My Bestfriend My Enemy

My Bestfriend My Enemy
Salak 2


__ADS_3

"syukur lo masih salaknya, gue harap tadi langsung batunya"


"huss ucapan tuh adalah doa" tegur Dinda


"ya kan sekali kali, belum pernah ada yang keselek batu salak, katanya sih bisa tumbuh dalam perut, mayan kan pelihara salak di perut Dava"


"percaya aja lu kayak gituan"


Dava meraih Handphone Ogi yang berdering tepat dimeja depannya secepat kilat, sang pemilik bahkan belum sempat untuk sekedar melihat Handphonenya yang berdering tapi teman laknatnya sudah mengambil dan dengan lancangnya mengangkat telfon dengan Id "bidadari syurga" yang sampai sekarang menjadi ledekan Dava


Ingin rasanya Dinda menyulap Dava menjadi kodok saat ia menempelkan Hp Ogi ditelinganya dengan tidak santai, ia sudah tahu dari awal niat pria bule itu ingin mengerjai Dava melalui Dinda, tapi siapa pun akan protes jika benda pipih itu mendarat dengan tidak santai ditelinga


"Halooo" ucap Dinda manja, tapi tidak semanja wajahnya seolah olah ingin muntah


Hey!! Ogi menatap Horror pada Dinda saat sadar bahwa gadis itu tengah menelfon di Handphonya, baru saja ingin mengambil haknya Dava lebih dulu mengunci Ogi dan membekam mulutnya agar tidak bicara


"Ogi ada?" Dinda mengaktifkan loudspaker dan menyimpan benda pipih itu dimeja kemudian menduduki kaki Ogi manahan pria yang mencoba melepaskan diri


"ada nih masih tidur, capek kali dia tadi malam gak tidur sampe subuh"


Mampus!! Demi tuhan Sendy pacar Ogi adalah gadis paling sabar yang pernah Ogi temui, sifatnya yang kalem-kalem lucu membuat pria itu jatuh hati, tapi dia juga seperti monster saat mengamuk, dan satu satunya yang bisa membuat Sendy marah adalah Dinda


Satu waktu, Ogi kedapatan mencium Dinda di dapur, tidak ada yang tahu jika Sendy melihat semuanya, jika pada umumnya wanita akan lari, maka Sandy tidak ia malah menarik paksa rambut Dinda dan membuatnya terpental kelantai, Dinda memang bisa dalam bela diri tapi hanya bisa bukan jago


Alhasil Sendy yang tidak tahu mendapat kekuatan dari mana mengamuki Dinda mati-matian, Ogi bahkan kewalahan memisahkan keduanya sampai Askaf datang melerai mereka


Butuh waktu sebulan untuk menjelaskan semuanya pada Sendy bahwa yang ia lihat bukan perselingkuhan tapi begitulah persahabatan mereka bisa dibilang Friends whit benefit, awalnya Sendy menolak mentah-mentah tapi Ogi berjanji tidak akan mengulanginya lagi


Sayanganya darah playboy insaf masih melekat di Ogi, maksud Ogi adalah tidak akan mengulanginya ditempat yang sama, masih banyak tempat di flat ini, katakan saja Ogi brengsek, tapi apa dayanya dia yang menjadi pria normal tapi tidak ingin mengrepe-grepe bidadari syurganya itu, baginya Dinda adalah tempatnya untuk pulang


Dan semenjak insident itu, Sandy tidak pernah senang mendengar apapun yang berhubungan dengan Ogi-Dinda, jika dipikir pikir seharusnya ia lebih baik meninggalkan Ogi sekuat tenaga, tapi itulah kekuatan cinta, sudah tahu mereka serumah masih saja dipertahankan, semacam Goblok


"hhhhmmmfff" sekuat tenaga Dava menahan tawanya dan berontakan Ogi yang masih diposisi Dava menduduki perut Ogi dan mengunci tangan pria yang terlentang itu diatas kepalanya dan Dinda menduduki kaki Ogi serta menekan pergelangan kakinya, penganiayayan


"maksud kamu?" nada tidak suka dari Handphone Ogi yang tergeletak dimeja dengan loudspeakernya membuat bulu kudu Ogi meremang, mati saja kau Ogi! mati saja!!


"maksud aku yah seperti yang ada dipikiran kamu"


Dinda bangke


"bisa bangunin dia gak"


"nggak, aku kasian tadi malem keringetan banget, dia nyiksa aku sampe subuh"


Dinda melirik Askaf dan April yang keluar dari kamarnya, meski jauh tapi air muka April sangat kentara menandakan ia ingin tahu apa yang dilakukan sahabatnya begitu rusuh sampai memonopoli tubuh Ogi


"Lo jangan macam macam yah sama pacar gue"


"kalo gue mau lo bisa apa?"


Dava menahan tawanya hingga wajahnya memerah begitupun dengan Dinda, lupakan Ogi yang masih syok dengan ucapan Dinda tadi, sebegitu ganasnyakah dia dimata Dinda

__ADS_1


"Ogi tidur-"


Sssttt


April menaikkan alisnya saat Dava dan April menatapnya seolah mengatakan jangan ribut kami dalam misi penyelamatan dunia


"Dinda! Lo apain pacar gue, bitch!"


Tamatlah riwayat Ogi


"eh mulutnya, bidadari syurga gak boleh ngomong gitu, udah dulu yah nanti Ogi bangun, lo berisik sih"


"Din, Dindaaa!!"


Tuut tuutt tuuut


Buahahahahaha


April menatap bingung pada kedua sahabatnya yang tiba tiba tertawa seperti orang kerasukan, Dinda bahkan *** pinggangnya yang terasa sakit karena kelebihan tertawa


Jangan tanyakan tentang Ogi, pria itu masih termenung menatap langit langit tanpa kedip, merenungi dosa terdahulunya, apa yang ia perbuat dulu hingga tuhan menitipkan sahabat seperti ini padanya, salahkan jika Ogi berharap untuk mendorong sahabatnya kejurang? Apa yang akan dijelaskan pada Sandy nantinya? Sebenarnya bukan hal yang berat untuk melepas gadis itu


Bukan karena ia tidak mencintainya, hanya saja gadis ini yang membuat Ogi berfikiran untuk berprinsip hanya berfikiran bukan ingin, Sandy gadis yang menariknya dari kubang keplayboyannya, senyum ramahnya entah kenapa menarik perhatian Ogi, entah itu cinta atau apa, karna pada dasarnya Ogi tidak ingin mengenal cinta semenjak sang ayah meninggalkan ibunya dan mati bersama selingkuhannya


Pertama kalinya Sandy berucap kasar, awalnya Dinda juga kaget tapi memgerjai teman juga gak boleh setengah setengah kan? ia ingin marah tapi untuk apa?


Askaf berdiri di atas kepala Ogi dan menatap pria itu yang sepertinya rohnya melayang entah kemana, pandangannya kosong menatap langit langit, posisinya yang terbaring tadipun belum berubah


****


Suasana yang biasanya rame, berubah menjadi garing, Ogi yang biasanya menimpali ucapan Dava kini lebih memilih diam tanpa memerdulikan Dava


"Ok google"


"bagaimana cara mengembalikan teman yang berubah menjadi tembok"


Krik


"Ok google"


"Ok Google!!"


"Ok GOOGLE!!"


"OK GO-BLOK!!"


krik


Krik


Meletakkan Handphonenya di lantai dan kembali meraih makan siangnya, Dava kesal saat tidak ada yang menanggapi ucapannya dari tadi, dia sudah berusaha membuka gurauannya namun mereka masih diam

__ADS_1


Sebenarnya April ingin tertawa tapi sekuat tenaga menahannya, anggap saja hukuman atas kejahilan anak itu, tak ada salahnya kan menjahili sang raja jahil


Makan siang sambil lesehan diteras bukan hal yang biasa, sesederhana inilah mereka, mencari hal baru yang mungkin aneh bagi sebagian orang, Dinda menatap Dava yang merenggut kesal dan Ogi yang masih memasang wajah datarnya


Sebenarnya Dinda sedikit merasa bersalah pada Ogi, hanya sedikit, karena rasa bahagianya lebih besar, sekarang ia tahu kalau pria itu sebebarnya mencintai Sendy hanya saja ia belum mengerti apa itu cinta, selama ini ia hanya berkata jika ia tertarik dengan Sendy, pria itu selalu membantah saat mengatakan bahwa ia cinta, tapi meskipun ia menepisnya lagi, Dinda tahu bahwa Ogi benar jatuh kali ini


"kalian kenapa sih" protes Dava tidak terima dicuekin


"bisa diem gak sih Dav, kita lagi makan"


Ck!


"lo masih marah Gi? Ayolah say, gue sama Dinda kan bercanda"


Bercanda ginjalmu batu!


"lagian tumben banget sih kepikiran, biasanya juga lo tinggal ganti"


"lo pikir anak orang barang"


"nah gitu dong ngomong dari tadi"


"lo kenapa Gi?"


Uhuk


Uhuk


Uhuk


Uhuk


Askaf menyerit melihat keempat sahabatnya keselek berjamaah, dan siapa juga yang tidak heran dengan pertanyaan itu, biasa memang tapi yang tidak biasa itu yang bertanya


Orang yang seharusnya masuk nominasi manusia paling tidak ingin tahu didunia bertanya? Katakan selamat pada Ogi yang mendapat pertanyaan itu, sealain April tentunya


Meski aneh menurutnya tapi pria Bule itu tetap menjelaskan panjang lebar pada Askaf apa yang terjadi di ruang tamu tadi, awal mula muka asam Ogi nampak dipermukaan


"lagian kalian enak tinggal ngerjain orang, bantu bujuk juga enggak" desis Ogi


"yah maap, mana tahu kita lo marah beneran, lagian juga lo gak peduli"


"gue gak peduli kalo otaklu pindah kedengkul"


"yah maap maap aja, itu gak bakalan"


"gue juga gak harap gitu!"


"nah kan lo peduli!"


Bego

__ADS_1


tbc


__ADS_2