
Askaf menatap gadis yang meringkuk dalam tidurnya, dengan kucing berwarna abu-abu putih di antara perut dan pahanya, jejak air mata masih tercetak dipipinya yang mulus, ia menggeram melihat bekas kemerahan dipipi April, meski beberapa hari yang lalu ia telah menceritakan yang perlu April ketahui hingga perempuan itu bisa menerimanya kembali, tapi entah mengapa sangat sulit mengontrol emosinya dan berakhir Askaf menampar April lagi dan lagi
Tangan dingin itu membelai pipi April, menyingkirkan anak rambut yang menempel dipipinya, ia sangat mencintai perempuan ini, tapi kenapa rasanya dunia enggan menyatukan mereka
Sebelum berangkat ke Russia, Askaf telah membawa April menemui orang tuanya dan berakhir penolakan dengan kejam oleh pria itu
*Askaf menggenggam tangan April melewati lorong-lorong rumah sakit untuk menemui sang Jhonatan. setelah menjelaskan semua perihal yang disembunyikannya, Askaf membawa April bertemu ayahnya
"Jangan takut" Ucap Askaf dingin, dan sama sekali tidak menurunkan rasa gugup dan takut April
Memilih diam, April melangkah memasuki kamar rumah sakit yang menurutnya lebih kepada kamar pribadi, interior yang sempurna dan peralatan lengkap didalamnya, April mengedarkan pandangannya dan mendapati pria yang sedang menonton salah satu acara tv, dan sekali lihat ia bisa melihat Askaf dimasa depan nanti
"Ayo" April semakin berdebar saat berhadapan dengan Jhonatan, pria itu tersenyum melihat Askaf dan meliriknya sedikit
"Apa Catline tahu tentang ini?" tanya Jhonatan to the poin dan kemudian menatap pada acara tv itu lagi
"Tentang apa Dad?"
"selingkuhanmu" April mengeratkan genggamannya pada Askaf mendengar jawaban menusuk Jhonatan, siapa yang ia maksud selingkuhan?
Askaf menggeram "dia bukan selingkuhanku Dad, dia adalah kekasihku dan akan menjadi istriku"
"benarkah?" Jhonatan terkekeh yang membuat April merasakan ngeri "Aku akan mengingatkanmu pada Catline jika kau lupa, son"
"aku tidak akan menikah dengannya"
"Siapa namamu nona?" tanya Jhonatan dan menghiraukan bantahan anaknya
"Ap-April. Namaku Aprilly tu-tuan" April tersenyum gugup, ia tidak tahu harus memanggil apa ayah Askaf, jika orang tua dark raider ia panggil dengan embel embel, Ayah, Papa kali ini tidak, ia takut dengan tatapan datar Jhonatan
"berapa usiamu?"
"20 tahun"
"cukup muda untuk menjadi gadis penggoda"
"Dad.!!"
Askaf mengepalkan tangannya saat satu tangannya dicengkram oleh April, pria itu menatap April yang terlihat kaget, bibirnya pucat dan matanya berkaca-kaca, April meraup udara pelan, harga dirinya jatuh tapi ia tidak akan menangis disini
"Dad bisa-"
"tebuskan obatku dibawah Askaf"
"kau bisa meminta dokter atau boydigardmu, Dad" tolak Askaf ia tahu persis bahwa ini hanya akal-akalan sang ayah untuk meninggalkan mereka berdua- Jhonatan dan April
"aku tidak mempercayai siapapun selain kau, son"
Askaf sedikit menggeram dan menarik April keluar, belum sampai di depan pintu, suara Jhonatan menghentikan langkah keduanya
__ADS_1
"tinggalah April, aku ingin berbincang dengan menantuku, kau tahu aku akan tertidur setelah meminum obat"
"Tidak Dad dia ikut deng-" April menggeleng pada Askaf, memintanya untuk tidak melanjutkan kalimatnya
"tidak apa, kau pergilah" Askaf menatap April dengan raut dingin dan datar
"Aku akan baik-baik saja, percaya padaku"
"tapi-"
"Askaf pergilah, aku bisa mengatasinya, jika tidak sekarang aku tidak akan berani selamanya"
Jhonatan tersenyum sinis melihat interaksi keduanya, sebuah keajaiban Askaf menuruti permintaan seorang gadis tanpa bantahan keras, bahkan saat Catline bersujud pun Jhonatan berani bertaruh Askaf tidak akan ingin melakukan apa yang diminta gadis itu, sekecil apa pun itu
Bukan hanya itu saja, dengan April disini membuat Jhonatan sadar jika anaknya memiliki sifat yang hangat dan lembut, ia dapat melihat raut wajah khawatir Askaf dan senyum tipisnya yang sangat tulus, Askaf mencium kening April membuat gadis itu memerah, kemudian melepas genggamannya dan melangkah meninggalkan April di ambang pintu
"Mendekatlah" April tersentak mendengar suara Jhonatan yang hampir mirip dengan Askaf
"Aku tidak tahu jika Askaf adalah pria yang penurut" Jhonatan terkekeh, April hanya diam menatap pria itu, tidak tahu menjawab apa
"Apa yang kau lakukan pada anakku April?"
"Apa maksud anda tuan"
"Apa yang kau lakukan sehingga Askaf ingin menjadi bonekamu" April mengepalkan tangannya di sisi kiri dan kanannya, ia membenarkan ucapan Askaf bahwa ayahanya adalah orang yany tidak beperasaan
"kita memang baru bertemu April, tapi aku mengenalmu, semua tentangmu" April menatap horror pada Jhonatan yang masih fokus pada acara Tv-nya
"jika kau mengenalku, kau tidak akan mengatakan hal seperti itu tuan Jhonatan, aku tidak pernah menjadikan Askaf sebagai bonekaku karena aku mencintainya tuan" Jhonatan tersenyum sinis, sangat mirip dengan Askaf, mereka seperti pinang dibelah dua tapi mengapa kepribadiannya sangat berbeda.
"cinta?" lagi lagi Jhonatan terkekeh, ia memperbaiki posisi tidurnya dan menyender dikepala ranjang " setelah empat tahun kalian berpisah dan tanpa mengabari? Bisakah itu disebut cinta? Ah ya jangan lupakan bahwa Askaf memiliki tunangan April" gadis itu menatap jhonatan dengan berang, jelas jelas ia tahu bahwa Catline adalah jodoh yang dipilihkan secara paksa pada Askaf
"jangan membawa Catline dalam hal ini tuan, anda dan saya tahu bahwa ini adalah perjodohan demi kepentingan bisnis"
"kau tidak tahu bahwa Catline mencintai Askaf? Jika ada unsur cinta, apa itu termasuk pernikahan bisnis?" Jhonatan bertanya dan menjawab tenang, meski dalam hatinya berdecak mengapa perempuan ini sangat pandai mengembalikan pertanyaannya
"tuan Jhonatan maafkan saya jika maksud anda meminta saya untuk merelakan Askaf untuk Catline, saya tidak akan melakukannya"
"kau gadis yang pintar April, kau bisa mendapatkan laki-laki manapun tapi tidak dengan Askaf, aku tidak memujimu aku mengusirmu, kau boleh mengatakan jumlah uang yang kau inginkan dan pergilah dari hidup Askaf"
April tercengang luar biasa, ia merasakan sendi sendinya melemas, bagaimana bisa pria itu menukar Askaf dengan nilai uang? Matanya berkaca-kaca menahan tangis dan jeritan yang meluap dalam dirinya, jiwa bar-barnya bergejolak ingin menghancurkan kepala Jhonatan hingga isi-isinya
"kau berfikir aku menginginkan uangmu?" Desis April marah
"sudah kuduga, kau memang gadis yang sangat pandai April" Jhonatan melirik April dan terkekeh "jika aku memberimu uang sebanyak apapun sekarang, kau akan pergi dan tidak mendapatkan apa-apa lagi, dan jika kau bertahan pada Askaf kau akan mendapatkan lebih, lebih dan lebih. Bukan begitu April?"
Persetan.!!
"Maaf membuat anda kecewa tuan, tapi saya sama sekali tidak membutuhkan harta anda, dan jika Askaf akan bangkrut tanpa uang sepeser pun saya akan tetap menerimanya tuan"
__ADS_1
Jhonatan tersenyum manis, membuat April berfikir bahwa bukan hanya pada sifatnya saja, tapi dari ekspresi juga, Jhonatan orang yang mudah tersenyum dan terkekeh dan Askaf tidak, April membuang fikirannya dan tersadar kembali saat Jhonatan kembali mengatakan sesuatu
"bahkan tidak akan ada maling yang akan mengaku, kau fikir aku percaya? Sudahlah aku tidak ingin mendebatmu anak muda, aku minta agar kau menjauh dari keluarga kami, karna aku tidak akan menerima perempuan sepertimu"
Entah sudah berapa lama April menahan sesaknya, ia tidak tahu bahwa Jhonatan pria yang bermulut sangat tajam, ia selalu memojokkan April seperti seorang pelacur yang menggoda anaknya.
Ingin rasanya April memekik dan mencakar wajah itu, jari jarinya gatal ingin meluapkan emosinya, dalam benaknya telah tersusun sumpah serapah yang jika saja ia bukan orang yang lebih tua darinya ditambah adalah ayah dari orang yang ia cintai, mungkin April telah merobek mulut pria itu.
Kali ini April tersenyum sinis "saya tidak perlu di terima oleh keluarga anda tuan Jhonatan yang terhormat. Dan saya tidak peduli jika Askaf kehilangan semua harta bendanya, maafkan kelancangan saya karena saya berjanji akan merebut Askaf dari anda tuan Jhonatan Smith"
Jhonatan tertegun melihat kilatan di mata April, tidak seperti tadi yang menunduk malu, takut, gugup dan jengkel, kali ini Jhonatan seperti melihat orang yang berbeda.
"apa kau yakin Askaf akan bahagia tanpa hartanya April? Jika ia maka buktikan saja kata-katamu" sebenarnya Jhonatan kehabisan kata saat April mengibarkan bendera perang secara terang terangan "fikirkan hidup Askaf, tidak ada yang dapat kau beri selain cinta. jangan egois akan menuruti perasaanmu yang bisa saja membuat Askaf menderita"
"sebelum disini dia bahagia bersamaku tuan, tanpa hartamu itu, merasa bersalah lah sudah mengubah Askaf menjadi monster"
Ceklekk
Pintu ruangan terbuka sebelum Jhonatan melanjutkan debatnya dan April, ia bahkan belum menyelesaikan yang ingin ia katakan, April ternyata gadis yang sulit, dibanding bertengakar dengan Askaf, Jhonatan memilih menelan semua argumennya dan memikirkannya sekali lagi
April tersenyum hangat menatap Askaf yang juga menatapnya dingin "kita pulang yah, tiba-tiba aku ingin kucing" ucap April lembut, membuat pria itu menyerit tidak mengerti, ia menatap Ayahnya yang juga tampak biasa saja
Askaf berdecak, kekhawatirannya ternyata sia-sia. Ia telah berlarian untuk mempersingkat waktu menebus obat ayahnya karena takut terjadi apa apa pada April dan ternyata gadis itu malah menyambutnya dengan senyuman merekah bukan kegugupan saat ia membawanya tadi
"kucing?" tanya Askaf memastikan
"yah, aku ingin kucing bermata biru sepertimu" April tersenyum menampakkan jejeran giginya membuat Askaf merasa gemas, jika saja tidak ada Jhonatan disini ia sudah menerkam wanita ini habis habisan
"kita cari kucingnya" April memekik tertahankan, membayangkan kucing dengan mata biru itu saja membuatnya girang bagaimana jika ia sudah memilikinya
Jhonatan menghembuskan nafas melihat anaknya yang sekali lagi menuruti permintaan konyol April, Askaf bukan pria yang membuang waktu demi membeli seekor kucing, sungguh ini adalah hal ter aneh yang pernah Jhonatan lihat dari Askaf
"minumlah" Askaf menyodorkan obat dan segelas Air pada Jhonatan
Pria itu menurut dan mengembalikan gelasnya pada Askaf
"kau ingin membeli kucing?" Askaf menyerit dengan pertanyaan Jhonatan
"begitulah, April menginginkannya"
"memeliharanya dirumahmu?" Askaf mengangguk
"April tinggal bersamaku"
"pergilah" Jhonatan menutup matanya merasa syok dengan sisi lain anaknya itu, ia perlu berfikir keras tentang hal ini. Anaknya benar benar menjadi boneka April
Jhonatan memejamkan matanya menghapus bayangan Askaf dan kucing itu. ada apa ini?
tbc*
__ADS_1