-apa tanpa bantuan orang lain," seru Daddy Dion.
Virlie menggelengkan kepalanya sembari tersenyum. "Tidak Dad, kali ini Virlie mau belajar mandiri soalnya Ibra bilang, kalau Virlie harus mandiri dan gak boleh manja lagi," sahut Virlie tanpa sadar menyebut nama Ibra.
Semuanya tampak tersenyum mendengar Virlie menyebut nama Ibra, berarti Virlie masih belum bisa melupakan Ibra.
Suara panggilan untuk keberangkatan pun sudah terdengar, Virlie pun mulai berpelukan dengan semuanya.
"Vero, jangan nakal ya."
"Vero gak pernah nakal kok, Kak."
"Semuanya, Virlie pergi dulu."
Virlie pun melambaikan tangannya kepada semuanya dan mulai menggeret kopernya.
Sementara itu, Ibra tampak panik karena dia baru saja mendapat pesan dari Lisa kalau Virlie akan berangkat ke Perancis.
"Ayah, Bunda, Ibra berangkat dulu. Assalamualaikum."
Ibra pun dengan kecepatan tinggi langsung melajukan motornya menuju Bandara.
"Please Virlie, kamu jangan pergi dulu, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu," gumam Ibra.
Hingga, satu jam kemudian Ibra pun sampai di Bandara. Ibra segera berlari masuk Bandara berharap Virlie belum pergi, Ibra berlari ke sana ke mari seperti orang gila mencari Virlie tapi sayang, Virlie sudah pergi meninggalkan Indonesia.
Ibra tampak ngos-ngosan, tubuhnya lemas sungguh Ibra kali ini sudah terlambat.
"Vir, kenapa kamu pergi tanpa menungguku. Sebenci itukah kamu kepadaku? sampai-sampai kamu pergi tanpa berpamitan kepadaku," gumam Ibra.
Setelah cukup lama terdiam, akhirnya dengan langkah gontai Ibra pun pergi dari Bandara itu dengan membawa perasaan yang sangat kecewa kepada Virlie.
Begitu pun dengan Virlie, selama dalam pesawat dia tampak melamun bahkan sesekali dia mengusap airmatanya yang tiba-tiba meluncur tanpa permisi itu.
__ADS_1
"Kenapa aku baru menyadari sekarang, betapa berharganya Ibra untukku, maafkan aku Ibra karena selama ini aku selalu membuatmu jengkel dan marah," batin Virlie.
***
Hari-hari Virlie dan Ibra lalui dengan ketidak semangatnya, entah kenapa keduanya merasa tidak semangat menjalani hari-hari.
Daddy Dion menawarkan modal untuk Ibra, supaya Ibra membuat sebuah usaha. Awalnya Ibra menolaknya, tapi Daddy Dion percaya kalau Ibra akan menjadi pengusaha hebat untuk ke depannya.
Mommy Valerie mengusulkan, supaya Ibra membangun perusahaan pakaian anak-anak soalnya kalau pakaian itu merupakan kebutuhan sehari-hari, apalagi kalau pakaian khusus untuk anak-anak pasti akan banyak peminatnya.
"Bagaimana Ibra? apa kamu akan mencoba ide Mommy?" seru Mommy Valerie.
"Boleh juga Mommy, Mommy memang punya ide brilian."
"Iya dong, mertua siapa dulu?"
"Mertuanya Ibrahim Aliendra lah."
Keduanya tampak tertawa renyah, mertua dan menantu memang sama-sama konyolnya jadi klop banget.
Sebagai informasi, sebenarnya Ibra dan Virlie itu belum bercerai. Surat cerai dan janda yang diberikan oleh Daddy Dion kepada Virlie adalah palsu, semua ini adalah rencana semua orang dan Virlie sama sekali tidak mengetahuinya.
Di saat Ibra memutuskan untuk hidup masing-masing, Virlie berpikir kalau Ibra menceraikannya bahkan Virlie dilarang datang ke persidangan dengan alasan supaya proses perceraian Virlie dan Ibra cepat selesai, dan dengan polosnya Virlie percaya begitu saja padahal saat itu dia sedang dibodohi oleh kedua orangtuanya.
"Tenang saja, Mommy yakin Virlie tidak akan marah karena memang selama satu tahun ke belakang ini, Mommy lihat Virlie jadi murung mungkin dia merasa kehilangan kamu."
"Iyakah Mommy? ya ampun, kalau benar Virlie mempunyai perasaan seperti itu, Ibra akan bahagia banget."
"Mommy yakin kalau Virlie sudah mulai menyukaimu Ibra, cuma waktunya saja yang tidak tepat. Virlie merasa kehilanganmu di saat kamu sudah pergi."
"Terima kasih ya Mom, karena Mommy dan Daddy masih mau mempertahankan Ibra sebagai menantu kalian."
"Kita sudah terlanjur menyayangimu Ibra, lagipula Daddynya Virlie melihat kalau kamu adalah anak yang baik dan tulus sangat cocok untuk Virlie yang mempunyai kepribadian yang arogan."
Ibra benar-benar sangat beruntung mempunyai mertua yang sangat menyayanginya, Ibra berjanji akan menunggu pulang walaupun Ibra harus menunggu puluhan tahun pun tidak apa-apa karena menurut Ibra, Virlie hanyalah milik dia dan pria lain tidak boleh memiliki Virlie.
***
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, Ibra dan Mommy Valerie mulai sibuk dengan perusahaan baru yang mereka dirikan.
__ADS_1
Mommy Valerie mulai menjadikan Vero dan Asya yang menjadi model untuk produk yang mereka perjual belikan.
"Ya ampun, anak Mommy tampan sekali," puji Mommy Valerie dengan membenarkan baju yang Vero pakai.
"Mommy, Vero malu soalnya Vero gak pernah di foto-foto kaya gini, mana dilihatin banyak orang lagi," keluh Vero.
"Ishh..ishh..ishh..kok kamu malu sih sayang, nanti kamu bakalan terkenal loh dan kamu pun bakalan punya penghasilan sendiri. Kamu bisa membeli apa pun yang kamu mau."
"Daddy, tolongin Vero," rengek Vero dengan menoleh ke arah Daddynya yang saat ini sedang sibuk mengotak-ngatik ponselnya.
"Jangan banyak membantah Vero, kalau kamu melawan Mommymu, nanti bukan kamu saja yang mendapatkan hukuman tapi Daddy juga bakalan dapat hukuman, jadi kamu nurut sajalah apa yang diinginkan Sang Ratu," sahut Daddy Dion.
Mommy Valerie tersenyum dan memonyongkan bibirnya dari kejauhan dan memberikan kiss bye, tentu saja Daddy Dion pun membalasnya dengan melakukan hal yang sama membuat Vero menumpuk jidatnya sendiri.
"Dasar konyol," batin Vero.
Tidak lama kemudian, Ibra pun datang dengan menggandeng adik cantiknya.
"Maaf Mommy, Ibra dan Asya terlambat."
"Hai sayang, tidak kok tidak terlambat."
Seketika Vero tampak melotot, dia tidak menyangka kalau Asya pun akan menjadi model di sana.
"Asya."
"Hai Vero."
"Mommy, apa Asya juga akan menjadi model di sini?" tanya Vero.
"Iya, memangnya kenapa?"
"Kalau begitu, Vero mau jadi model kalau sama Asya," sahut Vero dengan antusiasnya.
Mommy Valerie memicingkan matanya ke arah Vero, lalu mencubit pipi Vero.
"Tadi katanya tidak mau, malu. Kenapa sekarang justru malah semangat?"
Vero nyengir dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Ya sudah, buruan. Sekarang kalian harus melakukan pemotretan dulu untuk iklan perusahaan ini," seru Mommy Valerie.
Akhirnya Vero dan Asya pun melakukan pemotretan, Vero dan Asya tampak natural membuat hasilnya sangat bagus. Sedangkan Mommy Valerie, Daddy Dion, dan Ibra hanya bisa menyunggingkan senyumannya merasa bangga dengan kedua anak kecil itu.