Mrs. Arrogant

Mrs. Arrogant
Bab 31 Angela Yang Sombong


__ADS_3

Sore ini Virlie pun datang ke sebuah restoran karena akan mengadakan pertemuan dengan putri seorang pengusaha yang memesan gaunnya dalam waktu 3 hari.


Seperti biasa, Virlie di temani Ibra sebagai sopir dan juga pengawal Virlie.


"Restorannya mewah banget, Vir," seru Ibra.


"Jangan kampungan, kalau masuk ke restoran seperti ini anggap saja kita pernah datang ke sini, bersikaplah sewajarnya jangan celingukan kaya orang kampung," seru Virlie dingin.


"Asiap."


Virlie dan Ibra pun masuk ke dalam restoran, Virlie menuju privat room yang sudah dijanjikan oleh klient Virlie.


"Silakan masuk, Nona Angel sudah menunggu di dalam," seru pelayan restoran dengan membukakan pintu untuk Virlie dan Ibra.


"Terima kasih."


Di saat Ibra masuk, si pelayan restoran mengedipkan sebelah matanya genit kepada Ibra membuat Ibra membelalakkan matanya.


"Maaf, aku sudah menikah," bisik Ibra.


Si pelayan wanita itu tampak cemberut dan segera pergi dari sana.


"Wanita zaman sekarang, pada berani-berani menggoda pria," batin Ibra.


Terlihat seorang wanita cantik, seksi, dan juga anggun duduk dengan angkuhnya di kursi yang sudah disiapkan.


"Selamat sore Nona," seru Virlie.


"Silakan duduk."


Virlie dan Ibra pun duduk, Nona muda yang bernama Angel itu menatap sinis kepada Virlie.


"Aku sudah datang ke butik milikmu, dan aku ingin memesan gaun pernikahan tapi lusa harus selesai," seru Angel dengan angkuhnya.


"Maaf Nona, pembuatan gaun pengantin itu paling sebentar 1 bulan itu pun sudah sangat mepet, kalau mau perfect dengan detailnya kurang lebih 3 bulanan dan biasanya klienku sudah tahu itu dan mereka biasa pesan gaun pengantin 3 bulan sebelumnya," sahut Virlie.


"Katanya designer terkenal, gaunnya bagus-bagus tapi tidak bisa menyenangkan klient," sinis Angel.


"Maaf Nona, designer terkenal sekali pun tidak akan sanggup membuat gaun pengantin dalam waktu 3 hari kecuali kalau Nona ingin gaun pengantin yang ala kadarnya."

__ADS_1


Brrraaakkk....


Angel menggebrak meja dan berdiri di hadapan Virlie.


"Kamu tidak tahu siapa aku? aku anak dari pengusaha terkenal dan kaya di sini, bahkan aku bisa membeli butikmu kalau aku mau. Kamu sungguh sangat tidak profesional, aku bisa saja membuat berita kalau butikmu sangat buruk bahkan pelayanannya pun benar-benar sangat buruk," seru Angel dengan angkuhnya.


"Silakan aku tidak takut, karena pelanggan setiaku sudah tahu bagaimana kualitas dan cara kerja yang aku lakukan, jadi Nona akan sia-sia saja kalau ingin menjatuhkan ku," seru Virlie dengan senyumannya.


"Kurang ajar, berani sekali kamu menjawab ucapanku! Selama ini, tidak pernah ada yang berani kepadaku dan baru kamu saja. Aku bisa saja membuat butikmu bangkrut karena kamu sudah membuat aku marah!" bentak Angela.


Virlie sudah mengepalkan kedua tangannya, dari tadi dia berusaha bersikap sabar menghadapi Angel, sedangkan Ibra hanya diam saja dia tidak berani ikut campur urusan istrinya itu.


Virlie bangkit dari duduknya dan mengambil gelas air putih dan byuuuuurrrrr....


Virlie mengguyur wajah Angel dengan air putih itu membuat Angel dan Ibra membelalakkan matanya.


"Kamu, berani sekali kamu melakukan ini kepadaku!" bentak Angel.


"Dengar ya Nona Angel yang terhormat, kalau anda tidak berniat memesan gaun di butikku lebih baik pesan di butik lain saja. Anda sudah membuatku emosi, bilang saja kalau anda tidak mempunyai uang untuk membeli gaun di butikku jadi anda membuat alasan ingin memesan gaun pengantin dalam waktu 3 hari supaya anda bisa menghinaku, iya kan? ckckck...ngakunya seorang anak pengusaha tapi tidak tahu cara memesan gaun pengantin yang benar. Coba anda cari di butik mana pun, mereka akan melakukan hal yang sama sepertiku jika harus dibuatkan gaun pengantin dalam waktu 3 hari," seru Virlie.


"Kurang ajar, kamu bilang aku tidak punya uang? sialan, berani sekali kamu menghinaku. Asalkan kamu tahu, uangku sangat banyak bahkan uang jajanku bisa membeli butikmu," geram Angel.


Virlie pun segera melangkahkan kakinya keluar dari restoran itu dan Ibra pun mengikutinya dari belakang.


"Sialan, awas kamu, aku akan membalas perbuatanmu hari ini," geram Angel.


Virlie dengan kesalnya masuk ke dalam mobilnya, dan disusul oleh Ibra. Napas Virlie tampak terengah-engah dengan mengipas-ngipaskan tangannya ke wajahnya.


"Wah, istriku memang hebat," seru Ibra.


Virlie hanya mendelikan matanya kepada Ibra, dia sangat malas membalas ucapan Ibra saking kesalnya kepada wanita bernama Angel itu.


Ibra mulai melajukan mobilnya meninggalkan restoran itu.


"Vir, tapi wanita tadi seksi ya, bodynya bohay," seru Ibra dengan senyumannya.


Virlie menatap tajam ke arah Ibra, entah kenapa Virlie tidak suka mendengar Ibra memuji wanita lain.


"Seandainya aku punya istri seperti dia, aku akan bahagia banget dan aku akan kurung dia di rumah tidak akan aku biarkan dia keluar rumah," seru Ibra.

__ADS_1


Virlie semakin kesal kepada Ibra. "Hai, memangnya kamu pikir aku tidak seksi apa? badan dia kerempeng kaya gitu dibilang seksi, aku lebih bohay dibandingkan dia," ketus Virlie.


"Masa? aku belum pernah lihat badanmu, jadi mana bisa aku menilaimu seksi," goda Ibra.


"Terus aku harus telanjang gitu di depan kamu untuk membuktikan aku seksi?"


"Iya dong, baru aku bisa menilai kamu seksi apa tidak," goda Ibra dengan menahan senyumannya.


Virlie membelalakkan matanya, mendengar ucapan Ibra. Virlie tahu kalau Ibra sedang memancingnya, hingga akhirnya dengan gemas Virlie mencubit paha Ibra membuat Ibra meringis kesakitan.


"Ampun Vir, sakit."


"Makanya jangan mancing-mancing seperti itu."


Ibra menghentikan mobilnya karena Virlie tidak mau melepaskan cubitannya. Ibra menarik tangan Virlie sehingga tubuh Virlie tertarik ke depan, wajah Virlie dan Ibra sangat dekat membuat Virlie membelalakkan matanya.


Virlie hendak menjauh tapi Ibra malah menahannya.


"Lepaskan Ibra."


"Tadi kamu cemburu kan, saat mendengar aku memuji wanita lain?"


"Tidak, siapa bilang cemburu? jangan kepedean."


"Yakin tidak cemburu?"


Virlie dengan susah payah menelan salivanya, jantung Virlie berdetak tak karuan. Hingga akhirnya Virlie pun menyentakan kepalanya ke kepala Ibra membuat Ibra melepaskan pegangannya dan Memeng kepalanya.


"Astaga Virlie, kenapa kamu jadi kaya kambing sih main sentak aja," keluh Ibra.


"Makanya jangan macam-macam sama aku karena aku tidak akan tergoda dan cemburu, jadi percuma kalau kamu memanas-manasi aku seperti itu, tidak akan mempan untukku."


Ibra memang sengaja memancing Virlie karena Ibra ingin melihat Virlie cemburu atau tidak kalau Ibra memuji wanita lain.


"Buruan jalan, aku sudah capek ingin cepat-cepat istirahat!" sentak Virlie.


"Ckckck...susah amat meluluhkan hati istriku sendiri," batin Ibra.


Ibra pun mulai melajukan mobilnya menuju rumah Virlie.

__ADS_1


__ADS_2