
Dinda meletakkan minuman dimeja dan duduk disamping Ogi yang mengeluarkan aura permusuhan pada pria yang duduk di depannya-Askaf
Jika saja tadi Dinda tidak menemani Ogi membuka pintu mungkin mereka telah beradu tinju lagi, ia sangat heran mengapa kaum adam ini sangat suka beradu otot, bahkan dengan temannya sendiri
"gue harap lo datang dengan kabar baik Askaf" pria itu menatap Dinda, sejak dulu gadis itu memang selalu menjadi yang paling tenang menghadapi berbagai macam situasi
"aku juga tidak tahu ini kabar baik atau bukan, tapi mulai sekarang April akan tinggal denganku"
"Apa maksudmu?" Dava menatap bingung pada Askaf
"aku hanya mengambil sesuatu yang jadi milikku"
"milikmu? Lo bisa bedain kata milikmu dan bukan milikmu lagi kan?" tanya Ogi sinis
"tenang dulu okey" Dinda menahan tangan Ogi yang mengepal "Askaf, kami butuh penjelasanmu" ucap Dinda melembut
"aku tidak memerlukan alasan untuk mengambil milikku" Askaf berdiri dan mengancing jasnya
Dava ikut berdiri dan menatap nyalang pria itu "April bukan barang yang bisa kau klaim sendiri! Ingat keberadaan tunaganmu Tn.Davin yang terhormat"
"urusanku adalah milikku, aku datang kesini untuk menyampaikan pada kalian, bahwa April kembali padaku dan tidak satupun dari kalian yang bisa mengambilnya lagi dariku"
"Brengsek!!"
"Divianogi.! Gue mohon diam" pekik Dinda saat Ogi menarik kemeja Askaf
"Askaf, gue tahu lo, kita tumbuh bareng bareng, gue tahu lo punya alasan, lo bisa ngomong ke kita, apapun itu kita bakalan dengerin, dan ini salah Askaf-"
"tidak ada yang salah Dinda, aku melakukan semuanya karena kemauanku, aku tidak punya alasan untuk memberitahukannya pada kalian"
"Askaf tunggu dulu, gue mohon, April pasti tersakiti dengan ini, setidaknya beri gue sedikit alasan kenapa lo harus berubah"
"aku tidak pernah berubah Dinda, inilah aku yang sebenarnya"
"tapi gue gak bisa lepasin April ke lo, gue gak bisa percaya sepenuhnya" potong Ogi
"kalian mengatakan bahwa kita tumbuh bersama tentunya kau tahu April akan mati ditanganku karena aku akan menjaganya dengan caraku, urusanku selesai" Askaf melirik arlojinya "aku harus pergi, jangan memberontak, karena itu menyianyikan pengorbanan April"
Ketiganya menyerit, mencoba menerka apa maksud dengan pengorbanan April, Dava memijat pangkal hidungnya dengan frustasi, begitupun dengan Ogi yang terlihat sangat bingung
Dinda menyodorkan minuman yang ia buat tadi, dibenaknya pun sama, memutar otak mencari titik terang atas ucapan Askaf, meski mereka sedikit lega dengan janji Askaf yang akan menjaga April tapi tetap saja mereka dihantui dengan kata pengorbanan
Dering ponsel Dava menarik perhatian, pria itu meraih ponsel genggamnya dan menjawab panggilan tersebut
"maaf menganggumu tuan, saya sudah menelfon sekertaris tuan tapi tidak mendapat jawaban, jadi Albert meminta saya menelfon anda secara langsung, saya Claudia, sekertaris tuan Davin"
"Claudia? Ada apa?"
"meeting pemutusan peralihan saham yang tertunda kemarin akan diadakan lusa, di Manhattan Cafe and Resto, saya memohon partisipasinya tuan Dava"
"baiklah, hubungi sekretaris saya untuk perjanjian jadwalnya Claudia"
"tentu tuan, terima kasih"
Sambungan terputus, Dava menghela nafas melihat kedua sahabatnya yang juga menatapnya
__ADS_1
"meeting yang kemarin ditunda, lusa akan di adakan"
Hening
"gue yakin bukan cuman gue yang ngerasa" Dava berucap
"tepat yang lo pikirkan"
"tidak mungkin ada perusahaan yang akan menyuntikkan dana besar pada perusahaan yang diambang kehancuran" Dava menggeram marah pada dirinya, kenapa sangat telat ia menyadarinya
"termasuk beasiswa?"
Dava dan Dinda mengangguk sebagai jawaban
"ini bukan pengorbanan, ini sama saja kita menjual April secara tidak wajar, gue gak ngerti Askaf terlalu posessif atau kita yang terlalu bodoh" Dinda membekap mulutnya menahan tangis yang tiba tiba menyerangnya, mengapa ia tidak sadar dengan segala keajaiban keajaiban dihidup mereka
"Apa yang harus kita lakuin"
"gue gak yakin dengan kekuasaan Askaf saat ini"
"kita pikirkan dulu, besok bahas disini, dan gue harap kalian bisa menetap di sini dulu, biaya hidup biar gue yang tanggung
Dava melangkah meninggalkan kedua sahabatnya menuju kamar April, entah kenapa hanya dengan berfikir membuat tubuhnya sangat lelah, mungkin efek pukulan Askaf juga
"jangan menangis, kita lewatin sama sama" Ogi menarik Dinda dalam pelukannya mencoba menenangkan gadis itu meski sebenarnya ia juga memerlukan itu
"gue sahabat yang gak becus Gi"
Ogi menusap punggung gadis itu dengan sabar, tubuhnya terguncang karena tangisnya "kita semua yang gak becus, jangan salahin diri lo sendiri, kita harus mencari solusinya" dalam hati Ogi memaki dirinya sendiri, bahkan Dinda saja yang notabenya adalah yang paling sabar kini tumbang dan menangis juga
"gue takut Askaf ngambil April dari kita"
"maksudmu?" Dinda mengangkat kepalanya menatap Ogi
Cup
Ogi mengecup bibir gadis itu sekilas den tersenyum hangat "dia datang karena memastikan kita baik baik saja setelah kemarin memukul gue di kampus dan Dava tadi, dia khawatir tapi tidak ingin menunjukkannya"
"Askaf dan teka tekinya"
*****
Dava tersenyum penuh arti saat melangkah keluar dari restoran, tidak sia sia usahanya selama ini, akhirnya mendapatkan saham dua kali lipat
"senang bekerja sama dengan anda tuan Dava, kau pebisnis yang hebat diusia remaja" ucap salah satu kolega bisnisnya
"pujianmu terlalu berlebihan tuan Angelo, dan kau bisa memanggilku dengan nama saja" pria yang disebut itu terkekeh
"aku memuji sesuai fakta Dava, kau mempunyai jiwa bisnis yang hebat seperti Mr. Davin"
"dia terlalu sempurna untuk disamakan denganku, kau membawa mobil?" tanya Dava
Angelo menggeleng "jangan meragukan kemampuanmu anak muda, kau belum mencapai batasmu berusaha lebih giat lagi" pria itu menepuk pundak Dava "sebentar lagi supirku sampai"
"tentu, oh iya kau ingin aku mengantarmu?" Dava menawarkan namun hanya mendapatkan gelengan
__ADS_1
"baiklah kalau begitu, aku harus pergi sekarang"
"tentu, senang bekerja sama denganmu lagi Dava"
"suatu kehormatan bagiku Mr. Angelo" pria tua itu tersenyum dan meninggalkan Dava yang masih menatap punggungnya
"selamat atas kemenangan anda tuan Dava" pria itu beralih melihat Albert yang berdiri di sampingnya
"Ah Albert, jangan memujiku, ini juga berkatmu" pria itu tersenyum kaku
"apa aku bisa bertemu dengannya Albert" Albert tahu yang di maksud Dava adalah April
"maafkan saya tuan, tapi itu diluar cakupan saya, anda bisa menanyakan langsung dengan tuan Askaf"
"apa dia terlihat mengizinkanku?" Dava terkekeh mengingat Albert juga melihat apa yang di lihat Askaf waktu itu
"saya yakin tuan Askaf akan memaafkan anda, hanya saja dalam waktu dekat ini saya juga meragukannya, semenjak perawatan yang dilakukan dua tahun yang lalu tuan Askaf berubah menjadi orang lain"
"perawatan? Apa yang aku lewatkan Albert?" tanya Dava penasaran
"apa saya bisa mempercayakan ini pada anda tuan?"
"tentu Albert, aku yakin kau sudah mengenalku dari segalanya"
Albert melirik arlojinya "saya perlu tempat yang lebih baik tuan"
*****
"empat tahun yang lalu, tuan Askaf mengalami depresi berat dan mempengaruhi mentalnya, ia tidak bisa menerima dipisahkan dengan kalian terutama nona April" Albert meminta waiters di sebuah cafe ternama di kotanya untuk memberi pesanan mereka
"ia menjadi pemberontak dan tempramen, dia tidak bisa menahan emosinya dan terus meluapkannya meski hanya hal kecil, ia bahkan bisa mengamuk dengan hal hal kecil, tuan Jhonatan tidak terima penerusnya seperti orang yang kehilangan Akal, jadi tuan Jhonatan melakukan perawatan pada Askaf"
Dava menyerit "Perawatan seperti apa itu Albert?"
"dia di penjara dibawah tanah selama delapan bulan dan diawasi psikiater kepercayaan tuan Jonathan" mata Dava membulat sempurna
Albert menghembuskan nafas lelah "saya benar benar kasihan melihat tuan Askaf, ia dirantai seperti anjing dan diperlakukan tidak manusia, bahkan jika tuan Askaf menyebut nama nona April, mereka tidak segan-segan memberikan pukulan bahkan cambukan pada tuan Askaf" Dava menggeram dan mengepalkan tangannya, terbuat dari apa hati manusia itu
"berapa kali Askaf menyebutkannya Albert"
"ia bisa menyebut hingga seratus kali dalam semalam tuan" Albert memejamkan matanya saat mengingat ia menjadi saksi bagimana tidak manusiawinya perlakuan mereka yang mengatakan melakukan perawatan itu
"Damn"
"Nona April benar benar telah menjadi hidup tuan Askaf, pemicu utama gangguan kejiwaan tuan Askaf adalah nona April dan tuan Jhonatan yang menentang perasaan tuan Askaf, awalnya tuan Jhonatan berfikir setelah perawatan ini selesai Askaf akan menjadi normal kembali tapi nyatanya tuan Askaf keluar menjadi pria yang tidak tersentuh"
"lalu siapa tunangan Askaf itu, Albert?"
"dia adalah anak dari sahabat tuan Jhonatan, mereka di jodohkan sehari setelah acara pengangkatan tuan Askaf menjadi CEO D.Smith Groub"
Mereka menerima pesanan yang diantarakan pelayan cafe, Dava dan Albert mengucapkan terimakasih sebelum pelayan itu pergi dari meja mereka
"Maafkan saya tuan, saya hanya tahu bahwa hubungan ini hanya sebagai kepentingan bisnis, saya tidak punya hak menjelaskan seluk beluknya"
"apa aku bisa menggali sedikit informasi padamu Albert?
__ADS_1
pria tua itu menatap datar pada Dava "Selama saya bisa Tuan"
tbc