
Ketukan sepatu yang beradu dengan tembok membela tepukan tangan di ruangan yang berpenghuni ratusan orang, pengangkatan dan peresmian Onwer sekaligus CEO baru diperusahan di bidang Security dan Transportasi itu baru saja selesai
Setelah satu tahun pemulihan dan pelatihan Askaf kini resmi menduduki kursi CEO menggantikan Albert yang menjadi pemeran pengganti setelah Rimba yang sempat melalaikan tugasnya dan masuk penjara karena mencari masalah dengan kakak tirinya sendiri
"saya akan mengantar anda keruangan anda tuan" meski jauh lebih muda dari Askaf, namun Albert tetap bersikap formal pada majikannya yang telah ia abdikan hidupnya sejak kecil itu
Tidak ada jawaban dari pria itu, bahkan ucapan Albert bagaikan angin lalu, sikapnya yang dulu dingin semakin menjadi saat kembali menginjakkan kakinya di Amerika
Melewati ruangan ruangan yang sepi karena para pekerjanya masih di aula pertemuan tadi, Askaf menaiki lift khusus untuk menuju ruangannya di lantai 62
Tepat saat detingan lift berbunyi Askaf berjalan seakan tak ada orang bersamanya, Albert memaklumi sifat tuannya itu, melihat betapa susahnya ia bangkit dan menjalani pelatihan setahun ini, siapa sangka ayahnya yang terbaring lemah tetap bisa menjatuhkan perintah mutlak pada anak semata wayangnya itu
Bukan reuni yang penuh haru yang menyambut kedatangan Askaf satu tahun lalu tapi kata-kata yang siapapun yang mendengarnya akan meringis, bayangkan saja setelah lama tidak bertemu sang ayah langsung menyuguhkan pelatihan-pelatian kepemimpinan yang sebenarnya Askaf sudah tahu, sayangnya Jonathan tidak terbantahkan
Ditambah pelatihan mentalnya yang benar benar membuat siapapun kelimpungan, selama 8 bulan Askaf harus mendekam di penjara bawah tanah ayahnya sendiri
Emosi pria itu tidak stabil, dia selalu mengamuk dengan hal-hal kecil, pembangkang bagaikan monster lalu bertemu dengan ayah yang sangat keras, pasangab terbaik!
Mungkin saja Askaf bisa baik-baik saja jika ayahnya menyambutnya kala ia sedang belajar menerima kenyataan, hanya saja berbanding terbalik ayahnya justru tambah menekan Askaf
"selamat datang pak" wanita paruh baya Menyambut kedatangan Askaf dipintu ruangan pria itu, pria itu memberinya tatapan dingin yang mampu membuat wanita itu merinding
"nama saya Claudia Grazz pak, saya menjabat sebagai sekretaris bapak disini"
"berikan saya jadwal untuk hari ini"
"baik pak" Claudia menunduk patuh
Askaf melangkah memasuki ruangannya, sesuai permintaan, ruangan putih dominan dan beberapa aksessoris berwarna hitam dan abu-abu
Dari ketinggian ini, ia bisa melihat gedung gedung pencakar langit diluar sana, bahkan kendaraan yang ada dibawah terlihat seperti jejeran semut, melepas jasnya ia duduk dikursinya menatap pintu hitam yang besar itu
__ADS_1
Ah hitam, menopangkan sikunya dimeja dan memijit pelipisnya, hitam adalah warna kesukaan April, bayangan gadis pendek itu seketika memenuhi kepala Askaf
Betapa ia merindukannya, senyumnya, amarahnya, matanya, dan semuanya. Apa yang sedang dilakukan gadis itu, setahun tanpa memberikan sebuah kabar adalah penyiksaan terburuk yang pernah Askaf rasakan
Tok tok tok
"masuk"
Pintu terbuka dan menampakkan Claudia dengan map hitam ditangannya
"permisi pak, saya membawakan jadwal hari ini"
"bacakan" Askaf menyadarkan tubuhnya dikursinya dan memutarnya menghadap kekaca yang berfungsi sebagai dinding itu
"jam 13.30 meeting perkenalan sebagai pemegang saham baru, untuk unit hotel The M park, di ruang meeting 30"
"jam 19.00 jamuan makan malam Alexander grub di manhattan home's"
"jam 23.00 Tuan Jhonatan meminta anda untuk bertemu-"
"tapi pak-"
"apa aku harus mengulang dua kali?"
"ba-baik pak, hanya itu saja jadwal hari ini pak" meski dengan berat hati Claudia menyetujui titah bos barunya itu, siapa juga yang berani membantah ucapan atasannya, apalagi seperti Askaf, bisa saja asal siap menjadi gelandangan mendadak
"keluarlah"
"permisi pak"
Claudia menetralkan detak jantungnya yang memacu saat pertama kali bertemu atasan barunya itu, wanita sosialita beranak dua itu baru pertama kali merasa terintimidasi oleh anak kecil seperti Askaf, kecil di umur tapi tingginya? Meskipun Claudia memakai berhak lima belas centi tidak akan mencapai hidung pria itu, hidup realistiskan bukan Claudia yang pendek Askaf yang ketinggian
__ADS_1
****
"kau begitu muda nak? Apakah kau mempunyai kekasih?"
Askaf ingin mengendus mendengarkan pertanyaan-pertanyaan konyol dari kolega bisnisnya, inikah yang dinamakan meeting pemegang saham? Ini terlihat seperti reuni keluarga
"bisa kita memulai pertemuannya?" semua orang terkejut akan keseriusan Askaf, sebagian berdecak kagum atas keprofesionalan anak itu, meski diusianya yang terbilang sangat mudah tapi ia bisa menyampingkan urusan pribadinya
Diasaat anak seusianya menghabiskan waktu bersama kekasih dan temannya, Askaf disini malah berdiri untuk memperjuangkan keutuhan perusahaannya
"tentu"
Albert yang sedari tadi duduk di ujung ruangan menatap Askaf lamat, Pria itu benar benar tumbuh menjadi pria yang cerdas tanpa bimbingan orang tuanya seperti janjinya
Meski wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi tapi ia tahu Askaf juga manusia biasa yang memiliki perasaan, ada banyak hal yang ia lalui diluar dugaan orang lain
Diumurnya yang masih balita harus menjalani perawatan penunjang hidup selama empat tahun, dan ibunya meninggal dunia, Jonathan membangun bisnisnya sangat singkat dalan kurun satu tahu pria itu sudah menembus pasar global dan saat itu juga Albert direkrut menjadi Asisten pribadinya, hingga Jonathan menikah lagi dan memiliki anak bernama Rimba
Karena obssesi dan emosinya membuat Jonathan lupa akan segalanya, hatinya tertutup kabut keserakahan dan rela melakukan apapun demi bisnisnya berjalan lancar
Keluarganya yang terbengkalai, hatinya yang menghitam, dan disaat Askaf sadar setelah empat tahun ia mendapati kenyataan ibunya telah meninggal, seminggu menjalani hidup dengan ayahnya dimasa pemulihannya Askaf diajarkan hal tentang bisnis, Albert merasa Jonathan sudah gila
Dengan itu Askaf bersikeras mengunjungi makam ibunya di Indonesia tanpa berniat pulang, ia meminta ayahnya mengizinkannya untuk menetap di indonesia dan berjanji akan kembali membawa kebanggaan, tapi jika sang ayah melarang Askaf bersumpah tidak akan menuruti kata sang ayah
Jonathan memilih untuk mengikuti keinginan anaknya, pemalsuan data-data kelahiran Askaf dan menghilangkan marga keluarganya, ia tidak ingin jika Askaf gagal dan hanya akan memalukan keluarganya toh ada Rimba yang akan menggantikan posisinya jika ia gagal
Sungguh jonathan tidak ingin dipusingi oleh anak kecil yang hanya tahunya makan dan tidur, sakit sakitan seperti Askaf, meskipun darah dagingnya sendiri, Ayah biadab!
Tepuk tangan yang menggema mengembalikan keaadaran Albert ia melihat kolega bisnis Askaf berdiri dan bertepuk tangan bangga sekaligus puas
Semua orang diruangan berdecak kagum atas kesuksesan rapat perdana yang dipimpin Askaf, mereka yakin usaha ini akan sukses dibawah kendali Askaf
__ADS_1
"kau sangat berbakat nak" salah satu kolega bisnis Askaf menyalami dan menepuk pundak Askaf dan dibalas Anggukan
"aku benar-benar bertanya akan kekasihmu nak, aku memiliki anak perempuan yang cantik" Askaf hanya mengangguk dalam hatinya berdecih jijik akan pria itu, menawarkan anaknya pada orang baru saja ia temui dasar budak udang.