
Pantas saja ia tidak menemukan cowok bule itu dimana mana.
"Dinda lo lihat Dava gak?" tanya April yang tiba tiba muncul di pintu kamar Dinda, sama halnya dengan Ogi, ia mencari Dava kepenjuru Flat namun tidak mendapat tanda tanda keberadaan Dava
"Kesirkuit sejam yang lalu" jawab Ogi yang masih setia berbaring di samping Dinda dan menutup matanya dengan lengan kanannya
"Heh? Ngapain? Dia mau tanding?" tanya April heran
"Lah? Lo gak ingat si Askaf yang tanding?" April menyerit bingung saat mendengar jawaban malas dari Dinda
"Emang tadi dia nge-Iyain?" April mendorong keras bokong Ogi hingga posisinya telengkup dan membuat pria itu mengendus kesal saat tubuhnya yang tiba tiba digeser pasrah oleh April yang kini menduduki tempat yang sebelumnya menjadi tempat Ogi
"Aduh Ly, otak lu kenapa tiba tiba bego sih, lu gak denger tawaran Roy? Jangankan balap liar, terbang liar aja bakalan di iyain pangeran lo itu, kalo udah nyangkut elo" Dinda memutar matanya kesal karna acara nontonnya di ganggu kedua mahluk astral ini
April berbalik saat mendengar pintu terbuka dan menampakkan pria bertubuh tinggi yang juga berwajah dingin, April tersenyum pada Askaf yang menatapnya datar "Untung ganteng lo yang, kalo enggak udah gue lempar pake leptopnya Dinda" seru April dalam hati
Pria itu memanggil April dengan anggukan yang langsung dimengerti oleh April, dengan langkah cepat ia mendekati Askaf kemudian pergi dan menutup pintu kamar Dinda
"Gi, lo gak ikut?" tanya Dinda, menshutdown leptopnya, niat menyelesaikan satu episode anime yang berpemeran utama botak itu telah hilang tak berjejak. tiba tiba saja Ogi bangun dari rebahannya dan memeluk Dinda dari belakang, menumpukan kepalanya di bahu gadis itu
Bukan hal baru bagi Dinda, Ogi kerap bermanja ria jika masalah sulit menimpanya, bukan hanya pada Dinda, April pun begitu dan itu dimaklumi Askaf, meski terkadang pria itu tidak suka dengan adegan tersebut, namun tetap saja Askaf tidak pernah menegurnya langsung, hanya saja tatapan mata Askaf yang memincing seakan mengibarkan bendera perang, berbeda pada Dava yang akan heboh saat melihat Ogi lengket pada Dinda, padahal dia tahu maksud pria itu tidak lebih, Ogi bahkan pernah memeluk Dava dan mendapat pukulan maut ala Dava, dan sejak itu dia tidak pernah memeluk Dava lagi, For the first last forever, beda halnya pada Askaf, jangan kan untuk memeluk, bersandar pada pria itu, membayangkannya saja Ogi merinding, bukan kehangatan yang Ogi dapatkan yang ada tubuhnya akan membeku.
"Lo kenapa? Berantem lagi hm?" tanya Dinda lembut dan mengusap pipi Ogi yang berada di bahunya, tidak jarang Ogi akan manja pada sahabatnya saat ditimpa masalah dengan sendy- Pacarnya
Ogi menggeleng "Nggak, pengen begini aja, gue kangen lo, kalo ada Dava mana bisa gue peluk" jawab Ogi terkekeh saat mengingat respon Dava saat Ogi menempel pada Dinda
Hening....
Ogi yang masih diposisinya, menutup matanya menikmati sapuan halus di pipinya dan tangannya yang melingkar di perut Dinda.
"Lo gak siap siap? Udah jam 8?" tanya Dinda lembut dan merasakan Ogi menggeleng pelan
"Bentar lagi, Please" jawab Ogi dan mengeratkan pelukannya
"Tau gak Dind? Gue syukur banget punya sahabat kek lo, April, Askaf sama Dava, sampe rasanya gue pengen nangis sambil sujud syukur ngingat seberapa baiknya tuhan nitipin kalian ke gue, meskipun gue bukan orang sekelas kalian, gue gak sebaik kalian, gue gak tahu gimana hidup gue kalo kalian gak ada, mungkin gue bakalan tetap tumbuh jadi pria miskin yang dijauhi orang" lirih Ogi, benar, Ogi bukan dari kalangan orang kaya, satu satunya harta didunia ini adalah Ibunya, namun semuanya berubah saat ia bertemu April di umurnya yang 9 tahun kelas 5 sekolah dasar.
"kok lo ngomong gitu sih Gi?" Dinda memutar tubuhnya menghadap Ogi dan menatap sendu pria itu, dan hanya dibalas senyuman dari Ogi
"Lo seharusnya ngomong kek gitu, lo seharusnya gak mikir gitu Gi" Dinda mengusap pipi Ogi dengan kedua tangannya, sungguh Ogi- dan semua sahabatnya adalah harta kedua Dinda setelah orang tuanya
"gue cuman mikir gimana kalo suatu saat kita gak bisa kumpul lagi kita udah pada sibuk dengan u-" Dinda menempelkan jari telunjuknya dibibir Ogi dan meminta pria itu menghentikan ucapnnya
"Gak bakalan ada yang berubah, lo, gue, Askaf, April dan Dava akan tetap jadi kek gini, jadi gue mohon jangan mikir yang gak enggak" sela Dinda, Ogi tersenyum merasakan dirinya terhenyu dengan kata kata sederhana Dinda
"Gue janji, apapun yang terjadi gue bakalan pertahanin tali persahabatan kita, meskipun gue harus memberontak dunia gue gak peduli, percaya sama gue" Ucap Dinda mantap
"Janji?" Dinda terkekeh dan mengangguk, dalam hatinya dia bersumpah akan menjaga keutuhan persahabatan mereka.
__ADS_1
"Yaudah gue siap siap dulu" Ogi melepas tangannya yang sedari tadi memeluk Dinda, dan berdiri di dekat kasur, ia menarik dagu Dinda dan mengecup lamat kening gadis itu.
"Gue tunggu di Bawah" ucap Ogi yang dibalas senyum dan anggukan dari Dinda, Pria itu membalas senyuman Dinda kemudian melangkah keluar menuju kamarnya yang berada di lantai satu
-
"Dinda mana?" tanya April yang baru saja keluar dari kamarnya diikuti Askaf, Ogi menoleh kearah gadis yang sedang merapikan ikatan rambutnya
"Lagi siap siap, kalian duluan, Dinda biar gue yang ngurusin" jawab Ogi
"yaudah gue duluan, titip sahabat gue, awas aja lo macam-macam" goda April dan melemparkan bantalan sofa yang ada didepannya kearah Ogi
Ogi menangkap bantal yang dilempar April "Kalo gue mau macam-macam lo bisa apa heh?" jawab Ogi dengan senyum sinisnya
"Gue lidas pake traktor" jawab April sekenanya dan mengikuti Askaf yang sudah melangkah duluan
"gak macem-macem kok, satu macem aja cukup" Ogi terkekeh diakhir ucapannya, meski tidak dijawab April lagi tapi ia yakin gadis itu memdengarnya
Ogi menggelengkan kepalanya sambil terkekeh. Tak lama Dinda muncul menenteng tas selempangnya yang lumayan besar
"lo mau sekolah?" tanya Ogi
"Lo aja yang sekolah jam segini, gue mau pulang, habis dari sirkuit antar gue pulang, nyokab bokap gue balik dari singapore" jelas Dinda, dan hanya di angguki Ogi
"yaudah ayok"
-
Bukan karena ia tidak bisa balapan dengan mobil, hanya saja dua tahun yang lalu, Askaf pernah mencelakai April di area sirkuit saat balapan melawan Rafael.
rem mobil Askaf sedikit blong, membuat perkiraan mobilnya akan berhenti salah, dengan sekuat tenaga ia menginjaknya, meski kecepatannya menurun tapi tidak berhasil menghentikan mobilnya
Dan di saat bersamaan April ingin menghampiri mobil Askaf tanpa tahu ada yang salah dengan mobil yang dikendari Askaf, dan hasil, mobil tersebut menyerempet April hingga tak sadarkan diri, dan itu pertama kalinya sahabatnya menyaksikan Askaf yang kalang kabut seperti manusia yang kehilangan arah.
Semenjak saat itu Askaf tidak pernah membawa mobilnya kearea sirkuit, dia hanya mengendarai mobil saat April yang meminta atau dalam keadaan genting, ia lebih memilih untuk mengendarai motor, menunggu hujan reda dan kepanasan daripada harus mengingat keadaan April yang tidak sadarkan diri beberapa jam
Bukan hal yang rahasia jika Askaf trauma akan itu, karna kejadian tersebut di tonton banyak orang sesamanya, termasuk Roy yang sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan
Roy terkekeh saat melihat wajah Askaf yang datar, sorot mata yang tajam namun tenang sedikit membuat Roy merinding namun tidak menurunkan niat pria tersebut. meski Roy lebih tua setahun dari Askaf tapi pria itu mampu menggetarkan Roy
Berbeda dengan April yang sedari tadi bergerak gelisah dengan Askaf yang masih saja diam, tak ada yang bisa menebak isi kepala pria dingin ini sehingga rasanya April pun gemas ingin menghancurkannya agar dapat melihatnya, tega kah?
"Lo bisa milih mobil gue yang manapun yang lo sukai, dan tentu gue gak bakalan rela saboktase mobil milik gue sendiri demi bermain curang" Roy mengangkat alisnya penuh semangat
"Putih" jawab Askaf saat melihat mobil putih dibelakang Roy.
"Kaf" Askaf melihat gadis pendek yang menggenggam tangannya dengan kuat kemudian mengangguk seakan mengatakan "semuanya akan baik baik saja"
__ADS_1
"Woah, pilihan yang bagus Dude, itu adalah tungganganku yang kupilih malam ini, namun dengan hormat ku serahkan padamu pangeran" ucap Roy dan membungkukkan tubuhnya seperti prajurit yang bertemu pangerannya, kemudian tertawa sinis
"malam ini milik lo" Roy melempar kunci pada Askaf dan ditangkap dengan mudah oleh tangan kiri Askaf
"Kaf" April menggeleng dengan raut khawatirnya, demi apapun April tidak ingin pria itu gila malam ini, meski alasannya adalah dirinya
"Percaya sama aku" Askaf melepas tangan April lembut kemudian memegang pipi gadis itu
"lengket mulu kek tokek" suara cempreng ala Dava terdengar dari belakang Askaf, April memiringkan wajahnya untuk melihat Dava dan Askaf memutar badannya agar bisa melihat Dava
Pria itu membawa tas hitam dan satu kantong sedang dengan merek supermarket, dan diikuti Ogi dan Dinda dibelakangnya.
"Darimana aja lo Dav?" tanya April
"Oh tadi gue beli kacang" jawab Dava dan memperlihatkan kantongannya
"Ngapain lo beli kacang?"
"Buat lempar bintang kali aja kena terus nurunin bidadari" jawab Dava sekenanya dan mendapat jitakan dari Ogi yang ada dibelakangnya
"Sakit tomas" keluh Dava
"Stok cemilan katanya habis" jawab Dinda yang sebenarnya sudah diberi tahu oleh Dava tadi saat bertemu di parkiran
"Bicara sama Dinda aja waras lu" sengit Ogi
"Aku pergi" Ucap Askaf pada April dan berhasil mendapat tatapan berjamaan sahabatnya
"kamu serius?" Dava menyerit saat melihat kekhawatiran dimata April
"Apasih lu Pril? Muka lu kek udah dijatuhin hukuman janda seumur hidup" cerocos Dava
"Mulut lo yang janda, nih si Es balok tandingnya pake mobil" jawab April kesal
"WHAT?"
"APA?"
"WHAT? DEMI DEWA DEWI YANG ADA DI BIKINIBOTTOM ATAU BIKININYA MIYABI, KESAMBET SETAN APA LO KAF? LO LEWAT KUBURAN MANA TA-WWADAWW" seru ketiganya bersamaan namun sudah pasti siapa yang berbicara panjang dan menghilangkan kesan kaget pada Ogi dan Dinda
Dava mengusap kepalanya yang mendapat Double jitak dari Ogi dan Adinda, sungguh mahluk bule ini tidak bisa melihat situasi untuk mengeluarkan jurus hebohnya
Askaf mengangguk "Gue kesana buat siap-siap" ucap Askaf yang melangkah namun tangannya ditahan April
"Aku ikut" ucap April
"Gak, aku gak bakalan bisa injak gasnya kalo ada kamu di samping aku"
__ADS_1