My Cold Husband Is Gentleman

My Cold Husband Is Gentleman
25. GALAU


__ADS_3

Sudah lima hari berlalu semenjak Akbar meminta ijin kepada Keylin tentang pemindahan jabatan pria tersebut. Kini sudah lima hari pula suaminya itu selalu pulang larut malam.


Mereka hanya bisa bertemu dan saling menyapa jika disaat mereka berdua tengah melakukan sarapan di pagi hari. Dan itu cukup membuat Keylin sedikit galau karena kesibukan sang suami yang membuat dirinya jadi jarang menghabiskan waktu mereka berdua walau pun mereka berdua adalah sepasang pengantin baru.


Ck tragis memang. Tapi mau bagaimana lagi? Inilah resikonya jika ia menikah dengan orang yang memiliki pekerjaan yang super duper banyak. Jadi mau tidak mau, sanggup tidak sanggup, ya harus ia jalani.


Toh suaminya juga mencari nafkah untuk dirinya, jadi tidak ada salahnya bukan jika dirinya harus sedikit bersabar dengan apa yang tengah ia jalani saat ini.


Keylin menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.


Sudah cukup dirinya bergalau-galauan tak jelas sejak tadi pagi. Daripada bergalau-galaun tidak jelas, lebih baik ia segera menyelesaikan pekerjaannya yang sejak tadi sudah menumpuk bagaikan tumpukan baju yang ada dirumahnya.


Kini Keylin mulai memfokuskan dirinya terhadap pekerjaannya. Dirinya berusaha se-profesional mungkin dalam menjalankan tugasnya.


Ia tidak mau mencampur adukan urusan hatinya dalam mengerjakan pekerjaannya. Karena ia tau jika dirinya melibatkan perasaannya, maka hanya akan membawa dampak buruk bagi masa depannya di dalam kantor kesayangannya ini.


Namun belum juga satu jam dirinya mengerjakan semua pekerjaannya, kini lagi-lagi Keylin mendapatkan gangguan dari kedua mahluk yang Keylin harap bahwa kedua orang tersebut, tidak muncul di depannya saat ini.


Terlebih lagi saat ini moodnya benar-benar sedang buruk, membuat Keylin benar-benar tidak ingin di ganggu oleh siapapun saat ini.


Karena ia rasa, dirinya tidak bisa menjamin jika dirinya dapat menahan amarahnya kalau kedua orang tersebut mengacaukan pekerjaannya seperti hari-hari yang lalu.


Karena khusus hari ini, dirinya benar-benar bad mood dan sedang tidak ingin di ganggu oleh siapapun.


"Sudah kubilang! Aku tidak ingin kau yang buat! Tak mengerti kah kau bahasa manusia!" pekik Nindy seraya menggebrak mejanya dengan keras.


"Shh kau itu berisik sekali! Dasar tidak tau terimakasih!" delik Ragan sembari menutup kedua telinganya.


"Aku! TIDAK PERNAH MENYURUHMU UNTUK MEMBANTUKU! BERHENTILAH MENGGANGGUKU!" seru Nindy seraya mendorong bahu Ragan dengan kencang dan mengambil map dari tangan pria tersebut.


"Cih seharusnya kau itu bilang terimakasih kepadaku! Bukannya malah berbicara seperti itu. Kurasa ku benar, ternyata kau memang wanita yang tidak tahu diri!" decih Ragan dan menatap wanita jangkung tersebut dengan tatapan mencemohnya.


"Hah bilang saja kau ingin caper kan! Supaya kau dibilang sebagai karyawan yang teladan. Maka dari itu, kau sok-sokan mengambil jatah pekerjaanku supaya kau di sanjung-sanjung oleh orang lain?!" sudzon Nindy


"Dasar cewek aneh. Pikiranmu itu selalu saja berpikiran buruk jika mengenai diriku. Tak bisa kah kau sekali-kali melihat sisi baiknya? Aku benar-benar hanya ingin membantu tidak ada niat di balik itu semua!" Ragan berucap malas seraya mendekapkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Pokoknya aku tidak akan pernah percaya kepadamu dasar cowok nyebelin! Pokoknya aku benci sekali denganmu!" pekik Nindy seraya menaruh map yang ia pegang ke atas meja Keylin.


"Bilang ke Pak Gara suruh asistennya untuk melakukan hal-hal yang lebih berguna! Ck aku tidak ingin dia lag-lagi mencampuri urusanku" dengus Nindy dan menatap Keylin dengan tatapan kesalnya.


"Sudahlah jangan di perpanjang. Bukankah itu bagus? Pekerjaanmu akan menjadi semakin dikit. Seharusnya kau ucapkan terimakasih kepadanya. Tidak ada salahnya bukan? Jika kau berterimakasih dengan orang yang sudah membantumu" ucap Keylin datar dan menghelas nafas gusarnya tuk menghilangkan rasa jengkel yang ada di hatinya.

__ADS_1


"Pokoknya aku tidak mau berterimakasih den--"


"Yah memang manusia sepertinya tau kata terimakasih? Sepertinya memang dia buta dengan kata-kata terimakasih kepada orang yang sudah membantunya. Dan kurasa percuma saja jika kau bilang kepada orang tersebut, rasanya hanya sia-sia" potong Ragan mencemoh dan menatap Nindy dengan tatapan remehnya.


"Kau!" geram Nindy.


"Sudahlah apakah kalian tidak punya kerjaan? Tidak bisakah kalian tidak berantem jika bertemu? Aku lelah melihatnya!" dengus Keylin


"Tidak bisa!" sahut keduanya dengan cepat seraya membuang wajah mereka masing-masing.


"Terserah, aku lelah mendengarnya" desah Keylin seraya membangkitkan tubuhnya dari kursinya lalu mengambil beberapa dokumen dan pergi melangkahkan kakinya dimana ruangan bosnya berada.


"Tuh kan! Gara-gara kau. Keylin jadi ngambek! Pokoknya kalau Keylin marah samaku, ini pasti semua karena ulahmu" tunjuk Nindy setelah dirinya melihat kepergian Keylin dari meja kerja wanita tersebut.


"Bodo memangnya aku perduli?" acuh Ragan dan melangkahkan kakinya ke ruangan kerjanya.


"Dasar cowok tengik!" decak Nindy saat dirinya melihat kelakuan Ragan yang menurutnya sangat minus dimatanya.


"Dasar aneh, benci sekali aku melihatnya" Nindy bergumam kesal lantas pergi meninggalkan meja Keylin setelah dirinya melihat kepergian Ragan.


..


Tok tok tok


"Permisi Pak, ini laporan yang bapak minta" ucap Keylin lalu menaruh beberapa map ke atas meja bosnya itu.


Gara menghentikan aktivitasnya sejenak kala sekertarisnya tersebut masuk dan menatap Keylin dengan tatapan datarnya.


"Apakah ada yang lain Pak?"


"Tidak ada" sahut Gara singkat.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu Pak" ucap Keylin seraya membungkukkan kepalanya di hadapan bosnya dan melangkahkan kakinya menuju pintu.


"Tunggu dulu" tahan Gara yang dapat menghentikan langkah kaki Keylin.


"Ya ada apa Pak?" Keylin membalikan tubuhnya seraya menatap bosnya tersebut dengan tatapan anehnya.


"Hari ini ada metting dengan Pak Anggara dan waktunya sekitar jam makan malam. Persiapkan dirimu dan bilang kepada Ragan untuk menyiapkan segalanya. Aku tidak ingin sampai ada yang meleset" cetus Gara dan menatap Keylin dengan tatapan datarnya.


"Baik pak jika seperti itu. Kalau begitu saya permisi" jawab Keylin dan menundukan kepalanya seraya bergegas pergi meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


"Hufs niat hati ingin pulang cepat hari ini. Ehh taunya malah di suruh lembur. Hufss nasib-nasib" batin Keylin berdecak pasrah seraya melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya dan mulai mengerjakan pekerjaannya kembali.


. ..


Setelah Keylin mengabari suaminya bahwa dirinya akan pulang larut malam, kini wanita tersebut pun langsung bergegas mengambil tasnya dan beberapa dokumen penting untuk rapatnya nanti.


Dirinya melirik jam tangan yang tengah melingkar di tangan kirinya yang sudah menunjukan pukul tujuh malam.


Sembari mematikan layar komputernya, tiba-tiba Keylin di kejutkan oleh suara yang tiba-tiba memanggil namanya.


"Hei" Ragan menepuk bahu Keylin ketika wanita tersebut tidak menyahuti panggilannya setelah dirinya memanggil wanita itu untuk kesekian kalinya.


"Ra-Ragan" Keylin membalikan tubuhnya seraya mengelus-elus dadanya.


"Sejak kapan kau disini? Kenapa kau tiba-tiba muncul dihadapan ku? Membuatku kaget saja" dengus Keylin dan menatap kesal pria yang tengah berdiri dihadapannya saat ini.


"Heh dari tadi juga aku sudah ada disini. Kau saja yang melamun" decak Ragan sebal seraya menatap malas kawan kantornya itu.


"Ahh atau jangan-jangan kau tengah memikirkan suamimu itu ya. Makanya dari tadi aku memanggilmu kau sampai tidak dengar" tebak Ragan yang langsung tepat mengenai sasaran, yang seketika dapat membuat Keylin terdiam kikuk dengan pertanyaan yang pria tersebut lontarkan.


"Cih tanpa dijawab juga aku sudah tau jawabannya. Ck dasar pengantin baru!."


"Apa kalian sudah? Sebentar lagi akan dimulai. Lebih baik kita segera berangkat" ucap Gara yang baru keluar dari ruangannya dengan membawa beberapa berkas penting yang ada ditangannya.


"Ya, kita sedang menunggumu" ucap Ragan dan menatap kakaknya itu dengan tatapan jengahnya.


"Baiklah ayo kita berangkat. Aku tidak ingin kita terlambat" sahut Gara datar seraya pergi melangkahkan kakinya meninggalkan Ragan dan Keylin di belakangnya.


"Dasar Bos kampret. Kita dari tadi sedang menunggunya padahal, bisa-bisanya dia berkata seperti itu. Dasar Kakak tengil" umpat Ragan dan menatap sebal punggung lebar kakaknya tersebut.


"Sudahlah ayo kita berangkat. Bisa-bisa dia akan memarahimu lagi jika kau telat datang ke mobilnya" ucap Keylin tersenyum manis.


"Ya kau benar. Beruntung sekali aku mempunyai partner kerja sepertimu. Kurasa jika wanita lain yang ada di posisimu belum tentu ia bisa sesabar dirimu. Ck aku jadi penasaran seberapa besar ia menggajimu selama sebulan" decak Ragan dan menatap Keylin dengan tatapan menyelidiknya.


"Hei sudahlah, kenapa kau yang jadi kepo. Lebih baik kita segera menyusul Aku tak mau jika Bosmu itu mengamuk lagi kepadaku" ucap Keylin dengan kekehan geli yang keluar dari mulutnya


"Baiklah ayo" ujar Ragan seraya melangkahkan kakinya menuju parkiran bersama Keylin untuk menyusul bos kampretnya tersebut.


....


...Terimakasih yang telah membaca cerita ini...

__ADS_1


...see you...


...˙˚ʚ(´◡`)ɞ˚˙˙˚ʚ(´◡`)ɞ˚˙...


__ADS_2